Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
So sweet...


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


"Sayangnya aku kangen banget aku nih." Rendi memeluk Caca dari belakang di cafe tersebut.


"Gila si Rendi besok mau nikah dia malah kemari kalian gak boleh ketemu." sahut Ivan.


"Alah dulu elo juga kan malemnya ketemuan."


"Itu kan gara-gara Rani ya gak percaya sama bachelor party nya gue ya kan beb?"


"Udah udah apaan sih pada, lepasin Ren."


"Gak mau..., kangen... peluk dulu..." Rendi masih memeluk Caca erat.


"Dih gimana abis nikah itu yakin gue kaga ada istirahat nya elo pada." ucap Rani melihat kelakuan mesra Rendi pada Caca.


"Kaya kita dulu ya beb." sahut Ivan


"Hentikan...!!! kasihanilah gue yang jadi kepengen nikah tapi kuliah aja belom lulus mau kasih makan apa anak gue entar." ucap Anto menarik-narik rambutnya.


"Kasih makan buku Nto." celetuk Rendi.


"Emang anak gue rayap apa!!"


"Yang ikut aku yuk?" Rendi menarik tangan Caca keluar cafe.


"WOI... mau test Drive Lo yak?" lantang Ivan.


Rendi mengulurkan jari tengahnya ke atas pamit pada Ivan.


***


"Kita ngapain kesini besok juga kita disini resepsi."


"Justru itu ca, kita latihan, aku gugup, aku takut gak hapal pas ijab kabul."


"Kamu tenang deh, kamu hapalin terus atau bikin contekan di tangan hehehe..."


"Kamu mah gitu, aku tuh pengen gladi resik sama kamu buat acara besok biar makin hapal makin sreg."


"Kalo gladi resik malam pertama mau juga?" Caca menggoda Rendi.


"Mmm emang boleh?" tanya Rendi penuh harap.

__ADS_1


"Huuuu.... dasar mesum...!!" Caca menoyor kepala Rendi.


"Yah kirain boleh." sahut Rendi kecewa.


Cup...


Caca memberi kecupan pada bibir Rendi.


Rendi membalasnya dengan lebih romantis membuat Caca terdorong terus kebelakang sampai ke dinding.


"Mbak masnya maaf kita mau dekor bunga nih." suara pria membawa ikatan bunga mengagetkan Rendi dan Caca dan menghentikan permainan mereka.


"Eh maaf mas lagi latihan buat besok." sahut Rendi.


Caca yang terlanjur malu menutupi wajahnya menarik Rendi keluar ruangan.


"Ca bentar deh, cincin kamu mana?"


"Cincin? cincin hah astagfirullah tadi aku pake kemana yak, apa ketinggalan di rumah sakit duh gimana dong kita gak jadi nikah dong besok." ucap Caca panik.


"Enak aja, ya jadilah cincin nikah buat besok udah ada cincin turun temurun dari keluarga mama plus sepaket perhiasan buat kamu , aku kan tanya cincin tunangan waktu tu soalnya itu hasil tabungan aku buat kamu."


"Kirain aku cincin itu buat nikah juga hehehe yaudah nanti aku cari deh."


"Cari ya ca lumayan harganya."


Rendi menunjukkan lima jari tangannya dua kali.


"Oh.. lima koma lima juta ya."


Rendi menggeleng.


"Lima puluh lima juta??"


Rendi masih menggeleng.


"Lima... ratus... juta ??"


Rendi mengiyakan.


"Lima ratus lima puluh juta Ca."


"APA....??!! Gilak... ngapain mahal banget beli cincin setengah M mending beliin aku rumah Ren."


"Nah itu buat nyicil depe rumah maksudnya kalau kita udah nikah, tapi kalau ilang yaudah ikhlas."


"Gak bisa ayo anterin aku, aku mau cari ke rumah sakit tempat Nayla."

__ADS_1


***


"Fahri liat cincin gue gak dikamar mandi, kayanya tadi pas gue mandi terus pup gue lepas tuh cincin?" tanya Caca langsung menginterogasi Fahri yang ditemuinya.


"Hai Ri hai Nay." sapa Rendi pada Nayla dan Fahri.


"Hai kak, aku gak liat kak." jawab Fahri.


Caca bergegas ke kamar mandi mencari di seluruh sudut kamar mandi.


"Kalo kecemplung ke WC gimana yan?" tanya Caca.


"Ya mau gimana belom rejeki berati." sahut Rendi.


Caca beralih menyusuri tiap sudut ruangan dan sofa.


"Ini bukan?" ucap Nayla menunjukkan sebuah cincin di tangan kanannya.


"Hah iya itu dia, Alhamdulillah bisa buat Depe rumah juga akhirnya." ucap Caca menghampiri Nayla.


"Eits gak semudah itu. Nih Ren pakein dong depan gue."


Caca dan Rendi saling bertatapan heran mendengar ucapan Nayla yang lebih lembut barusan.


Rendi menghampiri Nayla mengambil cincinnya dan memakai kan nya di hari manis Caca.


"Elo harus janji bakal jagain kakak gue kalo sampe elo nyakitin dia, liat aja gue sama Fahri gak bakal tinggal diam."


Caca menoleh ke arah Nayla yang sedang tersenyum ke arah nya.


"Dia lagi gak overdosis kan Ri?" Caca menoleh ke Fahri yang menggeleng.


"Maafin gue Ca, eh kak maaf yak gue berusaha nyakitin elo kemarin malah gue yang kena apes dibayar tunai kejahatan gue sama yang diatas."


Nayla menundukkan wajahnya.


Caca memeluk Nayla dan mereka menangis bersama. Rendi juga ikut menghambur memeluk keduanya.


"Aku ikutan yak." ucap Fahri yang langsung memeluk ketiganya.


***


Bersambung...


Happy Reading


Semoga suka...😘😘

__ADS_1


__ADS_2