
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
ceklek ceklek ceklek
"Kok gak bisa dibuka sih." ucap seseorang di luar pintu kamar mandi.
tok tok tok
"Siapa di dalam?" tanyanya.
"Woooyyy ada orang gak didalam?" teriak suara tersebut.
Hening masih tanpa jawaban.
Terdengar langkah kaki berlari meninggalkan toilet.
"Kak, bantu Anto yuk, kunci kamar mandi macet deh." rajuk Anto pada Rendi yang terlelap di ranjangnya.
"Hoaaaammm masa sih nto, jam berapa ini?" tanya Rendi.
"Jam setengah empat kak." jawab Anto berusaha menahan pipisnya.
Anto lalu menarik tangan Rendi agar segera bangun dari pembaringannya.
Saat mereka keluar menuju toilet terlihat Nando yang membopong Caca dari dalam toilet.
"WOY...!!! berenti Lo!" teriak Rendi sambil mengejar.
"Elo yang kejar ya kak gue pipis dulu." Teriak Anto segera menuntaskan hajatnya
Nando terpeleset dan terjatuh pergelangan kakinya terkilir karena antukan batu dan melempar Caca jatuh ke tanah disamping Nando. Perlahan Caca mulai membuka mata sedikit demi sedikit namun karena badannya terasa sakit sekali dijatuhkan ia belum dapat membangunkan tubuhnya.
"Elo mau apain Caca HAH...!!!"
BUG...BUG...BUG !!!
Rendi terus menerus meninju wajah Nando yang sudah tersungkur itu tanpa ampun.
"Dengerin dulu Ren, aww gue nolong Caca pingsan barusan." Nando mencoba membela diri.
"Kalau pingsan kenapa gak elo bawa ke dalam?" tanya Rendi tak percaya dengan ucapan Nando.
__ADS_1
"Udah udah kak salah paham Kakak sama Nando." Anto datang menahan tinju Rendi.
Rendi lalu menghampiri Caca dan merebahkannya dipangkuan.
"Di... di.. dia mau perkosa aku kak." ucap Caca lirih.
"Aaarggggg bajing** elo..!!" teriak Rendi sangat marah lalu memukul Nando bertubi-tubi.
BUG BUG BUG..!!
Kali ini Anto yang tadi mencoba membantu Nando berdiri menjatuhkannya kembali dan ikut memukulinya.
"Bangs** Lo..!!"
Perkelahian itu membuat semua orang terbangun.
Pak Adi dan Pak Ferdi melerai dan menahan Anto.
"Apa yang terjadi? malah main pukul pukul begini?" tanya Pak Ferdi.
Rani datang menghampiri Caca bersama Ibu Maya dan Ibu Devi.
"Ayo bawa Caca ke dalam!" Perintah Ibu Maya.
Rendi lalu membopong tubuh Caca menuju ruang tengah villa.
Pak Ferdi membantu Nando berdiri dan memapahnya ke ruang tengah.
"Jadi ada apa ini sebenarnya " tanya Pak Adi sambil bertolak pinggang meminta penjelasan pada Rendi.
Rani membantu mengobati luka lebam Caca dengan salep, Mama Devi membuatkan teh hangat di dapur dan Bu Maya menyelimuti badan Caca yang basah kuyup.
"Ini yah, si bang**t ini mau memperkosa Caca." Rendi menunjuk ke arah Nando.
"Iya Ca?" Rani menahan tangisnya menatap Caca dan bertanya padanya.
Caca mengangguk dan menangis memeluk Ibu Maya yang berada disampingnya.
"APA...!!!" "KURANG AJAR KAMU..!!!" pekik pak Adi.
Kali ini Pak Adi yang memukuli Nando yang sudah lemas dipukuli tadi.
"Mampusin aja om!" Anto terlihat geram mengepalkan tinjunya.
"Sudah sudah Di, tangan kamu gak layak dikotori sama si brengsek ini." Pak Ferdi memegang bahu Pak Adi menahannya untuk berhenti memukul.
__ADS_1
"Aku gak nyangka sama kamu, kamu tega banget sama aku, sama Caca." Rani mengguncang guncang baju Nando dengan menangis.
"Kita serahkan dia ke kantor polisi." Ucap Pak Ferdi seraya menelpon kantor polisi setempat di pagi buta itu.
"Ma ma mafin saya om." Nando berusaha menahan sakitnya dengan darah yang sudah mengucur dari pelipis dan bibirnya.
"Maafin aku Ran, aku khilaf." Nando memandang mata Rani memohon belas kasihan disana.
"Arrrghhhh bang..." Rendi siap menghampiri Nando untuk melayangkan bogem mentah nya namun Pak Adi menahannya kini.
"Ayo minum dulu teh nya mumpung masih anget, gimana gimana pada kenapa sih basah kuyup gini, terus itu muka nya Nando kenapa Ran? nyungsep dimana?" tanya Bu Devi polos yang baru datang dari arah dapur.
"Mamah nih.... aaaahhhhh ram nya diganti dong mah biar loadingnya cepet." Sahut Anto memghampiri mamanya yang masih heran dan tak tau dengan keadaan sekitar.
***
Dua orang polisi datang untuk membawa Nando ke Polsek setempat.
"Saya mohon kehadiran korban nanti untuk memberi kesaksian jika kondisi nya sudah pulih." Ucap Briptu Heru ke arah Pak Ferdi.
"Baik Pak, untuk sementara ini korban masih syok dan biarkan istirahat dulu di kamar atas." jawab Pak Ferdi.
Nando hanya menunduk tak berani menatap wajah-wajah di sekelilingnya yang melihat marah ke arah dia yang sekarang berada ditangan polisi.
"Tunggu pak!" Rani datang menghampiri Nando.
Nando tersenyum senang karena merasa mungkin Rani memaafkan dan membebaskannya kali ini.
PLAAKK...!!!
Tamparan keras mendarat di pipi Nando.
"Gue bakal itung semua pengeluaran yang pernah elo minta dari gue dan elo harus ganti semuanya, bawa dia pak sekarang!!" ucap Rani puas dan lega menghinggapi hati nya.
"Baik, kami permisi, dan selamat pagi." ucap pak polisi.
Anto merangkul bahu Rani, bangga dengan apa yang dilakukan Kakaknya barusan itu.
***
Bersambung...
Happy Reading...
Jangan lupa Vote, Like dan Komennya yah
__ADS_1
😊😊😘😘😍😍