
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Gue capek Van astagfirullah... gue mau nangis bini gue ngidamnya aneh-aneh." Rendi mengadu pada Ivan saat datang ke kantornya.
"Udah biasa itu mah, elo lupa ya dulu Rani minta gue mandi di kali sono terus dia ngeliatin gue sambil makan siomay, mana tuh Abang somay demen banget lagi ngeliatin burung gue, sumpah aib banget itu gue sampai sekarang." ucap Ivan.
"Ah... jangan sampe deh gue kalau si Caca ngidam kayak gitu." Rendi merebahkan dirinya ke sofa.
Ponsel Rendi kemudian berdering.
"Ya Ca, kenapa?" tanya Rendi.
"Yang mana ramennya?" rengek Caca.
"Ca masa iya aku sekarang harus ke Shibuya cuma buat beli ramen doang." Rendi bersungut-sungut pada Caca.
"Ya udah terserah kamu kalau mau anaknya ngiler terus ngeces aja sampai gede."
"Tapi Ca..."
Tut...Tut...Tut...
"Aaarrggghhhhh... !!!" Rendi menjambak rambutnya sendiri.
Lalu menghubungi Aldi asistennya di galeri.
"Di, pesenin gue tiket ke Tokyo sekarang!! elo temenin gue kesana, cepetan nanti kita ketemu di bandara!" ucap Rendi dengan nada kesalnya.
"Memangnya ada pameran disana pak?" tanya Aldi.
"Udah jangan banyak ngomong, cepetan sekarang juga elo pesen tuh tiket pesawatnya!" Rendi menutup ponselnya.
"Bhuaahahhahaha elo mau ngapain ke Tokyo? mau cari ramen Lo?" Ivan meledek Rendi.
"Emang iya gue mau cari ramen, aargghhhh makin capek gue dah." Rendi menggerutu
"Serius lo? kenapa gak beli ramen di sini aja sih?" tanya Ivan.
"Gara-gara tayangan di tv semalam jadinya si Caca pengen ramen yang asli dari Shibuya, gue harus foto di depan toko sama chef-nya kalau perlu biar Caca percaya." sahut Rendi.
"Astagfirullah... kocak banget bini Lo ngajak ribut, untung gue gak jadi berjodoh sama Caca." Ivan tertawa sampai puas.
"Kampret Lo Van, belum pernah ya tuh kopi panas Lo gue siram ke muka." tantang Rendi.
"Eits biasa bro, santai... astaga gue ada janji mau bawa Rani ke psikiater." ucap Ivan menepuk dahinya sendiri.
"Ya udah lah gue juga mau ke bandara." sahut Rendi.
__ADS_1
***
Ivan membawa Rani mengunjungi kantor Lolita sesuai janji Ivan pada Loli untuk membawa Rani menemuinya.
Karena sudah satu jam menunggu Rani yang berkonsultasi di dalam bersama Lolita, Ivan memutuskan untuk pergi minum kopi ke cafe terdekat.
"Mbak liat suami saya gak?" tanya Rani saat selesai berkonsultasi dengan Lolita.
"Tadi kayaknya si bapak ke kafe sebelah deh bu." sahut resepsionis itu.
"Oh ok makasih ya."
Rani segera menghampiri Ivan di kafe sebelah.
"Gimana beb, kamu ngapain aja di dalam sana tadi?" tanya Ivan saat melihat Rani menghampirinya di kafe.
"Huaaaaa... hu... hu....." Rani langsung menangis membenamkan kepalanya di paha Ivan yang duduk di atas sofa yang terletak di sudut kafe.
"Eh kamu kenapa sih kok nangis gini?" Ivan langsung panik seketika semua pengunjung di kafe melihat ke arahnya dan Rani.
"Ini istri saya, gak terjadi apa-apa kok, gak saya apa-apain dia lagi sedih aja, hehehe maaf ya." Ivan langsung membela diri sebelum para pengunjung menganggapnya menyakiti wanita apalagi melakukan tinsak kekerasan dalam rumah tangga.
"Kamu kenapa beb? minum dulu nih biar tenang!"
Rani langsung menghabiskan secangkir kopi yang ia tawarkan.
"Lah habis... aku pesen lagi deh." Ivan pergi memesan kopi kembali.
"Aku sedih beb, aku ngerasa bersalah sama Marcello." sahut Rani.
"Ya udah, sekarang kita kan cuma bisa doain Marcello yang aku yakin dia udah di surga sana selalu ngeliatin kita, terus sekarang kamu tinggal jadi ibu yang baik buat ngurus Marcella." ucap Ivan.
"Aku gak bisa beb, setiap aku pegang Ella aku selalu inget Ello, aku takut beb." Rani kembali menangis sesenggukan sambil menutup wajahnya.
"Tapi beb, Ella butuh sosok kamu di hidupnya, kamu itu ibunya."
"Aku gak bisa beb, aku gak bisa." ucap Rani menggeleng.
Ponsel Ivan berbunyi tertera pesan WhatsApp dari Lolita.
Besok Rani ketemu aku lagi ya, aku mau coba hipnoterapi buat dia.
"Kamu besok ketemu Loli lagi ya?" tanya Ivan setelah membaca pesan dari Lolita.
"Aku gak mau ah, aku makin bersalah kalau ngobrol sama dia beb." Rani mendorong paksa ingus dalam hidungnya ke sebuah tisu.
"Ih kakaknya jorok mah." seorang anak laki-laki lewat melintas di samping meja Rani.
"Huaaaaa tuh kan anak orang lain aja takut sama aku berani ngatain aku gimana anak sendiri huaaaaa Rani makin menangis karena tersinggung ucapan anak tadi.
"Maaf Bu, maaf gak apa-apa kok silahkan kembali duduk." Ivan meminta maaf pada orang tua anak tersebut yang wajahnya sudah terlihat takut melihat Rani menangis.
__ADS_1
"Tuh kamu mah gitu beb, pokoknya besok kita ketemu Loli lagi biar kamu cepat sembuh." ucap Ivan.
"Sembuh? emangnya aku sakit? wah jangan-jangan kamu ngatain aku sakit jiwa ya beb, huaaaaaaa kamu jahat!" Rani kembali menangis membuat Ivan frustasi menarik-narik rambutnya dengan kedua tangannya kebingungan dan kesal.
***
Pukul delapan malam di rumah Caca dan Rendi.
"Masak apa mbok?" tanya Caca pada mbok Nah.
"Ayam bakar sama sambel terasi non, sayur asem juga ada." sahut Mbok Nah.
"Hmmm enaknya." Caca langsung duduk di kursi makan dan menyantap menu masakan mbok Nah malam itu.
"Non gak nunggu den Rendi?" tanya mbok Nah.
"Oh iya aku lupa, Rendi kemana ya mbok?" tanya Caca lalu mencari ponselnya menghubungi Rendi.
"Hapenya mati lagi mbok." sahut Caca.
Jam dinding menunjukkan pukul satu dini hari, Rendi sampai ke rumah dan langsung menuju dapur menghangatkan kuah ramen yang tadi dia beli.
Mbok Nah sudah siap dengan tongkat baseball di tangannya karena menyangka sosok Rendi adalah maling.
"Mbok tahan ini Rendi mbok!" ucap Rendi.
"Ih si aden gak ketauan pulangnya kirain mah maling." ucap Mbok Nah.
"Ya maaf mbok, aku kan bawa kunci serep."
"Aden ngapain malam-malam masak mie?" tanya mbok Nah.
"Ini ramen mbok, buat Caca." Rendi selesai menghangatkan kuah ramen untuk Caca lalu bergegas menuju kamarnya untuk membangunkan Caca.
*****
Bersambung...
Mohon maaf jika masih ada typo.
Dear Readers tersayang mampir juga ke novel baruku
"With Ghost"
Baca novelku lainnya juga ya...
- Pocong Tampan
- 9 Lives
- Gue Bukan Player
__ADS_1
Jangan lupa di like, rate bintang lima dan vote yak...