
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Maafin papa Ca, maafin papa sayang." Pak Barata masih berlutut dihadapan Caca mengharap maaf darinya.
"Ca kamu inget tujuan kamu kesini gak? kamu mau cari papa kandung kamu kan? nah sekarang kamu udah ketemu sama dia, terus kamu mau ikutin ego kamu itu, buat apa cari papa kamu kalo ujung-ujungnya kamu marah dan gak mau ketemu." ucap Rendi menyadarkan Caca.
"Maaf ya Ca , bukannya gue ikut campur nih, tapi tujuan awal kita kesini kan gitu, cari papa kandung elo, tuh udah ada didepan elo sekarang harusnya elo seneng dong?" sahut Rani ikut memberi saran pada Caca.
Caca memandangi sosok Pak Barata yang berlutut dihadapannya lalu mendekatkan tangannya ke bahu Pak Barata membangunkannya.
"Jadi anda papa aku?" tanya Caca.
Pak Barata memeluk Caca dengan erat mencium kepalanya dan memeluknya lagi.
"Jadi gini om, kebetulan nih om udah ketemu, saya mau ngelamar Caca om." ucap Rendi malu malu kucing.
"Bisa nanti dulu gak Ren." sahut Pak Barata.
"Emmm dalem makjleb gue dengernya Ren." sahut Ivan.
"Yang tabah ya Ren, gak sabaran sih elo hihihi." Rani menepuk punggung Rendi.
***
Sebelum kembali ke Jakarta, Caca memperkenalkan Pak Barata kepada Nenek Lastri. Pak Barata bersujud meminta maaf pada Nenek Lastri atas kesalahan nya menelantarkan Angel dan Caca.
Pak Barata juga berterima kasih karena Nek Lastri sudah membesarkan Caca dengan kasih sayang dan selalu dalam kebaikan.
***
Caca masih asik mengobrol dengan papa Barata di teras rumah bersama Nek Lastri.
Sementara Ivan dan Rani memutuskan berwisata kuliner malam di daerah kampung halaman Nenek Lastri itu.
__ADS_1
Rendi memutuskan bergabung dengan Caca.
"Gimana kabar Fahri om?"
"Baik Ren, dia sekolah di Jepang sekarang, lumayan dapet beasiswa katanya, kamu gak nanyain kabar Nayla?"
Caca melirik ke arah Rendi.
"Lah si om kan tadi saya bilang mau ngelamar Caca om gimana gak nyimak yak?"
"Wah om gak nyimak, om kira kamu mau ngelamar Nayla, kamu bukannya pacarnya Nayla yak?"
"Uhuk uhuk uhuk." Caca pura-pura batuk dihadapan semuanya.
"Maaf om tapi saya gak pernah pacaran smaa Nayla om, seumur umur cuma Caca yang saya jadiin pacar." Rendi menggenggam tangan Caca.
"Dih lupa apa sama Kelly." Caca melepas genggaman Rendi.
"Oh Kelly itu mah gebetan doang hehehehe."
"Jadi gimana Ca, bener kamu pacaran sama Rendi?"
sahut Caca.
"Apa, kayaknya? kamu tuh yak." Rendi menyerang Caca dengan menggelitik pinggangnya namun Caca menghindar dan berlari berkeliling Nenek Lastri dan papa Barata.
Mereka tertawa melihat kelakuan Caca dan Rendi.
Ada kebahagiaan yang amat sangat di hati Pak Barata namun ada kesedihan juga karena ia tahu betapa Nayla sangat menggilai Rendi yang ternyata selama ini hanya bertepuk sebelah tangan.
Tring tring .... tring tring....
Suara ponsel Pak Barata berdering dilihatnya layar ponselnya yang ternyata tertulis nama Nayla Putriku.
"Kenapa Nay?"
"Papa dimana sih?"
__ADS_1
"Papa di Surabaya Nay, oiya besok papa pulang ada kejutan untuk kamu."
"Kejutan apa sih pah, jangan bilang papa bawa mama baru yak, aku bakal siksa valon mama baru aku biar putus dari papa."
"Ih jahat banget kamu."
"Emang."
"Besok papa ceritain, pokony kamu jangan kemana-mana ya dirumah, Mbok Iyem suruh masak yang enak kita bakal kedatangan tamu."
"Hah tamu? siapa sih pah? kalo aku gak tau tamunya siapa, aku bakal kabur aja nih."
"Jangan dong, papa ngundang keluarga Rendi soalnya."
"Hah serius pah? oke deh kalo gitu aku mau siap-siap kasih tau mbok Iyem."
Tut Tut...
"Pesen tiket sekarang Ren, biar besok pagi kita pulang, tus ajak Papa mama mu kerumah kita makan malem yah." Ucap Pak Barata ke arah Rendi.
"Siap Om, aku pesen via online nih sekarang."
jawab Rendi mengeluarkan ponselnya.
"Nek ikut yuk ke Jakarta?" ajak Caca.
"Ndak usah ndok, nanti kebun nenek siapa yang jagain? siapa yang urusin, capek nenek ikut ke Jakarta, kalian aja yang sering dateng kesini ya." ucap Nenek Lastri memeluk Caca dengan erat.
***
Nayla membayangkan kedatangan keluarga Rendi saat makan malam besok.
"Gue harus dandan yang cantik nih, jangan-jangan besok gue mau dilamar Rendi hihihi."
gumam Nayla sambil bercermin.
***
__ADS_1
Bersambung...
Happy Reading...