Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Kebenaran


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


"Ren bisa jelaskan sama mama nak?"


ucap mama sambil menyeka air matanya menghampiri Rendi.


Rendi menghela nafas panjang dia mati-matian berusaha menahan air matanya yang mau meledak.


"Rendi,... gak..." tangisannya meledak air matanya tak bisa ia tahan lagi saat mama memeluknya.


Caca membuka pelukannya dengan Rani, mata Rani memandangi mata Caca seolah ia bertanya apa yang sedang terjadi ini.


jelasin ke gue please ca gue gak ngerti ini elo baik - baik aja kan Ca? apa iya Rendi itu kakak elo ca?


Caca hanya bisa memandangi mata Rani teduh sembari menyeka air matanya.


Anto menarik tangan Rani


"Kak, ayo pergi kita gak layak ada disini, ini bukan urusan kita."


Rani menolak tarikan tangan Anto dan menggelengkan kepalanya. Wajah Anto berubah lebih sangar

__ADS_1


"Ayo, kepo banget sih!" bisiknya pada Rani


Rani masih ingin tahu kebenaran hari ini namun Anto ada benarnya, ini urusan keluarga mereka, tak pantas rasanya Rani dan Anto menyimak kebenaran ini nanti


"Ca gue pamit yak, nanti kabarin gue kalo elo butuh temen, gue akan selalu ada buat elo."


Pelukan Rani tak mau Caca lepas kali ini, namun rasanya malu jika Rani dan Anto mengetahui kebenarannya nanti yang bahkan Caca sendiri juga akan sangat malu menerimanya.


Caca melepas pelukan Rani, lalu Rani dan Anto pamit pada Rendi dan mamanya. Mereka hanya mengangguk lalu Rani dan Anto pergi keluar menutup pintu perlahan.


"Ada yang bisa jawab pertanyaan mama tadi?" tanya mama menegaskan kembali dengan helaan nafas dalam, kali ini sudah tidak ada air mata yang mengalir disana.


Mama menggoyang kan bahu Rendi agar menjawab segera mama tak tahan dengan kebisuan dan tangisan dari Rendi dan Caca.


"Rendi jawab mama!!!"


"Ngapain ayahmu ada dirumah Caca?" mama memotong pembicaraan Rendi saat itu.


"Rumah Caca itu rumah papa juga Tante." jawab Caca yang akhirnya membuka suara diujung sana disamping papa nya yang masih terbaring tak sadarkan diri.


"APA...!!! maksud kamu apa Ca?"


kali ini Bu Maya menghampiri dan menggoncang bahu Caca.


"Ini.. ini ... ini papanya Caca Tante!"

__ADS_1


Caca mengucapkannya dengan tangisan yang makin meledak membenamkan wajahnya dikasur tempat papanya terbaring Caca tak sanggup melihat ke arah mamanya Rendi.


Rendi segera menyangga tubuh mamanya yang terlihat lemas dan hampir pingsan mendengar perkataan Caca.


Rendi membawa mamanya untuk duduk di sofa lalu mengambilkan segelas air untuk mamanya.


Rendi menggeledah tas mamanya untuh mencari inhaler yang selalu mama bawa, karena ia tahu mamanya butuh itu sekarang.


"Hirup mah, hirup perlahan biar mama gak sesek." pinta Rendi sambil memegangi mama agar menghirup inhaler tersebut.


"Ren, ini gak bener kan? ini gak bener kan Ren?" kali ini tangisan mama yang meledak.


Hanya papa yang bisa menjelaskan semuanya, meski mamanya Rendi sebenarnya juga mengetahui sesuatu, sesuatu yang selalu ia bantah kebenaran nya yang selalu ia coba pungkiri dan ia pendam.


Mama Rendi memandang wajah Caca dalam-dalam, dan akhirnya dia mengerti wajah itu mengingat kan dia pada seseorang. Seorang perempuan yang tak bisa ia cegah kehadiran nya dihati seorang Adi Setya Wijaya.


Wajah itu, matanya dan bibirnya, ia aku ingat itu wajah Mira, seseorang yang selalu menjadi sahabatku namun menusukku dari belakang, mungkinkah dia anak perempuan rendahan itu? bagaimana mungkin takdir bisa sebegini kejam mempertemukan dia dan Rendi seperti ini.


Caca tak bisa melihat kearah mata mamanya Rendi dia hanya tertunduk sambil melipat - lipat ujung kausnya, ia ketakutan kali ini melihat mata mama Rendi.


***


bersambung...


Happy Reading...

__ADS_1


Jangan lupa vote, beri like dan commentnya para pembaca yang tercinta 😘😘


__ADS_2