
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘😘
*****
"Hoaammmm selamat pagi Kitty." ucap Caca lalu memeluk kucing kesayangan nya itu dan menciumnya kepala Kitty namun Kitty menggeliat berusaha membebaskan diri.
Tring... ponsel Caca berdering.
Dilihatnya ponselnya dan ternyata chat dari Rendi.
"Pagi cantik... I love you."
"Apaan sih pagi - pagi udah romantis gini ih gemes jawab apa yak hmmm..." gumam Caca
Biarin aja ah hahahaha sambil memeluk ponselnya dan ditempelkan ujung ponsel ke bibirnya sambil mengingat adegan romantis di mobil Rendi kemarin lalu berguling guling dikasur dan membenamkan wajahnya kebantal.
Ponsel Caca berdering lagi kali ini telpon dari Rendi.
"Halo Ca, kamu gak apa - apa kan ?" tanya Rendi khawatir.
"Aku gak papa kok, kenapa sih khawatir gitu?" tanya Caca.
"Kamu gak boleh gitu ca, kalo aku chat tuh dibales, kan aku jadi khawatir takut kamu kenapa-kenapa." ucap Rendi mulai kesal.
"Iya sayang maaf." ucap Caca.
"Apa, kamu ngomong apa barusan?" tanya Rendi yang kaget mendengar ucapan sayang dari Caca barusan.
"Enggak, enggak ngomong apa-apa cuma maaf sih." bantah Caca.
"Barusan aku yakin kok kamu bilang sayang, iya kan?" tanya Rendi memastikan.
"Enggak, kamu salah denger kali, udah ya aku mau mandi, nanti telpon lagi yak." ucap Caca tertawa kecil lalu menutup ponselnya.
***
Diujung ponsel sana Rendi tersenyum-senyum senang menempelkan ujung ponselnya ke bibirnya membayangkan adegan romantis di mobilnya kala itu persis seperti yang Caca lakukan tadi.
"Hayo telpon siapa?" Tanya mama mengagetkan Rendi.
"Kayaknya anak mama punya pacar nih, iya kan? keliatan tuh mukanya seneng banget."
mama menggoda Rendi yang pipinya memerah merona malu.
__ADS_1
"Duh Rendi gak bisa boong nih dari mama." jawab Rendi
"Tuhkan.. coba kenalin ke mama, mana fotonya coba lihat?" tanya mama.
Rendi baru ingat dia belum pernah berfoto dengan Caca lalu dia mencoba melihat photo profil di WhatsApp Caca.
"Yessss ada" batinnya.
Menunjukkan photo profil Caca yang sedang bersama Rani.
"Yang ini mah, yang baju biru rambutnya dikuncir."
"Ohhhh cantik ya, dua-duanya juga cantik Ren, tapi kayak mirip siapa ya Ren anak ini? hmmm siapa namanya ?" tanya mama.
"Marisa ma, panggilnya Caca." jawab Rendi
"Oh cantik, oke kapan-kapan kenalin mama yak, silahkan lanjut ngelukisnya mama kedapur dulu yak.
Rendi mengangguk tersenyum bahagia.
"Yesss mama gue suka,.wah lampu hijau nih kalo gue bawa kerumah jadi mantu uhuuyyy."
gumamnya.
"Alamak hape gue jadi biru gini duh..."
***
Caca berbelanja bulanan di supermarket dengan Mbok Nah baginya ini kegiatan rutinnya menemani mbok Nah karena si mbok gak bisa pake layanan ojek atau taxi online.
Padahal Caca sering banget ngajarin tapi mbok Nah gak mau takut diculik katanya. 😂
"Udah semua mbok ini gakda yang lupa kan?" tanya Caca pada mbok Nah.
"Udah non udah semua, yudah pesen taxi gek endang!" perintah mbok Nah.
Sebelum Caca memesan taxi ia melihat seorang wanita terjatuh pingsan diparkiran supermarket.
"Mbok itu ibunya kenapa, tolongin yuk mbok." ucap Caca berlari kearah ibu itu.
Banyak orang disekitaran parkir sudah mengerubungi Caca dan ibu itu. Lalu Caca meminta tolong kepada pengunjung yang bisa menggotong si ibu kearah klinik depan supermarket.
"Gimana dokter si ibunya?" tanya Caca panik pada dokter.
"Adek ini putri ibunya?" tanya dokter.
__ADS_1
"Bukan dok, saya tadi cuma nolong si ibu, tadi dia pingsan di parkiran." jawab Caca.
"Oh begini ya dek, si ibu kelihatan nya mengalami vertigo tekanan darahnya juga rendah, sebaiknya nanti diantar pulang saja. Sementara ini sudah stabil tunggu sampai ibu sadar saja." ucap dokter menjelaskan.
"Baik dok, saya tunggu dia sampai sadar." jawab Caca.
ialah gue tunggu sampe sadar nanti yang bayar dokternya siapa, dicasing hape belakang gue cuma ada lima puluh ribu, sisa duit belanja juga sama mbok Nah.
Oh iya mbok Nah duh lupa gue kalau dia gue tinggal di parkiran.
Batin Caca menepuk jidatnya.
Namun sebelum Caca beranjak ke parkiran dilihatnya si ibu sudah sadar dan meminta air.
"Ini Bu airnya." ucap Caca sambil menjulurkan segelas air pada mulut ibu dan menegakkan badan ibu perlahan.
"Makasih ya nak." ucap si ibu.
"Iya sama-sama Bu, rumahnya dimana Bu?" tanya Caca, mau saya anter gak? tapi maaf ya Bu sebelumnya maaf nih saya gak bisa bayarin biaya kliniknya Bu."
ucap Caca malu.
"Hehehehe kan memang saya yang harus bayar nak, kamu lucu banget, eh sepertinya saya pernah lihat kamu dimana yak?" tanya ibu.
" Ah muka saya pasaran kali Bu." jawab Caca tersenyum lebar.
"Bu sebentar ya saya mau panggil mbok Nah dulu, aku tinggal tadi diparkiran nanti saya balik lagi ya Bu. " ucap Caca
"Eh siapa nama kamu?"
"Caca bu, nama ibu siapa?" Caca bertanya balik
"Nama saya Maya." jawab si ibu.
"Oke Tante Maya, sebentar ya Caca panggil mbok dulu."
ucap Caca seraya pamit keluar menuju parkiran.
Dilihatnya mbok Nah yang sedang duduk dil antai ujung supermarket dengan empat kantong belanja dihadapannya.
"Non Caca kirain mbok di tinggal huuuuhuuu." ucap Mbok Nah hampir menangis kala melihat Caca kembali.
***
bersambung...
__ADS_1