
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
"Morning everyone... asek udah kaya bule dan pakle di Bali belom aksen gue."
,Rani berjalan ke arah dapur hendak menyiapkan nasi goreng yang kemudian di susul Ivan.
"Pakle ndas mu." celetuk Anto.
Caca keluar dari kamarnya, sudah rapih, sudah mandi, sudah wangi senyumnya secerah matahari bersinar. Dia duduk di sofa tempat Rendi tidur dan mencari remote lalu klik tv menyala di pagi itu dengan siaran gosip terbaru yang ditonton Caca.
Rendi terbangun karena sinar tv menyilaukan matanya.
"Hoaam jam berapa sekarang sayang." ucap Rendi senang sekali rasanya mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya.
"Jam delapan, hayo bangun!" Caca menarik selimut Rendi dan melipatnya.
Rendi mendekat kearah Caca mencium leher Caca "Duh wanginya sayangnya aku."
"Ih kamu tuh apa-apaan sih malu tau ada Anto tuh."
Rendi tak memperdulikan ucapan Caca dia masih merapatkan hidungnya pada leher Caca dan memilin - milin ujung rambut Caca dengan lidahnya.
"Ih apaan sih ngedusel - dusel gini, mandi dulu kek bau acem tau."
"Biarin aja, abis kangen banget sama kamu sih."
"Hadeh yang ini masih pagi udah mesra-mesraan aja, kaga liat nih nyamuk segede gue lagi ngeliatin elo berdua."
celetuk Anto membuat Caca menjauhkan Rendi dari sampingnya namun kembali lagi terus seperti itu sampai Anto sebal melihat kelakuan Rendi yang tiba-tiba manja itu.
Anto beralih ke dapur mencari sarapan, kali aja Rani udah selesai masak.
"Astagfirullah masih pagi woy...!!! kurang apa semalem pertandingan elo pada!!!"
Teriakan Anto membuat Rani dan Ivan yang sedang bercumbu di dapur jadi kelabakan.
"Hehehe Anto udah bangun." tanya Rani cengengesan.
__ADS_1
"Di depan si Rendi sama Caca disini elo berdua hadeh nasib gue jadi jomblo batin mulu." gerutu Anto.
"Lanjut beb." Ivan menggendong Rani membawanya ke kamar Rendi.
"Sarapan gue mana kak??" Anto melempar cabe dan bawang merah kearah Rani dan Ivan.
"Minta Caca yang masak ya Nto." Rani mengedipkan satu matanya ke Anto.
Caca dan Rendi menoleh kearah Ivan yang menggendong Rani,
"WOI...!!! kalo masih nanggung kenapa pada keluar...!!" Rendi meneriaki Ivan dengan kesal.
"Sorry bro si Rani nih bikin gue kepengen lagi."
ceklek
Rani melambaikan tangannya lalu menghilang masuk kedalam kamar bersama Ivan.
"Hahahaha dasar penganten baru sehari berapa kali tuh keramasnya si Rani." Caca tertawa melihat kelakuan para sahabatnya itu lalu menoleh ke arah Rendi yang melihat kerahnya dengan tatapan mesum.
"Apa liat-liat?" Caca bertolak pinggang melihat Rendi.
"Mau kaya gitu yang..."
"Papa oh papa.... haduh berat kali ujian mu pah...." Rendi mengacak-acak rambutnya membenamkan wajahny ke selimut yang Caca lempar tadi.
***
"Bye Bali, bentar- bentar gue hirup udaranya dulu dari sini sebelum take off ke Jakarta." ucap Rani merentangkan tangannya di bandara menarik nafas dalam-dalam.
"Udah ah yuk diliatin orang tuh." sahut Ivan menarik tangan Rani.
"Wuidih cieeeee di gandeng terus tuh takut ilang mas si mbaknya."
Rani menoleh ke arah Rendi yang tak mau melepaskan genggaman nya pada Caca.
Rendi mengangkat genggaman tangannya ke atas menunjukkan pada semua lalu mencium punggung tangan milik Caca.
"Aseemmm gue gandeng siapa nih, gue gandeng elo aja ya per yuk pulang."
Anto menarik koper milik Rani yang besar menuju tempat pemeriksaan barang.
__ADS_1
Di dalam pesawat Rani melihat ke arah luar melalui kaca di jendelanya.
"Soon kita bakal double honeymoon kesini lagi ya Ca?" ucap Rani menoleh ke arah Caca di belakang kursinya.
Caca mengangguk.
"Jangan dong kita honeymoon ke Venice gimana?" tanya Rendi.
"Wah gue nabung dulu dong Ren." sahut Ivan.
"Yoi bro... free tiket deh dari gue kalo gue merid sama Caca, ya gak Yang?"
Rendi menyenggol bahu Caca dengan bahunya.
"Gue dong Ren ikut, biar tripple honeymoon." celetuk Anto.
"Cari pacar dulu terus elo kawinin tuh baru honeymoon." sahut Rani.
"Nikah beb, kawin mah di toilet pesawat juga bisa." Ivan mencubit pipi Rani dengan lembut.
"Oke besok gue cari Nayla gue mau tembak dia." Anto membayangkan rencana nya menemui Nayla.
"Eh bisa gak perempuan lain, gak sudi amat gue punya adek ipar macam perpaduan Nenek lampir plus ular pantai selatan gitu." sahut Rani kesal menoyor kepala Anto yang duduk di kursi depannya.
"Hah jahat elo kak, hati gue udah stuck nih di dia." Anto duduk kembali dikursinya membenamkan tubuhnya sambil menggerutu.
"Beb kawin di toilet yuk." Ajak Ivan
"Eits awas Lo pada macem-macem, berani bikin malu nih abis elo sama gue."
Ancam Rendi mengurungkan niat Ivan yang siap menarik tangan Rani ke toilet, buyar sudah imajinasi liarnya bersama Rani.
Rani dan Caca pun tertawa melihat kelakuan Ivan dan Rendi.
"Kak, eh sayang siap ketemu papah?" tanya Caca memandang mata Rendi yang membuatnya makin jatuh cinta itu.
"Harus siap, apapun rintangan nya kali ini aku gak akan ngelepasin kamu." Rendi mencium tangan Caca dan menggenggam nya terus sepanjang perjalanan menuju Jakarta.
***
Bersambung...
__ADS_1
Happy Reading...
Jangan lupa vote ya please....😊😊😊