Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Bertemu Papa


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


****


Di teras panti asuhan yang terasa sejuk itu Rani dan Caca akhirnya membuat catatan semua orang yang kenal dengan Mama Angel siapa tahu mereka tahu mengenai sosok laki-laki yang dekat dengan Angel dan di duga ayah dari Caca.


Rendi asik memakan rujak cingur bersama Ivan membiarkan para wanitanya sibuk membuat catatan.


Sebuah mobil sedan berwarna silver memasuki halaman panti.


Seorang pria berkacamata hitam turun dari mobil. Rendi mengenali pria tersebut saat membuka kacamatanya.


"Om Bara...!!" ucap Rendi melihat pria tersebut dan menghampirinya berjabat tangan.


"Rendi, ngapain kamu disini?" tanya Pak Barata memeluk Rendi.


"Nganter Caca om, tuh sama temen-temen main kesini."


"Caca?? loh bukannya itu, kamu Caca yang waktu itu kan anaknya Adi."


Caca tersenyum menghampiri Pak Barata lalu menjabat tangan Pak Barata.


"Iya om apa kabar?" tanya Caca.


"Baik, alhamdulillah baik, kalian gak sama papa mama?"


"Enggak om kita-kita aja yang main kesini." jawab Rendi.


"Om ada perlu apa main kesini, oh iya Caca tau om donatur yak?


"Hehehe iya saya donatur disini sejak tiga bulan lalu."

__ADS_1


"Wah makasih banyak yak om, udah bantu anak- anak disini, om baik banget." Caca memuji Pak Bara dengan tulus.


"Saya masuk dulu yak."


"Silahkan om, tadi Bu Retno ada didalem."


Pak Barata tersenyum pada Rendi dan Caca lalu masuk ke dalam panti asuhan menemui Bu Retno.


"Siapa sih Ca mirip Leonardo Dicaprio deh cakep?"


"Ehem ehem udah bokap-bokap masih dilirik juga." Ivan memeluk Rani erat dari belakang dan menggigit bahunya.


"Awww sakit beb."


Caca duduk kembali memeriksa catetannya.


"Itu temen Papa sama Mama." jawab Caca.


"APA...??? bokap nya Nayla, dih masa cakep banget eh Naylanya busuk gitu mukanya." Rani menimpali dengan ketus.


"Malahan nih kalo gue liat liat tuh bapak tadi mirip tau Ca sama elo kalo senyum daripada sama si busuk Nayla." ucap Rani.


"Eh gak boleh gitu, nanti kalo kamu hamil anaknya mirip Nayla lho." ucap Ivan meledek Rani.


"Idih amit amit jabang bayi ogah amat mirip Nayla."


"Hahahhahaha. iya Lo gue sumpahin mirip." celetuk Rendi.


"Ogaaaahhh...!!! Ca gue laper nih cari bakso yuk pengen nih."


"Nah kan baru diomongin kalo hamil, jangan jangan ngidam nih si Rani." Ucap Rendi tertawa.


"Oke yaudah hayo kita cari bakso, tapi beresin dulu nih terus pamit."

__ADS_1


Caca merapikan catatatan dan memasukkannya kedalam tasnya.


"Yuk pamit." ajak Caca.


Rendi hendak membuka pintu panti namun Pak Barata sudah ada di hadapannya dengan Bu Retno.


Pak Barata menatap Caca dengan lekat memperhatikan nya dari ujung kaki ke ujung kepala lalu memeluknya.


"Putriku, maafin Papa nak, maafin Papa." ucap Pak Barata membuat semua mata Rendi, Ivan dan Rani terkejut.


"Pa.. papa... papaaaahh..."


Caca membalas pelukan Pak Barata namun setelah itu Caca mendorong nya menjauh.


"Papa jahat...!! Papa udah buat mama meninggal, papa jahat...!!"


"Maafin Papa Ca, maafin Papa..."


Pak Barata mencoba mendekati Caca dan berlutut mengharap maaf dari Caca.


Setelah dua puluh tahun dia berusaha mencari keberadaan Angel dengan putrinya, akhirnya dia sekarang menemukan putrinya.


"Ca, kita jauh - jauh kesini mau cari papa kamu, lalu sekarang kamu udah ketemu tapi kamu malah marah."


"Liat mama aku Ren liat dia meninggal melahirkan ku disini tanpa pendamping, kemana orang ini yang mengaku papa aku kemana dia?"


Caca menangis di pelukan Rendi.


***


Bersambung...


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2