
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
"Assalamualaikum Mah.... papa pulang nih."
Deg... suara papa sudah terdengar.
Rendi dan Caca saling berpandangan menyiapkan batin terkuat yang mereka punya untuk menghadapi sang Papa Adi.
"Walaikumsalam iya Pah, Mama kesana."
sahut Mama Maya.
"Udah kalian tenang aja makan aja dulu biar Mama nemenin papa kalian dulu yak."
Mama Maya meninggalkan Caca dan Rendi di ruang makan. Rasanya soto ayam ini jadi terasa hambar padahal lapar sangat melanda perut Caca.
"Di makan dong Yang, apa perlu aku suapin?"
Rendi berusaha menaruh sesendok kuah soto dan ayam ke dalam mulut Caca.
"Aku gak selera tiba-tiba Yang, aku takut."
"Udah lah everything is gonna be ok ya beb."
"Ih apaan sih bab beb bab beb kaya Rani sama Ivan aja."
"Oh iya kamu mah sayangnya aku yak hehehhe."
"Caca... Rendi...!!"
Papa hadir di ruang makan dengan senyum merekah di bibirnya, melihat putri kesayangannya dan anak laki-laki tampannya duduk di meja makan.
Caca langsung menubruk Papa Adi membenamkan wajahnya di pelukan Papa Adi.
"Kangen banget sama Papa, tau gak Pah, Caca perhatiin yak papa tuh awet muda banget tambah ganteng."
"Emmmm ada maunya nih biasanya kalo manis kaya gini."
"Ah papa mah, ini Caca tulus dari hati muji papa tertampan di dunia ini."
"Aduh jantung papa bisa kumat nih dapet pujian terus kaya gini."
"Jangan dong Pah, Caca gak mau liat papa sakit lagi."
Rendi menghampiri Papa Adi yang sudah melepas pelukan Caca.
__ADS_1
"Apa kabar Ren? Alhamdulillah masih inget pulang juga." ucap Papa ada nada sinis disana.
"Kok papa ngomong gitu sih?" Caca menatap tajam mata papa Adi sambil bertolak pinggang.
"Pergi seenak nya aja terus pulang juga seenaknya aja."
Rendi yang tadinya ingin memeluk papa Adi langsung ciut nyalinya dan beralih melangkahkan kakinya ke luar dari ruang makan, matanya memandangi Mama Maya yang berbisik kata sabar pada Rendi.
"Mau kemana kamu Ren?"
Langkah Rendi terhenti mendengar suara berat papa Adi dan menoleh pada nya.
"Rendi mau pamit aja Pah daripada buat papa senewen marah-marah."
Kamu liat dong Caca, gak ketemu papa semingguan aja udah kangen peluk papa, lah kamu udah hampir dua bulan gak ketemu papa malah mau kabur lagi."
"Maafin Rendi pah."
"Maaf..? kamu tahu sekarang kamu salahnya dimana?"
Rendi menunduk tak berani menatap mata tajam papa Adi kala itu.
"Jawab papa...!!!"
"Maafin Rendi pah, maafin Rendi..!!"
Pak Adi merentangkan kedua tangannya bersiap menyambut Rendi ke dalam pelukannya.
Rendi yang terkejut dengan perkataan papa Adi lalu menoleh ke mama nya lalu ke Caca dan akhirnya dia merengkuh papa Adi dalam pelukan nya.
Ada tetes air mata di mata mama Maya dan Caca melihat keharuan yang tertangkap dari dekapan sayang ayah dan anak dihadapan mereka.
"Nah gitu dong yuk lanjut lagi makan malamnya kan mama jadi bahagia banget ngeliat kita ngumpul gini."
Mama menyiapkan piring makan papa Adi di meja makan. Malam itu soto ayam buatan mama Maya langsung habis tak tersisa di tangan mereka.
"Oh iya Ca, kemarin papanya Kevin telpon papa, kemungkinan minggu depan mereka akan kemari melamarmu."
Bbbuuaah.... uhuk uhuk....
Caca tersedak dan memuntahkan air yang diminumnya terkejut dengan rencana lamaran Kevin.
"Pah asal tau aja Pah, Kevin itu bukan cowok baik-baik buat Caca." sahut Rendi.
"Udah lah Ren, papa mau keluarga ini adem ayem lagi jangan buat makin panas, ngerti dong Ren."
Papa meminta mama Maya menuangkan air putih ke gelasnya.
"Pah, kak Rendi itu bener, Kevin itu brengsek." tekanan marah ada di ucapan Caca.
__ADS_1
"Maksud kamu?"
"Papa tau pas Caca ke Bali nyamperin Rani, Caca ketemu Rendi dia kerja jalanin usaha galeri disana sama yang namanya, emmm siapa Yang?"
"Kelly." sahut Rendi.
"Siapa Kelly ?" tanya Mama Maya.
"Temennya Mah, temen ya Mah bukan pacar Rendi."
Caca menegaskan kata - katanya membuat Rendi berusaha menyembunyikan tawanya.
"Lalu..?" sahut Papa Adi penasaran.
"Kevin nyamperin Caca ke Bali terus ketemu Kelly nah ternyata Kelly mantannya pah."
"Cuma mantan Ca, brengseknya dimana?"
Papa menggeleng dan tertawa ringan .
"Brengsek dong Pah, mereka selingkuh mereka begituan di dalam mobil di parkir ngumpet deket galeri coba tuh, kesel kan pah?" Caca menusuk-nusuk meja dengan garpu ditangannya.
"Begituan gimana Ca?" tanya mama masih belum paham.
"Mah begituan, sesss..." sahut Rendi berbisik
"Apa sih sesss apa gak jelas."
"Sex mah SEX..!"
"APA...??!! Astagfirullah...!!!" sahut mama menutup mulutnya dengan jemari.
BRAK....!!!
Papa Adi berdiri memukul meja dengan keras membuat mbok Nah dan Bibi Ncis mengintip, khawatir takut Pak Adi dan Rendi terlibat pertengkaran lagi.
"Papa mau kalian putus Ca!"
"Tenang Pah, Caca langsung putusin saat itu juga, terus gantinya Caca langsung ketemu calon suami."
"Calon suami..?"
"Iya Pah nih calon suami Caca." Caca menggenggam tangan Rendi menunjukkannya pada Mama Maya dan Papa Adi.
Hening tanpa ada yang bersuara saat itu. Papa Adi melangkah ke luar dari ruang makan menuju ruang kerjanya tanpa sepatah kata apapun.
****
Bersambung...
__ADS_1