Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Hampir saja


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘😘


*****


"Ya udah ayo pulang tiba-tiba panas gue ini bawaannya." Rani mengibaskan tangannya dengan nada kesal.


"Ya udah ayo gue antar pulang." ajak Rendi menawari Caca dan Rani tumpangan.


Mereka bertiga menuju parkiran mall. Caca berusaha melirik Rani yang masih tak mau bicara dengannya sepanjang berjalan ke arah parkiran.


"Ini mobil Lo, Ren? wuihhh keren banget." ucap Rani saat memasuki mobil SUV milik Rendi.


"Ah masa sih biasa aj sih, banyak yang lebih keren dari mobil gue." jawab Rendi merendah.


"Bokap elo pasti tajir ya, Ren?" tanya Rani kepo banget ini anak ya sama Rendi sok tau pula.


"Hahaha bokap, gue gak kenal sama yang namanya bokap, ini semua hasil jerih payah gue dari ngelukis." ucap Rendi dengan sombongnya sambil menyalakan mesin mobilnya.


Rani dengan cepat duduk didepan disampingnya Rendi dan Caca memilih duduk di bagian belakang. Sesekali Rendi melirik kearah Caca melalui kaca spion mobilnya. Caca hanya bisa tertunduk atau memandangi jalanan sekitar dari jendela mobil Rendi.


"Trus emang bokap Lo udah gak ada eh maaf ni ya sebelumnya, gue gak sopan tanya - tanya soal bokap elo." ucap Rani.


"Gak apa-apa kok, bokap gue masih ada, cuma males aja bahasnya." jawab Rendi sambil tersenyum tipis ke arah Rendi.


Haduh ganteng banget sih nih cowok, fix ini mah jodoh gue, yang kayak gini gak bakal gue lepas nih.


batin Rani sambil menatap ke arah Rendi dengan pandangan takjub dan terpesona.


"Ohhhh oke maaf deh maaf ya tapi kalau dipikir-pikir Lo sama Caca tuh sama deh sikapnya kalau bahas soal orang tua kalian tuh males banget bawaannya buat bahas." ucap Rani sekenanya.


Rani menoleh ke arah belakang untuk melihat Caca. Ternyata Caca sudah terlelap di kursi belakang dengan posisi santainya.


Ih ***** banget loh Ca, udah tidur aja mana di mobil Rendi pula malu-maluin tau gak, bukannya jaga sikap duh...


batin Rani yang sedang merasa marah dan kesal ketika mengetahui cerita pertemuan Caca dan Rendi sebelumnya tetapi Caca malah tak pernah berusaha untuk membalasnya. Rani merasa terkhianati karena itu, karena sahabatnya itu tidak cerita ke dia mengenai pertemuannya dengan Rendi.

__ADS_1


Sebenarnya Caca hanya pura - pura tertidur, ia menutup mata hanya karena enggan ikut serta mengobrol dengan Rani dan Rendi.


"Sepi banget sih, setel musik ya Ren?" pinta Rani yang langsung menyetel musik di mobil milik Rendi.


Sepanjang jalan menuju rumah Caca dan Rani hanya alunan lagu di radio mobil yang terdengar mengiringi perjalanan mereka.


"Bentar - bentar, ini kan jalanan rumah Caca, kok elo udah tau Ren hapal bener nih kayaknya?" tanya Rani penuh selidik.


"Oh gue pernah anter Caca pulang." jawab Rendi dengan santainya.


Bagus.... bisa - bisanya elo Ca nikung gue gini, paham banget si Rendi sama elo nih, bagus banget elo ca bikin hati gue cemburu kayak gini bikin gue makin panas aja sama elo ihhhh.


gumam Rani dengan rasa kesalnya. Apalagi ucapan Rendi tadi makin membuatnya kesal saja Rani sama Caca. Namun ada kesenangan yang dia dapat kan, karena itu pertama kalinya dia dengar ada cowok yang bisa mengantar Caca pulang. Jauh di lubuk hati Rani dia juga merasa bahagia karena ini pertama kalinya juga Caca membiarkan dirinya diantar pulang seorang pria.


Gue seneng sih dengernya tapi huh tetap aja kok gue nyolot ya Ca, batin Rani.


"Stop Ren, gue turun sini aja, rumah gue ada sebelah situ tinggal jalan dikit." ucap Rani sambil menunjuk arah rumahnya.


"Oh oke, elo gak mau bangunin Caca tuh yang lagi tidur?" tanya Rendi menoleh ke arah Caca di kursi belakang.


"Jangan gitu Ran, kok elo jadi marah sama Caca?" sambil mencoba menahan Rani yang sudah terlanjur turun dari mobil dan menjauh tak mau mendengarkan Rendi lagi.


Rendi melihat Caca dikursi belakang yang kali ini sudah terlelap betulan dengan air liur yang hampir menetes. Rendi tertawa melihatnya dan dengan sigap mengabadikan momen tersebut dengan ponselnya. Rendi menyeka air liur Caca yang hampir menetes dengan tisu yang ada dikotak tisu dashboard mobilnya.


Akhirnya Rendi melanjutkan menyetir mobilnya ke arah rumah Caca yang ternyata hanya beda dua blok dengan Rani.


Pantas saja mereka berteman dekat, rumahnya aja deket gini, batin Rendi.


Rendi turun dari mobilnya dan membuka pintu belakang tempat Caca berada secara perlahan. Dia tak tega membangunkan Caca yang terlelap. Dilihatnya wajah Caca dengan seksama. Caca terlihat sangat cantik apalagi ditambah sorotan lampu tiang yang memantulkan kearahnya.


"Langit enggak sedih apa yak, ini ada bidadari turun ke bumi gini gak dicariin." gumamnya


Haduh gombal banget gue kata - kata apa itu barusan dari mulut Lo Ren, batinnya.


Rendi akhirnya memutuskan untuk menggendong Caca yang terlelap. Namun saat dia mulai menyentuh bagian bawah paha Caca, si Caca lalu terbangun dan terkejut karena di depan wajahnya ada wajah Rendi yang saling berhadapan.


Caca reflek mendorong tubuh Rendi namun Rendi malah terpeleset dan wajahnya terjerembab di antara paha Caca.

__ADS_1


"Eh, kok gini." spontan Caca berucap.


Caca mencoba mengangkat pundak Rendi, namun saat Rendi mengangkat kepalanya dia malah mengantuk dagu Caca .


"Aduh, sakit." ucap Caca sambil mengelus dagunya.


"Aduh maaf maaf gue gak sengaja Ca, tadinya gue mau bangunin Lo." ucap Rendi.


Tanpa sadar mereka saling bertatapan lalu dengan spontannya kedua tangan Rendi memegang pipi Caca.


Malam itu terbesit keinginan Rendi ingin mencium bibirnya Caca.


Caca tersadar dan menepis kedua tangan rendi dan mendorongnya bergeser lalu Caca turun dari mobil langsung masuk pagar rumahnya tanpa menoleh dan berjalan menunduk.


Pipinya memerah malu karena hampir saja dia membiarkan Rendi menciumnya.


"Duh **** banget gue, abis deh gue, marah deh Caca sama gue, **** banget elo Ren." gumam Rendi sambil mengetuk kepalanya dengan tangannya lalu menutup pintu mobilnya.


Dilihatnya kamar atas itu yang barusan lampunya menyala, mungkin kah itu kamar Caca, batinnya.


Mesin mobil menyala lalu dia putuskan melajukan mobilnya dan pulang.


****


Bersambung...


duuhhh author auto baper nih nulisnya... 😂😂😂


Tengok novel ku lainnya ya


- Pocong Tampan


- 9 Lives


- Gue Bukan Player


Vie love you all readers....😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2