
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
Rendi memenuhi janjinya membawa Caca menuju kerumah neneknya.
"Bentar yak, aku mau mampir xxmart dong haus nih." pinta Rani.
"Hooh laper nih mau cari Roti." sahut Ivan.
"Kok Nayla gak di ajak sih Ren?" tanya Anto berharap Rendi menelpon Nayla untuk menyusul mereka.
"Gak usah...!!" Rani menatap Anto tajam dan mendelik saat mengucapkannya.
Anto menundukkan matanya tak berani menatap bola mata kakaknya yang hampir copot itu.
"Tuh berhenti didepan kak!" perintah Caca.
Rendi memarkirkan mobil sewaanya itu di depan toko itu. Mereka semua turun dari mobil.
"Diseberang ada gorengan tuh aku kesana yak." ucap Caca.
"CACA AWAS...!!!"
Teriakan Rani sudah terlambat, Caca terhantam mobil minibus yang oleng karena supir yang mengantuk saat Caca menyebrang.
Rendi berlari memeluk Caca merebahkan kepala Caca di pangkuannya sambil menangis. Dari kepala belakang Caca mengalir darah dengan deras.
Rani menghampiri Caca dia menangis meneriakkan nama Caca disampingnya ada Anto yang juga meneteskan air matanya ditambah dengan para warga yang berhamburan mengelilingi mereka. Ivan berusaha menghubungi polisi agar menangkap supir yang sekarang ditahan warga setempat.
***
Di rumah sakit.
__ADS_1
Rendi menelpon Papa Adi dan Mama Maya tentang kabar kecelakaan Caca. Dia terpaksa melakukannya karena Caca butuh donor darah terlebih dari keluarga terdekatnya. Rendi juga menyuruh Ivan dan Rani untuk mengajak nenek Caca kerumah sakit ini.
"Emang golongan darah kak Caca apa Ren?" tanya Anto.
"Golongan darahnya B, sedangkan gue A."
"Yah aku juga A, kak Rani kayaknya O deh Ren semoga dia cepat sampe sini." ucap Anto.
"Ya semoga bokap gue juga O karena setau gue golongan darah mama A sama kayak gue ." ucap Rendi penuh harap.
Dua jam kemudian Papa Adi dan Mama Maya datang.
"Mama langsung pesen tiket pesawat yang bisa langsung kesini, gimana Caca?" mama memeluk Rendi dengan erat.
"Iya gimana Caca ?" tanya papa penuh harap juga.
"Masih belom sadar yah, mah, dia butuh darah B, mungkin papa cocok?" tanya Rendi pada ayahnya itu.
"Kamu yakin dia B Ren?"
Ada gurat bingung di wajah Papa Adi saat itu sambil berjalan mondar - mandir tak jelas arahnya.
"Mas kenapa?" tanya mama Maya.
"Aku itu A terus setahuku si Mirna juga A, kenapa Caca bisa B." jawab Papa Adi.
"Sudah nanti saja dibahas kita cari ke bank darah terdekat yang bisa kasih kantong darah yang cocok ke Caca." ajak Mama Maya.
"Mama di sini aja sama Anto, biar aku sama ayah yang cari." sahut Rendi lalu mengajak ayahnya untuk mencari informasi bank darah terdekat.
***
Saat Papa Adi dan Rendi kembali tanpa hasil,
Nenek Lastri datang juga akhirnya kerumah sakit, sayangnya golongan darah sang nenek juga A. Untungnya golongan darah Ivan B dan Rani bergolongan darah O yang bisa menolong Caca saat itu.
__ADS_1
Rani dan Ivan diperiksa kesehatannya dan dinyatakan sehat untuk mendonor kan darahnya pada Caca.
"Nel ada yang ingin saya tanyakan?" ucap Pak Adi pada Nek Lastri.
"Kenapa Di? oiya apa kamu sudah nyekar ke makam Mirna?" Nek Lastri balik bertanya.
"Sudah Nek, anu saya mau menanyakan kenapa mmmm gimana ya Bu, mmm itu si Caca kok iso Bu golongan darahnya B?"
Nek Lastri terdiam, ia memandang langit hitam itu dari jendela rumah sakit. Setetes air mata jatuh di pipinya, teringat akan masa lalu yang ia buat bersama Mirna.
"Ada apa Nek, apa saya salah bicara?" tanya Pak Adi heran melihat ibu mertuanya itu menangis.
"Maafkan Mira ya Di." ucapnya lirih yang kini memeluk Pak Adi berusaha memohon ampun dari Pak Adi.
Terbesit di pikiran Bu Maya yang mendengar penyataan Nenek Lastri tentang Mira sahabatnya itu.
Apakah Mira seberani itu selingkuh? bukankah dia sangat mencintai Mas Adi? apakah Caca bukan anak Mas Adi?
Batin Ibu Maya memandang lekat ke arah Nek Lastri penuh rasa penasaran.
Di sudut sana depan pintu ruangan operasi Rendi sedang berusaha memahami pembicaraan kedua orang tuanya dan Nenek Lastri.
Ada harapan di hati Rendi, harapan yang selama ini ia dambakan ia inginkan dan keajaiban itu mungkin saja datang menghampiri nya kali ini, semoga saja jika benar, bahwa ia dan Caca ternyata...
tak sedarah.
***
Bersambung
Happy Reading
Jangan lupa Vote, Like dan Komennya yak
😘😊🤗
__ADS_1