
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
"Aku pas denger rumah dijual kirain gak bisa ketemu Mbok Nah lagi tau." Caca mengusap air matanya masih terisak.
"Mbok juga pikir gitu non, tapi Bu Maya baik banget, mbok disuru kerja di sini. Dia bilang kalo non Caca nanti tinggal di sini ada mbok yang bisa ngurusin non." jawab mbok Nah
"Udah kurus mbok ngapain di kurusin lagi, liat tuh macam anak kurang gizi tuh." celetuk Rani menggoda Caca.
"Sial lo!" umpat Caca
"Lah bener kan? pasti elo gak punya temen, gak ada yang ngajak jajan iya kan?" goda Rani.
Caca memasang tampang cemberut seketika.
"Yaudah... bentar mbok bikin makanan kesukaan non ya, udang goreng tepung saus padang." ucap Mbok Nah
"Ide bagus mbok, aku juga laper sama telor ceplok ya mbok." Rani mengedipkan matanya kearah mbok Nah.
"Sepuluh ribu ya non, kalau tambah es teh manis jadi lima belas ribu." goda mbok Nah lalu pergi ked apur.
"Ah sue lu mbok untung tua Lu." gumam Rani.
Pletak....!!!
Caca menjitak kepala Rani barusan.
"Gak sopan mbok gue tuh." ucap Caca.
"Kamar kamu yang diatas sebelah pojok kanan itu yak?"
Rendi membawa koper Caca dan dua buah tas berwarna cokelat dan hijau tua.
"Hmmm tunggu Ren, eh kakak, itu yang warna hijau punya siapa ya?" tanya Caca yang harus terbiasa memanggil Rendi dengan sebutan kakak.
"Punya gue! kan tadi gue mau ajak elo nginep di hotel jadi gue udah bawa baju baju gue dong pas pesen taxi buat jemput Lo tadi." sahut Rani.
Rani meraih tas hijaunya dari Rendi.
"Ayo tunjukkin gue kamarnya Ren!" ucap Rani.
Caca mengikuti keduanya.
"Eh maaf den baru aku rapihin kamarnya." suara itu datang dari dalam kamar yang dibuka Rendi.
__ADS_1
"Iya gak papa , oh ya kenalin ini Bibi Ncis." ucap Rendi.
Si bibi menyodorkan tangannya pada Caca.
"Kenalin aye non, Buncis panggil aja Bibi Ncis yak." sambil tersenyum.
"Buncis, pasti sodaranya kacang panjang ya Bi?" tanya Rani menahan tawa.
"Itu mah sodara tiri non, saya iparnya tomat ijo sama sepupunya kacang tanah." sahut bibi Ncis membalas Rani.
"Hahaha bibi lucu kaya mpok Omas."
Rani makin tertawa karena memang sekilas Bibi Buncis memang mirip komedian Mpok Omas ditambah logat Betawinya yang khas.
"Etdah enak aja Mpok Omas, saya mah mirip mbak Aiyu." sahutnya
"Aiyu siapa Bi?" tanya Caca kali ini.
"Itu loh penyanyi Korea yang main pelem juga tulisan namanya huruf I sama U cakep dah orangnya mirip sama bibi." ucapnya dengan percaya diri.
"Ohhh.... I..U..."
ucap Caca dan Rani bersamaan paham dengan artis yang di maksud.
"Oh iya nama saya Caca." ucap Caca.
Mereka pun tertawa terlebih Caca tertawa sambil memukul mukul bahu Rendi tanpa sadar saking senangnya.
"Eh maaf kak." ucap Caca
"Gak papa kok sayang." balas Rendi
"Apaan gue denger barusan?" tanya Rani.
Caca sadar Rendi keceplosan lalu ditariknya Rani menuju jendela kamarnya dan menunjuk-nunjuk pemandangan kolam renang yang terlihat dari jendela kamarnya agar mengalihkan perhatian Rani supaya lupa sama omongan Rendi tadi.
Duh keceplosan gue, padahal gue seneng banget bisa liat Caca ketawa kaya tadi, kangen banget gue pengen peluk dia. Yaa Allah ampuni hamba jangan buat aku baper please, dia sekarang adek hamba. batin Rendi.
***
Caca terbangun dari tidur siangnya dilihatnya Rani yang menatap ke arah luar dari jendela sambil mengunyah pilus dari tangannya.
"Jam berapa Ran?" tanya Caca.
"Jam empat." sahutnya
"Elo ngeliatin apa Ran?" tanya Caca lagi kepo kali ini.
__ADS_1
"Ran.... WOI...!! elo ngeliatin apaan?" tanya Caca kesal karena Rani tak mengalihkan pandangannya dari tadi.
"Gue liat roti sobek Ca, cakep bener dah."
Terlihat Rani menelan air liurnya dan menyeka bibirnya takut air liurnya menetes melihat pemandangan dibawah itu.
Penasaran akhirnya caca mendekati Rani dan ikut melihat pemandangan dibawah itu.
Whaaat...!!! gilakkkk paraahhhh....!!! adegan berenang Rendi ini emang bikin anak perawan pada anget nih rahimnya. Cuma pake celana kolor sedengkul plus roti sobeknya kemana - mana sambil timbul tenggelam di air kolam terus pas timbul rambut basahnya di hempas - hempaskan duh langsung bikin jantung gue mau copot ini, pantesan Rani betah liatnya.
"Cakep kan Ca, bikin betah?" tanya Rani.
"Hooh." Caca mengambil pilus dari tangan Rani ikut mengunyah nya.
"Pelukable banget tuh cowok Ca, bayangin elo nyender dibahu bidangnya tus peluk ngedusel dusel didadanya sambil sentuh-sentuh roti sobeknya." Rani mengusap air liurnya yang hampir menetes.
"Hooh." Caca mengambil lagi pilus dari tangan Rani.
"Haduh bibirnya Ca, seksi banget kalah imajinasi seorang Kim Taehyung buat gue kalo liat Rendi begini, ckckckck bibirnya itu cipokable banget lagi, gimana rasanya yak?"
"Manis nagihin." sahut Caca.
kriukkk kriukkk
"Whatt... berarti elo pernah dong mmuah mmuah?" Kali ini pandangan Rani sudah beralih kearah Caca.
Caca mengangguk pelan masih memandangi Rendi di bawah sana.
"Terus ngapain aja elo Ca sama Rendi? Abang lo tuh Ca." pekik Rani.
"Ya mana gue tau dia abang gue, dasar tutup panci!" Caca mulai sewot dengan penekanan Rani mengenai kata "Abang Lo"
"Lagian kita cuma pernah ciuman doang kok gak lebih." gumam Caca .
"Ohhh kirain udah nge depe lho, apa nyicil kuping." ucap Rani meledek.
"KAMPRET...!!!" teriak Caca.
Rani berlari meninggalkan Caca yang siap memukulnya dengan bantal.
Caca kembali menoleh ke arah Rendi dari jendela.
Duh... kenapa Tuhan ciptakan engkau untuk menjadi kakak ku sih, Ren...
***
Happy Reading
__ADS_1
Jangan lupa, Vote like dan komennya yak biar author semangat nulisnya. 😘😘😘