
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Hah..!!! elo Nay..." Ucap Rendi kaget dengan kehadiran Nayla.
"Hahahaha elo ngapain? Kesandung lo sampe jatoh gitu." ucap Nayla tertawa melihat Rendi yang jatuh duduk kelantai.
Nayla melihat bayangan dari dekat Rendi didekati nya perlahan, tadinya Rendi mencoba untuk mencegah Nayla namun sosok mungil Caca sudah terlanjur terlihat oleh Nayla.
"Hai...!" sapa Caca pelan agak malu.
"Hai...! kok elo ada disini ngumpet ngumpet lagi?" tanya Nayla.
"Eng enggak ngumpet kok lagi liat pojokan sini aja." jawab Caca gugup.
"Udah udah kebawah yuk kita ngeteh Pa Parno udah dateng kan pastinya." ucap Rendi sembari berdiri merapikan bajunya.
"Ya udah lah, ni buktinya gue bisa masuk." ucap Nayla sambil memperhatikan Caca dari atas kepala sama ujung kaki.
"Ayo kebawah!!" perintah Rendi sembari mendorong punggung Nayla perlahan kearah luar ruangan. Lalu dia kembali menggandeng Caca dan Caca pun berbisik pelan
"Maafin aku yak, kamu gak sakit kan?"
"Sakit sih, tapi awas yak aku lanjutin nanti nandainnya." goda Rendi
"Gak mau, gak mau lebih dari tadi awas kamu yak!!" geram Caca lalu melepas genggaman Rendi lalu mencubit pinggang Rendi.
Rendi menutup mulutnya demi menahan sakit cubitan Caca agar tidak bersuara dan dilihat Nayla.
***
"Eh iya tadi nama Lo siapa?" tanya Nayla pada Caca sembari menyeruput teh panas buatan Pak Parno.
"Nama gue Caca." jawab Caca
__ADS_1
"Oh... siapanya Rendi?" tanya Nayla
"Pacar gue Nay." potong Rendi
"Uhuk uhuk" Nayla kaget dengan perkataan Rendi yang tiba-tiba hingga memuntahkan teh panasnya.
"Eh Lo gak papa, gue ambilin air putih yak?" Caca berusaha menepuk punggung Nayla namun Nayla menepisnya.
"Gak usah gue gak papa kok." jawabnya lalu Nayla menarik tangan Rendi menjauh dari Caca.
Caca melihat Nayla dan Rendi namun dia tak dapat mendengar percakapan mereka. Sepertinya Nayla kelihatan kesal dengan pernyataan Rendi barusan.
Caca semakin memperhatikan sambil meminum teh panas nya sedikit demi sedikit.
Perdebatan itu akhirnya selesai lalu Nayla memeluk Rendi dan pamit.
"Haaahhh apa yang gue lihat barusan, ngapain tuh cewek peluk-peluk Rendi, jelas - jelas tadi Rendi bilang gue pacarnya, tipe-tipe pelakor nih huh." gumam Caca kesal.
Caca berdiri dan minta pamit pada Rendi hendak pulang, Rendi berusaha mencegah dan menawarkan untuk mengantar Caca pulang. Sebenarnya Caca ingin menepis ajakan Rendi namun ia lupa membawa dompetnya dan akhirnya Caca menurut diantar pulang Rendi.
***
Setelah kejadian tadi, Caca tak berani bertanya pada Rendi perihal apa yang dia bicarakan dengan Nayla. Padahal hati nya penasaran sekali namun tak beranj menerka - nerka.
"Ca, besok ikut aku ya?" Rendi membuka suara dikeheningan itu.
"Mau kemana?" tanya Caca
"Nayla mau ngajak ke wahana Taman Ria XX yang baru buka itu." ajak Rendi
"Loh kenapa ajak aku? kan dia ngajaknya kamu pergi aja sana berdua!" Caca berucap sambil menolehkan arah pandangannya ke kaca menghindari tatapan Rendi.
"Hmmmm cemburu yak?" goda Rendi sambil mencolek dagu Caca.
"Ih apaan sih siapa yang cemburu." sungut Caca.
"Itu buktinya kesel sama aku."
__ADS_1
ucap Rendi menggoda Caca sekali lagi dengan mencolek pipinya kali ini.
"Ih apaan sih." tepis Caca
"Gini ya sayangku cintaku bidadari ku, Nayla itu cuma temen aku dari kecil." Rendi mencoba menjelaskan sambil menyetir.
"Temen sih peluk-peluk huh." Caca menolehkan wajahnya ke arah berlainan tanda kesal.
"Oh... itu toh dia udah biasa kaya gitu ke aku." jawab Rendi
"Udah biasa kaya gitu sama temen dibiasain? ckckckck."
"Cie makin cantik aja nih kalo lagi marah." goda Rendi
"Oke, oke mulai sekarang aku menghargai kamu untuk melarang Nayla peluk aku, oke..?" sambil berusaha membelai rambut Caca.
"Dah sampe, aku gak mampir yak, mau ketemu Mama dulu." ucap Rendi lalu turun membuka pintu mobil untuk Caca.
Seperti biasa Rendi memegang kedua pipi Caca berusaha untuk mengecup bibir manis Caca.
Caca menepisnya lalu berlalu tanpa menoleh ke arah Rendi.
"Cieeee masih ngambek nih!!!" teriak Rendi sambil tertawa kecil lalu masuk ke dalam mobilnya dan melaju.
Sampai di depan gerbang rumah Caca sosok papa Adi sudah berdiri di balik gerbang.
"Dari mana kamu Ca?"
"Eh papa, kok dirumah?" balas Caca
Duh papa liat gue gak ya sama Rendi
batinnya.
***
bersambung...
__ADS_1