
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Apa kabar Bu sehat?" ucap Bu Retno mencium pungung tangan Nek Lastri dan mencium pipi kanan kiri Nenek.
"Baik alhamdulillah Bu, oiya ini Caca, Caca salim sama Bu Retno."
Nenek Lastri menarik tangan Caca agar mau menjabat tangan Bu Retno.
"Wah sudah sepuluh tahun ya kira-kira, kamu masih inget gak sama saya cah ayu?" tanya Bu Retno pada Caca.
Caca hanya tersenyum melihatnya sejujurnya dia lupa dengan sosok ibu itu namun dia tak enak jika harus jujur.
"Apa kabar dengan Mirna Bu?" tanya Bu Retno.
Nek Lastri menghela nafas dan memberitahukan bahwa Mirna sudah meninggal.
"Maaf kan saya, lalu ini siapa?" Bu Retno mengarahkan pandangannya pada mama Maya.
"Saya istri pertamanya Pak Adi." ucap Mama Maya.
Bu Retno mengangguk seakan mengerti tentang drama percintaan yang Pak Adi punya itu.
"Ada yang bisa saya bantu Bu?" tanya Bu Retno.
"Begini, saya sudah menceritakan kejadian yang sebenarnya sama cucu saya, sekarang dia mau lihat makam mamanya." ucap Nek Lastri merangkul pundak Caca dengan jemarinya.
Bagaimana takdir bisa kebetulan seperti ini angel, tadi lelakimu yang mencarimu sekarang anakmu apakah mereka tadi bertemu ya di depan rumah ini.
Batin Bu Retno sambil menatap ke arah Caca.
"Nanti saya antar ke makam Angelica, mamamu."
"Kenapa gak sekarang aja Tante?" tanya Caca.
"Loh kita makan dulu kebetulan hari ini Tante masak soto ayam pasti kalian lapar sampe sini, sekalian nanti saya tunjukkan foto mamamu yang cantik." ucapnya.
Mereka pun mengikuti kehendak Bu Retno untuk makan siang disana.
"Ini foto angel mama mu cantik kan?" Bu Retni mengulurkan sejumlah foto ke arah Caca.
"Mirip mama Mirna ya nek?" ucap Caca.
__ADS_1
"Loh kok iya mirip banget sama Mirna, Nek." Mama Maya ikut mengomentari foto yang ada di tangan Caca.
"Jangan-jangan kembaran Mirna Bu." Papa Adi juga ikut mengomentari foto wanita yang bernama Angel itu.
"Kalopun saya mempunyai cucu kembar toh mereka semua sudah tidak ada, sekarang saya hanya punya kalian terlalu rumit takdir dunia ini untuk saya ternyata." ucap Nek Lastri."
"Jadi Mama nya Caca ternyata kembarannya Mama Mirna Nek?" tanya Caca dengan mata berbinar.
"Mungkin ndok, anak tunggal ku papanya Mirna ibunya Mirna juga sudah meninggal siapa yang bisa aku tanyai."
"Takdir ini rumit yak." sahut Bu Maya.
Mereka sekarang diarahkan ke makam Angelica yang jaraknya tak jauh dari panti asuhan.
Caca menaburkan bunga dan air mawar yang dia bawa, tak lupa juga ia kirimkan doa dan surah Yasin untuk mama yang tak pernah ia kenal itu.
***
Ivan dan Rani datang lagi ke galery tempat Rendi bekerja di Bali.
"Elo kenapa sih menghindar gitu dari keluarga elo, dari kita?" tanya Rani yang mulutnya sibuk mengunyah suapan kentang goreng dari suaminya.
"Buat apa Ran, toh papa lebih milih Caca kan."
Jawab Rendi menenggak sekaleng soda di tangannya
"Emang dari dulu juga ternyata papa lebih milih berada dengan keluarga dia dibanding keluarga gue."
"Kok jadi gini sih, kemaren elo biasa aja deh sekarang jadi cemburu sama Caca gara-gara bokap Lo lebih milih Caca dibanding elo, ckckkc harusnya elo cemburu gara-gara Caca pacaran sama Kevin."
"Nah betul itu." sahut Ivan membenarkan penjabaran istrinya itu.
"Hai Rendi, siapa nih?"
seorang perempuan blasteran bule menghampiri Rendi lalu duduk ditepi kursi dan merangkul Rendi.
"Temen ku dari Jakarta kenalin nih." sahut Rendi
"Hai aku Kelly pacarnya Rendi."
"HAH... PACAR ...!" Rani dan Ivan menyahut bersamaan.
Setelah bersalaman Kelly pergi kedalam untuk menerima telepon untuknya.
"Elo udah move on dari Caca?" tanya Rani penasaran.
__ADS_1
"Caca aja move on dari gue kenapa gue enggak."
"Eh cumi dia kan nerima Kevin karena dia pikir elo abangnya."
"Sekarang kan dia udah tau gue bukan abangnya."
"Ya terus kenapa ?" Sahut Rani kesal.
"Cari gue lah, kalo emang cinta sama gue."
"Eh kadal Afrika elo aja menghilang, nomer gak aktif gimana mau hubungin elo."
"Dunia gak sempit amat kali buktinya elo ketemu gue."
"Rendi elo tuh ya bener - bener .."
"Beb jangan piring ini dong, nanti kena ganti kita kalo pecah." Ivan mengambil piring dari Rani karena Rani hendak melemparkannya ke arah Rendi saking gemasnya.
"Diam kamu... Gak liat nih udah pasang kuda-kuda kayak gini." sahut Rani.
"Udah beb malu diliatin orang."
sahut Ivan menenangkan Rani namun gagal.
"Rendi...!!!! mau kemana elo gue belom selesai...!!!
Rani berteriak ke arah Rendi yang pergi menjauh melempar sandalnya ke arah punggung Rendi namun tak sampai.
Rendi memamerkan punggung nya dan melambaikan tangannya ke atas pamit pada Rani dan Ivan.
"Kampret tuh orang, beb ambilin sandal aku." pinta Rani.
"Tadi yang lempar siapa?"
"Beb sandal sebelahku masih ada nih jangan sampe mendarat dimukamu nih beb."
"Yayayaya tahan aku ambil nih."
Sompret loh Ren bikin bini gue ngamuk aja bisa gak dapet jatah nih gue semaleman gara-gara dia badmood.
Ivan berlari mengambil sandal Rani lalu memakaikannya di kaki Rani dan mereka pulang ke hotelnya.
***
Bersambung...
__ADS_1
Happy Reading...
Votenya ya please....😘😘😘