
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Anto ya ampun astagfirullah, nanti kan mau tahlilan kenapa berantakan gini sih?" mama Devi meneriaki Anto sambil menggendong cucunya.
"Ini kan gara-gara kak Rendi mah bawa rujak bebek numpahin ke muka aku nih panas semua muka aku, mana aku udah perawatan lagi bareng Nayla." Anto menggerutu dengan kesalnya.
"Pokoknya mama gak mau tau kamu beresin semuanya, sekarang...!!!" perintah mama Devi pada Anto.
"Iya iya Anto beresin." sahut Anto sambil menggerutu membersihkan bekas tumpahan rujak bebek di lantai ruang tamunya.
Sementara Caca dan Rendi mencari keberadaan Ivan di sekeliling kompleks rumahnya dan ternyata Ivan sedang menikmati siomay Mang Ujang di taman kompleks.
"Tuh si Ivan asik banget dia lagi makan siomay disana." tunjuk Caca.
"Woi...!!!" Rendi menepuk punggung Ivan sampai Ivan terkejut dan tersedak.
"Uhuk uhuk, air, air." pinta Ivan.
"Air mana mang?" tanya Anan pada penjual siomay itu.
"Yah air galon saya habis den." sahut Mang Ujang.
"Terus gak ada air minum lagi?" tanya Rendi.
Mang Ujang menggeleng.
"Ya udah deh, nih Ivan minum dulu." Rendi menyodorkan segelas air putih pada Ivan yang langsung meminum habis air tersebut.
"Itu air dari mana den?" tanya Mang Ujang.
Rendi hanya terdiam menatap Ivan sambil meringis.
"Yang coba jawab itu air apa yang kamu kasih ke Ivan?" Caca juga bertanya pada Rendi.
"Hehehe yang penting kan Ivan udah gak keselek lagi." ucap Rendi mencari pembelaan atas kelakuannya yang salah itu.
"Elo kasih gue minum apaan Ren?" tanya Ivan mulai kesal.
"Hehehe gue kasih elo, kasih elo, air yang di botol itu." Rendi menunjuk ke arah air dalam botol di bawah gerobak sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Astagfirullah si aden, itu kan air keran dari pam sana, terus saya pakai buat air kukus siomay, jadi masih mentah airnya." sahut Mang Ujang.
__ADS_1
"Ah sompret Lo Ren." Ivan mengejar Rendi yang sudah berlari menghindarinya.
Caca hanya bisa tertawa bersama Mang Ujang melihat kelakuan kedua pria tersebut.
***
"Dah capek kejar-kejaran nya?" tanya Caca pada Rendi dan Ivan yang nafasnya sudah tersengal-sengal karena letih sehabis melakukan adegan kejar-kejaran di taman.
"Capek Yang, mau minum." sahut Rendi meminta air mineral yang Caca baru beli dari minimarket seberang Taman.
"Bagi Ren, minumnya sini!" Ivan langsung meraih botol yang airnya masih di minum Rendi.
"Ah kampret Lo Van, basah ni baju gue!" sahut Rendi penuh kekesalan.
"Bodo amat tadi aja elo kerjain gue minum air mentah." sahut Ivan yang tak kalah kesalnya.
"Udah-udah sih kayak masih bocah aja pada, Van gue mau ngomong sama elo nih tentang Rani." ucap Caca sembari duduk di kursi taman sementara Ivan dan Rendi duduk di lantai konblok dalam taman kompleks tersebut.
"Mau ngomong apa Ca?" tanya Ivan penuh ingin tahu.
"Elo harus jagain Rani ya." pinta Caca.
"Iyalah gue bakal jagain Rani, kan dia bini gue." sahut Ivan .
"Ih dengerin dulu, elo harus benar-benar ekstra jagain Rani, dan untuk sementara elo jauhin dulu Cella dari maminya." Caca mencoba menjelaskan keadaan emosional Rani pada Ivan.
"Ya kalau Rani mau nyusuin ya silahkan tapi harus elo awasin."
"Emang kenapa sih harus di awasi ada yang salah sama bini gue?" tanya Ivan makin tak mengerti dengan apa yang Caca katakan.
"Nih elo baca artikel ini." Caca menunjukkan artikel tentang baby blues yang dia cari di mesin pencarian internet pada ponselnya.
Dua orang remaja putri melintas di depan mereka sambil ber jogging ria. Keduanya membicarakan wajah Rendi yang memang langsung bisa membuat para hawa menyukainya. Meski kedua remaja tersebut berbisik-bisik namun mata mereka tak dapat berbohong karena terus menatap ke arah Rendi.
Caca mulai kesal dengan tatapan para gadis itu ke arah suami tercintanya. Tau kalau Caca dilanda cemburu, Rendi langsung menghampiri Caca merebahkan kepalanya di pangkuan Caca. Caca mengusap rambut Rendi dengan penuh kemesraan.
Kedua gadis itupun pergi menyadari bahwa Rendi sudah memiliki pasangan. Caca tersenyum puas melihat keduanya.
Ivan selesai membaca artikel yang Caca tunjukan tersebut.
"Nih Ca, hape Lo gua balikin, gue udah paham Ca, apa yang elo maksud." ucap Ivan seraya mengembalikan ponsel Caca.
"Terus gimana Van, elo siap kan bantu Rani?" tanya Caca.
Ivan langsung menarik lengan Rendi dan memeluk Rendi sambil menangis.
__ADS_1
"Huaaa terus nanti anak gue gimana keadaanya huaaaahuaaa." Ivan makin menangis sambil memeluk Rendi.
"Idih cakep-cakep pada hombreng cyiiin." ucap seorang ibu yang melintas di hadapan Ivan dan Rendi bersama temannya membicarakan Rendi dan Ivan.
"Lepas Van, lepasin gue, pada salah paham kan, masa kita dibilang... idih amit deh hiyyy." Rendi bergidik ngeri dengan ucapannya barusan.
"Tapi Ren gimana cara gue bantu Rani, terus gimana keadaan anak gue nanti?" Ivan menggunakan kausnya untuk membersihkan ingus di hidungnya.
"Hiiyy jorok Lo Van." sahut Caca melempar Ivan dengan botol kosong bekas air mineral.
"Dari pada gue telen ingusnya lebih jorok lagi hayo." sahut Ivan.
"Ih dasar, nih ya Van, pokoknya elo jangan buat Rani sedih, selalu bantu dia buat urus Cella, elo harus buat Rani happy terus biar dia gak stress ngurus bayi dan makin baby blues." ucap Caca memberi arahan.
"Ya deh nanti gue usahain." sahut Ivan.
"Jangan usahain tapi harus ya, kalau elo kerja minta tolong mama Devi buat bantu-bantu Rani, nah gue juga bakal bantu kok kan rumah kita deket jadi gue bisa sering-sering mampir." ucap Caca.
"Thanks ya Ca, elo emang selalu jadi sahabat yang baik buat gue sama Rani." ucap Ivan.
"Iya dong, makanya gue beruntung banget dapet Caca." sahut Rendi memuji istri tercintanya itu.
Mereka semua berdiri dan melangkah menju rumah Ivan.
"Ren, sorry ya tuh ada ingus gue di kaos belakang elo." ucap Ivan langsung berlari menuju rumahnya.
"IVAN.....!!!" teriak Rendi mengejar Ivan.
"Astagfirullah kelakuan kalian tuh bener-bener ya." gumam Caca sambil menggelengkan kepalanya.
****
Bersambung...
Mohon maaf jika masih ada typo.
Dear Readers tersayang mampir juga ke novel ku lainnya ya
- Pocong Tampan
- 9 Lives
- Gue Bukan Player
Jangan lupa di like, rate bintang lima dan vote yak...
__ADS_1
Vie love you all 😘😘😘