Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Reka Ulang Adegan


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


"Jadi gimana Ren?" tanya Rani.


"Gimana ya Ran gue jadian di mobil pas ujan." jawab Rendi.


"Waduh panas terik kaya gitu, gimana dong?" Rani melihat ke arah langit yang cerah.


"Tenang aja aku ada ide nih." Ivan menepuk dadanya bangga dengan ide brilian yang dia cetuskan.


"Ide apa beb?" tanya Rani penasaran.


"Udah pokoknya Rendi masuk mobil sama Caca, aku sama Anto kasih efek air, kamu beb rekam yak perjuangan aku." tutur Ivan.


"Serius elo Van, ah gila elo, gak mau ah pake di rekam." sahut Rendi.


"Lah emang kenapa kalo gue rekam buat kenangan elo berdua Caca juga kan?" tantang Rani.


"Masalahnya gue sama dia..."


"Apa...!! jangan-jangan elo nyicil kuping ya di mobil." Rani bertolak pinggang geram pada Rendi.


"Sial lo, pikiran gue gak sepicik itu tau." jawab Rendi ketus.


"Lah terus elo berdua ngapain?" tanya Rani penasaran.


Rendi memeragakan kedua tangannya seperti paruh burung dan menempelkannya.


"Yaelah timbang kissing doang aja gue pikir apa." sahut Rani.


"Lah gue malu Ran nanti Caca marah gimana?" Tanya Rendi agak ragu kali ini.


"Udah sana intinya elo mau ada secercah harapan cinta itu berkobar lagi kan?"


"Jadi sekarang tambah efek api gitu?" tanya Ivan seketika.


""Hadeehhhh tetep air bebeb... hujan hujan kaya yang tadi kamu bilang." ucap Rani

__ADS_1


"Kan kamu bilang berkobar, kirain aku mau main api." goda Ivan polos.


Rani menepuk jidatnya.


Caca sudah berada didalam mobil ditambah efek hujan yang di siramkan melalui air keran dari selang. Ivan harus membayar lumayan juga pada penjaga toilet mall dan satpam.


Anto membantu menciptakan efek hujan itu.


"Rendi masuk cepet...!! action..!!" perintah Rani.


"Jijik banget sih gue liatnya." sahut Nayla.


"Eh nenek lampir!! elo gak penting ada disini Udeh deh sana pergi...!!" sahut Rani.


Nayla bukan beranjak pergi malah masih menyimak berdiri di sudut parkiran memperhatikan adegan sinteron amatir di depannya itu.


"Ehmmm tus gimana Ren waktu kamu nembak aku?" tanya Caca saat Rendi masuk ke mobil nya.


"Gimana ya, sebenarnya waktu itu kita mau pulang, tus setel radio, bentar bentar.


Rendi mencari kata kunci Because You Love Me nya Celine Dion di ponselnya lalu memutar nya.


"Trus aku tanya kamu suka aku gak Ca..."


"Kamu gak jawab tapi kamu ngangguk." jawab Rendi.


"Udah gitu doang?"


"Ya udah terus..." Rendi mengigit bibirnya dan menyentuhnya dengan telunjuknya kode yang entah Caca paham atau tidak.


Caca terus memperhatikan Rendi mencoba untuk mengingat namun tak ada kenangan pun yang terlintas dipikirannya.


Rendi mendekati Caca kali ini mendekatkan wajahnya pada wajah Caca. Kedua mata mereka sudah saling menatap dengan nafas yang beradu.


Caca merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dan entah kenapa terasa hening suasana dalam mobil seolah dia juga mendengar suara detak jantung Rendi yang cepat.


Melihat adegan tersebut Nayla spontan beranjak maju menghampiri mobil Rendi namu Rani menahannya paksa dan menggelengkan kepalanya.


"Maju selangkah lagi gue patahin kaki elo kalo perlu." ancam Rani dan Nayla pun terdiam mematung.


"Kak, kamu mau apa?" ucap Caca lirih detak jantung dan nafasnya makin tak menentu lalu

__ADS_1


Cup


Bibir lembut Rendi mendarat di bibirnya namun kali ini Caca mendorong tubuh Rendi dan menampar pipi Rendi.


"Ma maaf kak." ucap Caca.


"Gak papa Ca, padahal dulu kamu gak gini." Rendi mengelus pipinya yang sakit.


Anto dan Ivan yang tadi nya melongo jadi ikutan mengelus pipinya mereka jadi ikut merasakan sakit kena tamparan sambil tangan yang satu menyemprotkan efek air hujan.


Rendi memberi kode pada Ivan dan Anto untuk menyudahinya efek airnya. Rani melihat wajah murung Rendi dan melirik wajah bahagia di Nayla.


"Dih dasar nenek lampir." gumam Rani.


"Oke kita udahan beb." sahut Rani akhirnya.


Ivan mengangguk lalu dia dan Anto mengembalikan selang airnya ke tempat semula.


Rendi hendak turun dari mobil dan Caca menahannya. Caca menarik kerah kaos Rendi dan


Cup


Caca memberikan kecupan pada Rendi lalu Rendi membalasnya. Sejenak mereka lupa menjadi tontonan Rani, Ivan, Anto dan Nayla yang terbelalak kesal.


Rani memeluk Ivan dan berjingkrak-jingkrak gemas melihat. Anto menutup matanya dengan jari-jarinya namun ia masih mencoba mengintip adegan tersebut.


"Kamu inget Ca?" tanya Rendi.


"Belum.." Caca menggeleng.


Terserah kamu mau inget apa enggak yang jelas aku seneng kalo masih ada aku di hati kamu.


Rendi memeluk Caca dengan erat.


***


Bersambung...


Jangan lupa Vote Like dan Komennya..


Happy Reading...

__ADS_1


😘😍🤗


__ADS_2