Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Keraguan Papa Adi


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


Keesokan hari nya Papa Adi menyuruh Rendi untuk menemuinya di kantor.


"Pagi yah, eh papah ja deh kaya Caca manggil papa." ucap Rendi memeluk papanya pagi itu.


"Iy terserah kamu."


"Kenapa sih pah, panggil Rendi kesini."


"Ren kamu tuh apa-apaan sih bilang si Caca itu calon istri kamu?"


"Tapi pah, Rendi cinta sama Caca dan aku janji akan membahagiakan dia." pinta Rendi


"Ren.. dia itu adik kamu."


"Adik...? jelas-jelas dia bukan anak papa."


PLAK... Papa tak sengaja menampar pipi Rendi.


"Maaf Ren maafin papa tapi bagi papa Caca itu akan selalu menjadi putri papa."


Rendi mengusap bekas tamparan papa di oioinya.


"Kamu tahu saat dia tahu kamu kakaknya dia pergi kan menghilang ke Surabaya, apalagi sekarang saat dia tau dia bukan anak papa."


"Rendi gak ngerti sama pikiran papa ."


"Kamu sadar dong watak keras Caca, dia akan makin menghilang dan mencari siapa keluarga sebenarnya."


"Tapi mamanya kan sudah meninggal pah."


"Tapi ayahnya belom Ren..!" Kali ini suara papa makin meninggi.


"Jadi Papa tak merestui Rendi sama Caca ?"


Papa menggeleng pelan rasanya papa tak sanggup jika suatu saat Caca pergi lagi dari dirinya.

__ADS_1


Tak ada jawaban dari mulut Papa nya Rendi memutuskan pergi membanting pintu kantor papanya itu.


"Papa harap kamu ngerti Ren..." gumam Pak Adi lirih.


***


"Ren kamu dimana?" suara Mama Maya dari ponsel yang menghubungi Rendi.


"Di galeri mah." jawab Rendi.


"Ini udah malam nak, kamu udah makan? kamu kapan pulang?" Bu Maya terlihat khawatir dengan keadaan Rendi apalagi Pak Adi sudah menceritakan semua pembicaraan dia dan Rendi pada Bu Maya.


"Udah makan mah, Rendi gak pulang banyak kerjaan di galeri, udah dulu ya mah."


Tut Tut Tut...


"Gimana ini mas? aku jadi khawatir sama Rendi." ucap mama sedih di meja makan.


"Kenapa mah, kak Rendi?"


tanya Caca sambil menyuapkan makan malamnya.


"Enggak papa mama cuma khawatir takut dia belom makan."


"Besok kamu pergi terapi kan? biar mama yang antar yak, papa mau ke Solo selama satu Minggu." perintah Pak Adi.


"Biasanya kan kak Rendi yang antar." sahut Caca.


"Iya Ca, mama aja yang antar abis kita antar Papa ke bandara ya, Rendi kan lagi sibuk di galeri." sahut Bu Maya menegaskan.


"Oke deh, tapi Mah, boleh lihat galeri kak Rendi? penasaran banget kali aja ada sesuatu yang bisa aku ingat." Caca meminum seteguk air dari gelasnya.


Bu Maya melihat kearah Pak Adi, ada anggukan dari kepala Pak Adi.


"Oke." jawab Bu Maya dengan senyum manisnya.


***


Setelah mengantar Pak Adi ke Bandara. Bu Maya dan Caca mengarah ke dokter untuk terapi Caca.


"Bagaimana dok perkembangan Caca?"

__ADS_1


Tanya Bu Maya pada dokter Raihan yang merawat Caca.


"Dari hasil CT scan masih ada gumpalan pada otak bagian kanan nanti perlahan tapi pasti dengan terapi di sini insha Allah gumpalan itu akan hilang, selebihnya kondisi Caca baik."


Dokter araihan menjelaskan.


"Tapi kok aku masih belum inget apa-apa ya dok?"


tanya Caca penuh keingintahuan.


"Pelan-pelan Ca jangan dipaksakan yah." pinta dokter.


Caca mengangguk, lalu mereka pamit dari ruangan dokter itu.


"Mah Caca mau ke galeri ya, please?" pinta Caca.


"Oke tapi mama gak bisa nemenin yak, mama ada janji arisan sama ibu-ibu komplek di Mall xxcity."


"Gaya banget deh mama, ini pasti dresscodenya ya merah-merah?" Caca menggoda Bu Maya.


"Hehehhe kamu tau aja, oiya ini uang kamu pegang nanti kalo gak ada Rendi kamu pulang naik taxi online ya, pake aplikasi di hape kamu, tau kan cara gunainnya?"


"Iya Caca masih inget."


"Nah itu inget, kok sama mama gak inget?"


Caca memeluk Bu Maya dengan erat seperti seorang putri kandung yang memeluk ibunya karena dia belum ingat siapa Bu Maya sebenarnya. Untungnya Bu Maya sangat menyayangi Caca seperti putrinya sendiri sebagai wujud permohonan maafnya pada Mirna sahabatnya itu.


"Dadah mah... ati ati yak." Caca melambai pada Bu Maya sesampainya di depan galeri.


Sepintas kenangan itu hadir saat dia memandang bubur ayam di seberang galeri. Dia ingat pernah makan bubur ayam di seberang bersama Rendi, ya dia melihat Rendi di pikirannya namun semakin dia paksa mengingat kepalanya terasa sakit berdenyut hebat dan akhirnya terlintas di ucapannya tanpa sadar yaitu...


"Bubur Abah KPop." gumamnya.


***


Bersambung...


Happy Reading...


Jangan lupa Vote Like dan Komennya.

__ADS_1


😘😍😊


__ADS_2