Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Di Mall


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘😘


****


"Wah seru banget ya filmnya." ucap Rani saat credits title di layar besar itu muncul tanda film yang mereka tonton tadi berakhir.


Lampu bioskop pun mulai menyala kemudian para penonton berdiri dan menuju pintu exit. Terdengar bisik-bisik para gadis di belakang Caca yang membicarakan Rendi. Mereka menebak siapa yang kira-kira pacar dari Rendi diantara Rani dan Caca. Namun, sepertinya mereka memilih Rani sebagai kandidat pacar Rendi karena kedekatan Rendi dan Rani.


Apalagi sikap Rani yang langsung cepat tanggap dengan semua bisikan para gadis di sekitarnya yang membicarakan Rendi. Rani mulai lagi menggandeng Rendi. seolah-olah ingin menunjukkan bahwa Rendi itu miliknya.


cih muak gue ran melihatnya, kenapa dada ini terasa panas ya, gue tiba-tiba jadi gak suka melihat Rani gelendotan gak jelas kayak gitu.


Batin Caca sembari mengepalkan kedua tangannya dengan gemas.


"Aduh!" Caca terdorong penonton dibelakangnya saat menuruni anak tangga bioskop itu. Caca tak sengaja memegang pundak Rendi dari belakang dan melingkarkan tangan kirinya di leher Rendi seperti sedang memeluk Rendi dari belakang.


"Eh maaf Ren, gue enggak sengaja." ucap Caca dia tidak berani menatap Rendi dan Rani. Pasti pipinya memerah karena malu saat itu.


"Enggak papa Ca, elo gak papa kan?" tanya Rendi seraya menggenggam tangan kiri Caca tanpa sadar dan menuntunnya ke arah pintu bertuliskan "Exit"


Rani melihatnya dengan tatapan iri, ingin mencegah namun ia tidak bisa berkata apa -apa lagi, dan Rani pun membiarkannya meski sebenarnya hatinya iri melihat perhatian Rendi pada Caca sahabatnya itu.


Tersadar tangannya digenggam Rendi, Caca buru - buru melepasnya.


"Maaf Ca, gak sengaja akunya." ucap Rendi.


Akhirnya mereka bertiga saling membisu dan salah tingkah sebisa mungkin mencoba mengalihkan pandangan kemanapun yang bisa dipandang asal tak melihat satu sama lain.


"Eh makan yuk, kalian enggak lapar apa?" tanya Caca memecah kebuntuan yang tercipta dari ketiganya.

__ADS_1


"Oh iya gue bawa voucher all you can eat nih lumayan kan diskon tiga puluh persen apalagi ada restorannya di mall ini." ucap Rani seraya menunjukan voucher makannya dari dalam tasnya.


"Ayo boleh, gue yang traktir sisanya." ucap Rendi antusias.


"Ide yang bagus, yuk ah laper nih." kata Rani mengajak Rendi dan Caca makan.


"Eh... enggak, enggak usah ditraktir, bayar masing-masing aja, kan lagi itu elo juga udah traktir gue, ini tiket aja elo yang bayar." ucap Caca dengan tegas lupa dengan ucapannya yang keceplosan.


"Tunggu, waktu itu? maksudnya, Ca ?" tanya Rani yang terkejut mendengar penyataan Caca barusan.


Astaga Caca gue lupa keceplosan kenapa mulut gue asal jeplak gini sih gak diayak dulu main ceplos-ceplos aja sih.


Caca menatap mata Rendi berharap pria itu bisa menolongnya dari pertanyaan Rani. Seolah mengerti dengan tatapan Caca, Rendi mulai berucap.


"Buruan yuk nanti aja ceritanya sambil makan." ajak Rendi.


Mereka masuk ke sebuah restoran dengan menu all you can eat alias semua makanan bebas pilih untuk dimakan hanya dalam satu kali bayar per orang. Di meja makan restoran itu Caca benar - benar tidak menikmati makanannya dengan baik. Padahal saat itu dia sangat lapar. Ditambah Rani yang sedari tadi diam saja tidak menegurnya makin membuat rasa lapar Caca terhempas kan saat itu juga.


Caca menginjak sepatu Rendi untuk memberi kode bahwa dia dan Rendi harus mberi penjelasan pada Rani. Namun Rendi tidak paham dengan kode dari Caca, dia malah senyum - senyum melirik Caca. Rendi menganggap kode dari Caca adalah godaan untuknya lebih dekat.


Dengan percaya dirinya Rendi merasa mungkin saja Caca berusaha merayu nya jadilah tangan Caca Rendi genggam. Caca terkejut dan ingin berteriak saat itu juga namun dia tahan. Karena tidak ingin ketahuan Rani dia membiarkan tangannya digenggam lagi oleh Rendi saat itu. Caca bingung apa yang harus ia lakukan sambil sesekali menggaruk-garuk kepalanya yang padahal tak terasa gatal.


Ponsel Rani tiba-tiba berbunyi memecah kebuntuan dan keheningan saat itu. Rani bilang dia mendapat telepon dari ayahnya lalu Rani meminta ijin keluar sebentar karena musik dalam restoran itu agak keras dan ramainya pengunjung jadi dia tidak bisa mendengar pembicaraan dari ayahnya via telepon saat itu.


"Lepas gak malah modus banget sih elo tuh!" ucap Caca seraya menarik tangannya lepas dari Rendi.


"Lah kan elo duluan yang mulai." jawab Rendi dengan polosnya.


"Mulai apaan, gue kan tadi kasih kode ke elo buat jelasin ke Rani." ucap Caca.


"Ohh gue pikir tadi itu..."

__ADS_1


"Apa.. apa.. Hah ...! mesum ya otak elo !"


kata Caca dengan kesalnya.


"Ih sial lo ca, kalo gue mesum dari tadi udah gue gerayangin si Rani tuh didalem sana." sahut Rendi dengan nada mulai kesal.


Brak...!!! sontak Caca memukul meja membuat semua pengunjung dalam restoran melihat ke arah Caca.


"Sorry Ca gue becanda, jangan marah ya, gue gak modus kok." Rendi mencoba menenangkan Caca.


Saat Rani kembali ke tempat duduknya Rendi menceritakan pertemuan nya dengan Caca di toko buku waktu itu. Tapi tatapan tajam Rani ke Caca malah makin membuat hati Caca ciut. Rendi berusaha meminta maaf dan memohon ke Rani agar tak marah pada Caca.


Caca tau setelah ini pasti Rani bukannya memaafkan Caca tapi Rani pasti malah lebih marah lagi. Ingin rasanya Caca berlari lalu lompat dari lantai empat di mall ini, tetapi melihat kebawah saja dia takut apalagi nekat lompat.


Hebat sekali ya dia bisa memikirkan bunuh diri tetapi dosanya masih banyak menggunung. Belum tentu juga dia masuk surga kan tetapi mana siap juga dia kalau nanti masuk neraka. Caca bergidik ngeri memikirkan hal buruk barusan.


Lalu bagaimana ini, bagaimana cara nya agar selamat dari amukan Rani duh habis deh gue sampai rumah duh...


"Kita pulang aja yuk." pinta Caca pada keduanya saat itum


*****


Bersambung...


duuhhh author auto baper nih nulisnya... 😂😂😂


Tengok novel ku lainnya ya


- Pocong Tampan


- 9 Lives

__ADS_1


- Gue Bukan Player


Vie love you all readers


__ADS_2