Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Bulan Madu


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


Satu bulan setelah pernikahan Ivan dan Rani akhirnya mereka memutuskan untuk mengambil bulan madu kali ini dan mereka memilih berbulan madu ke Bali. Tempat teromantis untuk berbulan madu dengan budget terjangkau menurut Rani setelah melihat di situs internet.


"Aku telpon Caca dulu ya beb." ucap Rani.


"Kamu mau ngapain? mau ajak dia juga di bulan madu kita?" tanya Ivan.


"Emang boleh?" Mata Rani berbinar berharap Ivan akan menjawab iya.


"Haissshhh." Ivan menelok jidatnya dan mengacak-acak rambutnya karena kesal.


"Kenapa sih beb? kan aku tanya emang boleh aku ajak Caca ?"


"Mau ngapain ajak Caca Maharani ratuku cintaku jelitaku."


"Lah biar seru beb, biar dia terhibur." ucap Rani dengan polosnya.


"Beb kita mau bulan madu itu mau bikin Dede bayi, masa ajak Caca, dia suruh videoin adegan bikin bayi kita gitu?"


"Hahahaha kamu mah lucu beb, kan semalem kita udah bikin dede bayi." Rani mengedip-ngedipkan matanya menggoda Ivan.


"Lah disana ya fokus lagi, kita buat tiap malem, kalo ada Caca yang ada kamu cuma jalan-jalan cuekin aku." Ivan menekuk wajahnya kali ini.


"Yaelah beb terus aku gak boleh ajak Caca ?"


Ivan menggeleng dengan tangan terlipat di dadanya.


"Okelah." ucap Rani pasrah.


***


Akhirnya tiba di kamar hotel yang sudah disediakan untuk Ivan dan Rani. Penuh dengan.bunga mawar, lilin aroma terapi dan hidangan yang enak disantap di atas meja di ruangannya itu.


Namun sebelum Rani bergegas menyantap hidangan di meja itu sang suami sudah mendekapnya dari belakang dan menciumi tengkuk Rani tanpa henti sampai Rani menoleh kearah Ivan dan berbalas ciuman.

__ADS_1


"Pak Bu ehem ehem maaf ini tas nya saya taruh dimana yak?"


Suara pelayan hotel yang sedari tadi berada di samping Ivan dan Rani mengejutkan mereka.


"Ih si mas kirain dari tadi udah pergi, untung saya belum buka-bukaan." ucap Rani menahan malunya.


Ivan memberikan sejumlah tip pada pelayan itu lalu dia pergi pamit sambil tertawa memaklumi kelakuan penganten baru dihadapannya itu.


"Ehmmm enak nih aku mau makan dulu yak." Rani memasukkan sepotong cumi tepung kemulutnya.


"Eits gak bisa, aku dulu yang makan kamu."


Ivan membopong Rani menuju ke atas ranjang romantis yang penuh dengan kelopak mawar itu dan melancarkan aksinya untuk memprogram Ivan dan Rani junior yang nantinya akan lahir kelak.


***


"Ngapain sih beb disini? mending di kamar aja deh." ucap Ivan yang menemani Rani jalan-jalan setelah barusan bermain air dan mencoba surfing di pantai.


"Ngapain ih kamar mulu gak bosen apa kam"


"Ya enggak lah gak akan pernah bosen." sahut Ivan manja.


"Baru Lima beb belum sepuluh kali." goda Ivan


"Ih dasar... pikiran otaknya cuma tubuh aku doang tuh sekarang."


"Hehehhe." Ivan tertawa puas lalu menghentikan langkahnya pada tumpukan kaos Bali yang dijajakan itu.


"Beb sepi yak cuma berdua aja biasanya kan kita jalan rame-rame sama Caca sama Anto sama Ren... Rendi."


Rani melihat Rendi disebuah galeri di hadapannya. Rani menarik Ivan yang sedang asik memilih kaos oblong ala Bali itu.


"Kenapa sih, buru-buru banget narik akunya." protes Ivan.


"Itu Rendi, barusan aku liat Rendi." Rani makin melangkah cepat sambil menarik Ivan di belakangnya.


"Mana sih, kamu salah lihat kali."


"Aku gak salah lihat beb beneran itu dia, tuh liat tuh ya kan?"

__ADS_1


"Rendi...!! iya itu si Rendi.. hayok buruan beb."


Kali ini Ivan yang melangkah lebih cepat menarik tangan Rani.


"Hai Ren...!" sapa Ivan yang masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.


"Hai Ren, hosh hosh tunggu gue hosh capek." Rani mencoba menarik nafas dan membuang nafas dengan cara membungkukkan badannya.


"Kalian disini, ngapain?" tanya Rendi.


"Jualan roti!" ucap Ivan.


"Enggak kok jualan siomay!" bantah Rani.


Rendi celingukan mencari gerobak atau food truck sekitarnya.


"Kalian jualan roti sama siomay pake apaan kok gakda gerobak apa foodtrucknya?"


"RENDI....!!!" pekik Rani.


"Lah emang gue salah nanya nya?" tanya Rendi heran.


"Kampret...!! kita bercanda tau, kita tuh bulan madu ke sini." ucap Rani kesal.


"Oh.... bisa bulan madu juga kalian."


"Gelut yuk Ren!" Kali ini Ivan sudah memiting kepala Rendi saking kesalnya di benamkan di ketiak nya yang sedang berkeringat itu.


"Hajar beb hajar..!" Rani memberi semangat pada Ivan sembari memukul tinju ketangannya sendiri.


***


Bersambung...


Happy Reading...


Jangan lupa vote like dan komennya


thankyou.... 😘😊🤗

__ADS_1


__ADS_2