
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Ca liat deh si Rendi mabok kali ya tidur di lantai gitu." Rani menarik tangan Caca untuk melihat Rendi yang terbaring di lantai.
"Bangunin Ran, kasian." ucap Caca.
"Elo aja ah." pinta Rani.
"Elo aja gue please."
"Berdua yok, bareng-bareng." sahut Rani akhirnya.
Rani dan Caca menghampiri Rendi.
Rani menyentuh bahu Rendi dengan telunjuknya, tak ada respon. Menggoyangkan bahunya tak ada respon juga.
Kali ini Caca yang berusaha membangunkan Rendi, ia menusuk bahu Rendi dengan telunjuknya, tak ada respon.
"Ca, jangan - jangan ini bocah, mati overdosis." bisik Rani agak ketakutan.
Caca menarik nafas dalam-dalam agar tenang tidak panik.
"Elo bangunin Anto sama Ivan buat gotong Rendi."
Rani mengangguk dan melaksanakan titah Caca.
Caca mencoba menggelitik pinggang Rendi kali ini karena disitulah kelemahan Rendi setau dia. Rendi menggeliat lalu menarik tangan Caca hingga tersungkur memeluknya.
"Emmmm kak bangun, kak duh sesek nih." Caca meronta dari dekapan tubuh Rendi yang kuat itu baginya.
"Ealah ini berdua malah indehoy di situ, woi haram woi kaga boleh...!!!" bentak Anto yang datang dari kamar.
"To to tolongin sesek akunya." Caca masih berusaha lepas dari pelukan Rendi.
__ADS_1
"Bentar gue ada akal." Ivan lalu masuk ke kamar mandi dan membawa segayung air.
Byur....!!!
"Banjir sayang banjir ayo ngungsi." Rendi terbangun dengan ucapan spontannya melepaskan Caca yang bisa bernafas lega sekarang dan dilihatnya orang-orang yang melongo heran dengan kelakuanannya.
"Mmm gue tau nih, elo mimpi malem pertama terus kebanjiran gak?" Rani mengejek Rendi kali ini.
Rendi masih berusaha mengumpulkan nyawanya sambil mengusap wajahnya yang basah. Ia berdiri lalu masuk ke kamar merebahkan tubuhnya di kasur dan kembali terlelap.
"Mabok tuh orang." ucap Ivan.
"Iya emang semalem dia mabok." ups Caca menutup mulutnya keceplosan takut ditanya - tanya lebih dalam ia langsung berjalan cepat menuju dapur.
"Dih si Caca ikutan mabok kali yak." Ivan menggeleng-geleng kan kepalanya.
"Gue mandi duluan ya kak." ucap Anto kearah Ivan.
Ivan menangkap wajah Rani yang memandanginya. Rani pura-pura menoleh lalu berbalik arah menuju dapur kikuk. Ivan meraih tangannya membuat tubuh Rani menuju arah tubuhnya sekarang.
Mereka saling berhadapan, saling bertatapan, jantung mereka berdetak lebih kencang.
Pagi itu belum sama sekali mereka gosok gigi dan mandi, namun namanya jatuh cinta segalanya indah. Bahkan Rani sudah membuka mulutnya sedikit berpose cipokable dan menutup matanya berharap ada ciuman hot yang mendarat di bibirnya.
"Maaf bapak ibu sekalian yang disana... MASIH PAGI WOY...!!!"
Prang.....
Caca melempar panci ke arah Rani dan Ivan.
Buyar sudah adegan romantis gue bacot banget Lo Ca.
batin Rani, berjalan gontai ke arah dapur .
Ivan hanya tersenyum meringis menggaruk-garuk kepalanya.
Anto yang masih berselimut busa di kepalanya mengintip dari pintu.
__ADS_1
"Ada apaan kak, barusan?" tanyanya pada Ivan.
"Caca liat kecoa."
"Hiiyyy trus kecoanya ketemu gak?"
"Ke kamar mandi tuh di kaki Luh."
"Aaaaaaa...." Anto langsung keluar kamar mandi berbugil ria ketakutan.
"Hahahahha,,,, harusnya gue videoin yak." Ivan tertawa puas nge prank Anto.
"Astagfirullahaladzim... Dosa apa aku Yaa Allah liat jin iprit pagi-pagi udah gentayangan." Caca menutup matanya dengan kedua tangannya melihat Anto.
"Dasar gila...! elo mau ngajak Ivan kali mandi bareng." Rani mengacungkan sodet ke arah Anto.
"Ini si Ivan bilang ada kecoa, kan gue atut."
Ivan masih tertawa menahan perutnya yang kesakitan sampai terduduk lemas karena tertawa.
"Masuk gak nto, itu gue jijik liat gandul-gandul punya elo." tunjuk Rani.
Anto memandang burungnya, menutupi nya dengan tangan penuh busa lalu masuk ek kamar mandi.
"Shit...!! aduh perih...!" teriak Anto dari dalam kamar mandi.
Ivan masih tertawa terkekeh mendengarnya ditambah Caca yang ikutan cekikikan saking lucu nya Anto itu.
Rani hanya menggelengkan kepalanya sambil mengaduk nasi goreng di atas wajan itu.
"Dasar adek jadi-jadian." gumamnya sambil tersenyum mencoba menahan tawa.
***
bersambung
Happy Reading
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Like dan Komen
😘😍😊🤗