
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
Papa Adi menderita gagal jantung dan mama Maya menyarankan agar papa Adi di operasi di rumah sakit Singapura.
Akhirnya Caca dan Rendi memutuskan ikut menemani mama menjaga papa selama di rumah sakit di sana.
"Titip rumah ya mbok Nah, Bi Ncis." ucap Bu Maya.
"Ya nyonya semoga Tuan lekas sembuh." mereka mengucapkan nya dengan serempak.
Akhirnya keluarga Pak Adi Wijaya itu meninggalkan Jakarta menuju Singapura.
***
Selama di Rumah Sakit MountXX Papa Adi dirawat oleh dokter muda blasteran Indo-australia bernama Dr. Kevin Richardson.
Hari pertama papa Adi dirawat mama Maya selalu berada disamping papa.
"Ca aku udah pesen hotel deket sini di XXHotel, daripada kamu tidur disini kamu bisa di hotel sama mama, biar aku aja yang nginep jagain Caca." Tutur Rendi.
"Mama aja yang jagain papa Ren, kamu anter Caca aja ke hotel." sahut mama.
"Kenapa gak kita semua nginep disini?" ucap Caca memberi ide.
"Kamu gimana sih, sofa cuma satu terus mau pada tidur di lantai? yang ada nanti yang nungguin pada sakit juga gimana? udah sana ke hotel aja kan deket bawa barang-barang mama tuh, jadi tiap hari kamu bawain mama baju ganti ya." ucap mama Maya.
"Hello, good evening, I am Doctor Kevin Richardson." ucap seorang pria tinggi sekitar 185 cm berbadan tegap, berkulit putih, memakai kaca mata dan jas putih ala dokter itu memasuki kamar Pak Adi.
"Hai Doc, I am his son, Rendi, this is my mom and this is... my sister." Ucap Rendi yang sempat ingin mengaku kalau Caca itu calon istrinya namun ia menghargai keputusan papanya sekali lagi ia harus mengalah.
Dokter Kevin menjabat tangan Rendi, Caca dan mama Maya.
"So where are you from? you are seem not familiar in here." tanya dokter Kevin.
__ADS_1
"We are from Indonesia." ucap Rendi.
"Oh Indonesia, ibu saya juga dari sana." dengan sedikit logat bule saat berbahasa Indonesia meskipun lancar ternyata.
"Ok I Will explain this about your father, jadi mengingat kondisi bapak Adi kemungkinan lusa saya akan melakukan tindakan operasi agar jantungnya berfungsi normal kembali." ucap dokter Kevin.
"Lakukan apapun yang terbaik untuk suami saya dok." sahut mama sambil membelai rambut suaminya itu.
"Tentu pasti saya akan melakukan yang terbaik." sahut dokter Kevin.
Dokter itu pun menjelaskan prosedur apa saja yang harus dilakukan ayahnya selama di rumah sakit itu .
***
Jam di tangan Caca menunjukkan pukul sembilan malam. Setelah Rendi membelikan makanan dari luar untuknya dan mama akhirnya mama menyuruh Caca untuk pergi ke hotel untuk istirahat.
Karena hotelnya dekat jadi Rendi dan Caca hanya berjalan sekitar 10 menit untuk sampai hotelnya.
"Sorry Sir, We really sorry about this happening, we only have a room for honeymoon couple and the others room was full."
ucap resepsionis hotel di hadapan Rendi.
Rendi melihat ke arah Caca yang kelihatan lelah jadi dia putuskan untuk mengambil kamar itu daripada ia harus keluar mencari hotel lagi ditengah musim liburan seperti ini pasti banyak hotel penuh.
"Okay, I'll take it." ucap Rendi.
Resepsionis itu menyerahkan kunci berbentuk kartu pada Rendi dan mereka diantar bellboy menuju kamar mereka.
"Wow what a young couple in here, welcome to our hotel, your choice is right for spending your honeymoon, mam."
(wow kalian pasangan muda banget, selamat datang di hotel kami, pilihan yang tepat untuk menghabiskan bulan madu kalian)
Ucap Bellboy itu sambil tersenyum saat di lift.
Caca yang tidak begitu fasih berbahasa Inggris hanya mengangguk dan mengucapkan kata "Thank you."
Rendi menahan tawanya karena mendengar percakapan Caca dan Bellboy itu dari belakang.
__ADS_1
Sesampainya di ruangan kamar hotel Rendi memberikan tip pada pemuda itu lalu dia pergi menghilang di ujung koridor.
"Ini kamar apaan sih kak?" tanya Caca merasa aneh dengan hiasan bunga mawar berbentuk hati di atas kasur serta lilin-lilin beraroma bunga nan romantis menghiasi kamar.
"Kamarnya penuh Ca maklum high season." jawab Rendi.
"Kenapa gak cari hotel lain aja sih." sahut Caca kesal.
"Ini hotel terdekat Ca, udah malem juga kalo harus keluar cari hotel lagi." Rendi merebahkan tubuhnya yang lelah di sofa.
Rendi melihat ke arah mawar-mawar nan romantis di atas kasur itu terbayang di pelupuk matanya seandainya kasur itu menjadi peraduan cintanya bersama Caca.
Lalu...
"WOY...!!!" Caca membuyarkan lamunan Rendi dan melipat bed cover yang dihiasi mawar itu lalu menjatuhkannya kelantai.
"Kok di rapihin Ca?"
"Idih siapa yang mau tidur diatas kembang gini gatel tau, lagian otak kamu tuh kak keliatan dari matanya mesum kan?"
Caca melempar bantal dan guling pada Rendi tepat ke wajahnya.
"Duh Ca mau aku bales langsung peluk peluk tindih disana rasanya... peka dong kamu tuh bukan adik aku Ca bukan jangan panggil aku kakak....'' Batin Rendi meronta - ronta.
Rendi masih memperhatikan Caca yang tiba-tiba berjalan ke toilet.
"Aaaaaaaaa mawar lagi...!!!" pekik Caca saat membuka pintu kamar mandi dan dilihatnya serpihan Bunga mawar menghiasi permukaan bath tub.
***
Bersambung...
Happy Reading...
Jangan lupa Vote Like dan Komennya...
😘😍🤗
__ADS_1