
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘😘
****
"Dari Rendi ya Ca..?"
ucap Rani mengagetkan Caca membuat ponsel yang di pegang Caca terbang dari tangannya dan melayang lalu jatuh begitu saja ditambah tatapan mengerikan dari Rani yang sedang bertolak pinggang di hadapan Caca kala itu.
"Monyet ngesot pake celana!!!"
reflek ucap Caca dengan ponsel yang terlempar ke lantai.
"RANI..!!!"
"Elo ngagetin gue aja, duh hape gue retak kan." pekik Caca kala itu.
Caca menatap Rani dengan takut, dilihatnya Rani yang sedang melotot dan bertolak pinggang seperti singa betina lapar yang siap menerkam mangsanya di hutan belantara dengan wajah sangar terpampang di sana.
"Ehmmm Ran, eh udah bangun hehehhehe." ucap Caca terbata - bata mencoba mencairkan suasana hati Rani.
"Halo halo halo ca...? kok mati sih hapenya." ucap Rendi di ujung sana. Lalu dia bergegas menuju mobilnya yang di parkir di halaman depan rumahnya bergegas menuju rumah Caca.
"Gak usah basa-basi deh, itu barusan telepon dari Rendi kan? kok dimatiin?" tanya Rani penuh selidik.
"Emm anu, emmm iya sih, emmm aduh gimana ya ngomongnya." ucap Caca kikuk dan bingung mau menjawab apa.
"Oh... ya udah." ucap Rani dengan datarnya menuju kasur Caca kembali untuk melanjutkan tidurnya meninggalkan Caca yang masih melongo melihat kelakuan Rani saat itu.
***
Caca sudah mandi dan rapih lalu dia mencoba membangunkan Rani karena hari mulai sianhm
"Iya gue udah bangun kenapa sih?" tanya Rani pada Caca.
"Udah siang Ran, mandi gih." perintah Caca.
"Iya iya gue bangun!" sahut Rani akhirnya.
"Ran, soal tadi..."
"Gak usah bahas, gue udah paham kok." ucap Rani
"Maksudnya Ran?" tanya Caca perlahan.
__ADS_1
"Gue udah paham kalo Rendi tuh suka sama elo, terus elo suka gak?" meski dengan nada ketus Rani bertanya tapi ia juga kepo dengan perasaan Caca pada Rendi.
"Gue gak suka kok, biasa aja Ran, suer deh beneran." jawab Caca menunduk karena tak mampu menatap mata Rani. Sahabatnya itu akan tahu jika dia berbohong hanya dengan melihat mata Caca.
"Gue gak mau ya Lo boong, kalo emang elo suka elo harus akuin itu." ucap Rani dengan nada mulai menurun kan keketusannya.
"Gue gak mau Ran cinta cintaan, gue muak sama cinta." bantah Caca .
"Elo yakin...?" tanya Rani serius sambil mengamati mata Caca.
Belom sempat Caca jawab ketukan pintu mengagetkan mereka yang ternyata mbok Nah.
"Non, ada den Rendi dibawah." ucap mbok Nah.
"Hah..!!! sepagi ini baru jam 7 ngapain dia kemari?" tanya Rani sambil menatap Caca.
"Ran ini udah hampir jam dua belas siang bukan masih pagi." ucap Caca.
"Astagfirullah... kalau gue di rumah bangun jam segini bisa air seember nih disiram kemuka sama nyokap gue hadeh." Rani bergegas menuju kamar mandi di kamar Caca.
Rani tiba- tiba keluar dari kamar mandi
"Sana sana sana elo temuin dia gih." ucap Rani seraya mendorong Caca keluar kamar lalu meraih handuk di lemari Caca.
Caca tak bergeming juga dari posisinya sambil masih melihat ke arah Rani.
Akhirnya Caca menurut dengan langkah gontai dia menghampiri Rendi.
Rendi langsung memeluk Caca yang datang kearahnya.
"Elo gak apa - apa kan Ca? baik-baik aja kan?" tanya Rendi dengan panik lalu melepas pelukannya kemudian dia memegang bahu Caca. Rendi kemudian menyentuh pipi Caca dengan kedua tangannya.
"Gue gak apa-apa kok." jawab Caca sambil menepis tangan Rendi.
"Gue panik Ca, gue pikir elo pingsan hape elo mati gitu aja soalnya makanya gue buru-buru kesini." ucap Rendi masih dengan nada panik.
"Oh itu tadi hape gue jatoh teruskebanting hehehe." jawab Caca.
"Kok bisa elo jatohin sampe ke banting pula?" tanya Rendi dengan menatap Caca dalam-dalam.
"Emmm tadi gara-gara kaget sama Rani hehe." sahut Caca
Sedetik kemudian mereka hanya terdiam berdiri mematung. Rendi menatap Caca, namun Caca tak mampu menatap Rendi. Caca hanya mampu menunduk sambil memainkan ujung kausnya kala itu.
"Ehm maaf Ca gue gak bisa dateng ke acara tahlilan semalem." Rendi mencoba mencairkan suasana canggungnya.
__ADS_1
"Oh... gak apa-apa kok Ren." sahut Caca.
"Elo gak mau tanya alesannya kenapa? nih gue jelasin nyokap gue masuk rumah sakit soalnya, asma nya kambuh." ucap Rendi menjelaskan tanpa perlu jawaban dari Caca.
"Oh... terus kok elo gak jagain nyokap Ren?" tanya Caca.
"Udah ada bokap yang nemenin tadi, jadi gue coba telepon elo buat tanya kabar tentang elo." jawab Rendi.
"Kenapa sih, orang gue gak apa-apaa juga." ucap Caca lalu dia duduk karena merasa kakinya pegel banget setelah baru sadar dia berdiri dari tadi. Rendi pun melakukan hal yang sama dengan Caca.
"Berati gue dong yang ya yang ngerasa kenapa-kenapapa." ucap Rendi pelan namun terdengar oleh Caca.
"Lah emang elo kenapa?" tanya Caca terlanjur mendengar ucapan Rendi dan ingin tahu.
"Hati gue Ca yang kenapa-napa, pikiran gue yang kenapa - napa dan semuanya itu terjadi karena elo." ucap Rendi menatap Caca.
"Apa sih ribet banget gak ngerti gue Ren kok semuanya gara-gara gue sih?" tanya Caca tak mengerti.
"Gemes gue deh sama elo, elo tuh pura-pura **** apa **** beneran sih?" ucap Rendi sambil mencubit pipi Caca.
"Apaan sih, ihhh gue emang gak ngerti!" jawab Caca dengan nada ketus.
"Terserah elo lah ngerti sukur enggak ngerti juga ya udah." ucap Rendi menghela nafas panjangnya.
Disana sudut lantai dua nampak Rani yang sedang memandang Rendi dan Caca. Hatinya sakit merasa kecewa, karena dia makin yakin kalau Rendi itu sangat menyukai Caca.
Namu jauh disisi hatinya yang lain ia menyukai adegan yang dia liat di bawah itu karena akhirnya sahabatnya itu bisa merasakan sentuhan cinta seorang pria dan betapa gemas nya dia dengan kepolosan Caca yang tak mengerti dengan ungkapan bahas tubuh Rendi barusan.
Hari itu Rani memutuskan kalau dia harus ikhlas dia bakal menghapus Rendi dari hatinya.
"Gue harus move on, dan gue harus buat Caca ngakuin dia juga suka sama Rendi, gue mau dia bahagia Yaa Allah, please buatlah sahabat ku itu bahagia." gumam Rani kala itu.
****
bersambung...
jeng jeng jeng..... ala ala backsound sinteron coba bayangkan yak... hehehe 😘
Jangan lupa main ke novel Vie lainnya
- Pocong Tampan
- 9 Lives
- Gue Bukan Player
__ADS_1
Vie love you all readers 😘😘😘