Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Papa Siuman


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


****


"Keren yak filmnya." Ucap Rani seraya berjalan menggandeng tangan Nando.


"Iya keren banget, eh aku ke toilet ya bentar." ucap Nando lalu pergi menuju toilet pria.


"Caca mana Ran?" tanya Rendi yang menghampiri Rani.


"Lah tadi kan, Van Caca mana?" tanya Rani langsung ke Ivan.


"Ke toilet tadi." Ivan menjawab sambil memainkan game Free Fire dari ponselnya.


***


Brug...!!


"Eh maaf gak sengaja." Ucap Caca pada seseorang yang ditabraknya dan ternyata seseorang itu adalah Nando.


"Gak papa Ran, eh apa kabar elo lama gak nongol di kampus?" tanya Nando.


"Baik, Alhamdulillah gue lagi ada di rumah nenek dan menunda kuliah gue satu semester ini." jawab Caca.


"Oh... boleh tanya dong tadi itu pacar elo ya? siapa itu namanya mmm Ivan deh kalau gak salah?" tanya Nando.


"Bukan, dia cuma temen gue dari kecil." jawab Caca.


"Loh serius? masa cewek cakep kayak elo gak punya pacar?" Nando mencoba menggoda Caca.


Caca menggeleng mencoba untuk pergi dari situ namun langkahnya tertahan oleh kaki Nando yang menghadang di depannya.


"Gue boleh minta nomer wa elo gak?" tanya Nando mencoba menggenggam tangan Caca dan Caca menepisnya.


"Maaf Ndo gak boleh udah ya gue mau nyamperin Rani, capek gue mau pulang." sahut Caca.


"Jangan sombong deh gue cuma mau min..."

__ADS_1


Seseorang menepis tangan Nando yang mulai merangkul bahu Caca dan mendorong Nando jatuh ke lantai.


"Sopan dikit yak atau perlu gue..."


Caca menahan tinju Rendi.


"Udah kak, ayo jangan diladenin." Caca menarik tangan Rendi.


***


"Dari mana aja elo pada ditungguin dari tadi juga?" tanya Rani saat melihat Rendi dan Caca yang datang bersamaan.


Caca hanya tersenyum tanpa menjawab lalu


Nando datang dan merangkul bahu Rani.


"Mau kemana kita sekarang?" Nando berbisik di telinga Rani.


"Bareng-bareng mereka aja lah terserah mau jalan kemana." jawab Rani.


Rendi yang geram dengan ulah Nando tadi hendak maju dan memberitahukan ulah pacar sialnya itu ke Rani namun Caca mencegah dan berbisik "Not now please...."


"Ide bagus." jawab Ivan segera.


Ponsel Rendi berbunyi.


"Ya mah.... Alhamdulillah oke aku kesana mah." ucap Rendi menjawab ponselnya lalu menutupnya.


"Ayo Ca." ajaknya sambil menarik tangan Caca.


"Eh mau kemana?" tanya Nayla menahan Rendi.


"Ayah gue sadar barusan." jawab Rendi.


"Gue ikut yak?" pinta Nayla.


"Gak bisa Nay, ini urusan keluarga." sahut Rendi.


Kali ini Nayla tak bisa merajuk lagi mendengar kata-kata Rendi barusan.

__ADS_1


"Ran si Nando bawa kendaraan kan?" tanya Rendi ke Rani dan Rani mengangguk.


"Oke elo pulang sama dia, terus Van anter Nayla pulang yak!"


Rendi menunjuk Ivan lalu buru-buru pergi menarik tangan Caca kearah parkiran mobilnya, dia tak mau mendengar bantahan Ivan maupun Nayla.


***


"Maaf Sus, Bapak Adi Setya Wijaya dipindah keruang mana ya?" Tanya Rendi pada suster resepsionis di Rumah Sakit Sehat.


"Sebentar ya pak saya cek dulu."


Rendi mengangguk namun tanpa sadar sejak dari parkiran tangannya telah menggenggam tangan Caca dan Caca pun tak bisa menepisnya dan membiarkan tangannya tergenggam.


"Di ruang VIP room 302 lantai 3 ya pak."


Jawab suster dari meja resepsionis.


"Makasih ya sus." Rendi tersenyum lalu menarik genggaman Caca memasuki lift.


Kali ini Rendi memasukkan tangan kanan yang digenggam Caca kesaku jaketnya masih tak rela melepasnya.


Ceklek...


Ruangan VIP bertuliskan angka 302 itu terbuka. Dilihatnya Ibu Maya yang sedang menyuapi papa makan dengan posisi kasur papa yang ditinggikan.


Papa tersenyum melihat Caca dan mencoba membuka kedua tangannya agar Caca datang memeluknya. Tak perlu menunggu lama Caca langsung memeluk papa nya itu sambil menangis melepaskan genggaman Rendi.


"Maafin papa ya Ca." ucap papa lirih sambil mencium kepala Caca .


"Caca juga minta maaf ya pah."


terisak membenamkan wajahnya di dada papanya.


Rendi mencium punggung tangan mamanya lalu merangkul bahu mama nya sambil tersenyum bahagia, begitu pula dengan mama yang tanpa sadar meneteskan air mata haru melihat Papa dan Caca yang saling berpelukan di depan matanya itu.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2