
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
Rendi datang bersama Nayla. Nayla berusaha menggandeng Rendi namun selalu di tepis oleh Rendi.
"Hai semuanya..." Sapa Nayla.
"Lepasin Nay, lepas gak." Rendi berusaha melepas genggaman Nayla.
"Pepet terus jangan kasih kendor...!!" Ejek Rani ke Nayla yang dibalas dengan tatapan mata melotot tajam.
"Sirik kan elo sama gue?" Nayla menggandeng tangan Rendi kembali.
"Ih ngapain gue sirik sama elo, nih kenalin tunangan gue." Rani memeluk pinggang Ivan.
"APA...??? tunangan??" Nayla terkejut.
"Iya TU NA NGAN, tiga bulan lagi kita merid." Rani mempertegas ucapannya.
"Iya abis mereka gue sama Caca yang tunangan." Rendi berpindah tempat ke samping Caca lalu merangkul pundak Caca.
"Kamu apa - apaan sih Ren, kalian kan..?"
tanya Nayla merasa aneh dengan kepastian yang Rendi barusan utarakan.
Caca melepaskan rangkulan Rendi.
"Aku belum dapet kepastian dari Papa ya kak." ucap Caca pelan.
"Nah makanya update dong jangan sotoy., emang enak" Rani mengejek Nayla kembali.
"Hai...!" Sapa Anto yang baru tiba.
"Nah komplit kan? yuk udah mau dibuka pintu studio satunya." ajak Ivan.
Rendi berusaha menggandeng tangan Caca namun lagi-lagi Caca tepis.
"Kak, aku masih belum yakin." ucap Caca pelan.
Nayla masih bingung dengan semua kejadian yang dilihatnya itu.
__ADS_1
kenapa bisa Ivan dan Rani tunangan terus itu Rendi kok balikan sama Caca padahal kan mereka adik kakak haduh bisa gagal rencana gue.
Batin Nayla yang terdiam mematung tanpa beranjak pergi.
"Udah gak usah dipikirin, kan ada aku yuk." ucap Anto menarik tangan Nayla ke arah pintu masuk.
Tanpa sadar Nayla mengikuti nya dan membiarkan tangannya tergenggam oleh Anto.
***
"Seru banget yak ceritanya gue gak bisa ngebayangi kalo asli ada zombie di dunia ini hiyyy..." ucap Rani.
"Kalo aku jadi zombie kamu tega gak bunuh aku Beb?" tanya Ivan.
"Aku tega terus aku tembak diri aku juga nyusul kamu." jawab Rani.
"Ahh... so sweet..." sahut Caca.
"Aaahh.. wleeekkk muak gue." sahut Nayla mengejek.
"Gimana kalo kita makan dulu?" tanya Rendi.
"Ide bagus, traktir ya Ren." sahut Anto.
Mereka menuju restoran ayam cepat saji dekat bioskop situ.
"Elo yang antri yak, nih kartu gue." Rendi menyerahkan Kartu kreditnya pada Anto.
"Wuihhh anjaaayyy... unlimited gak bro? boleh nih nebeng." sahut Anto .
"Udeh sana kalo pake pin panggil gue." Rendi mendorong Anto untuk mengantri.
"Ca kamu inget gak pertama kali kita gak sengaja ngedate ya disini." Rendi berucap sembari menarik kursi untuk Caca.
"Gak sengaja?" tanya Caca.
"Iya waktu itu gue marah banget karena elo gak cerita ketemuan sama Rendi." sahut Rani.
"Emang kenapa?" tanya Caca penasaran.
Rani melirik ke arah Ivan yang memperhatikan nya dia takut kalau dia jujur Ivan akan cemburu dan marah.
"Ya marah karena elo gak cerita, gitu aja sih ya Ren?" Rani menendang kaki Rendi pelan.
__ADS_1
Untung saja Rendi peka dan paham kode yang di sampaikan Rani.
"Kita juga jadian disini." bisik Rendi ke telinga Caca.
"HAH disini?? disini?" Caca menunjuk lantai tempat dia sedang duduk.
"Enggak sih di parkiran tepatnya." jawab Rendi.
"Ngapain di parkiran?" tanya Caca.
"Jualan cangcimen..!!" Sahut Rani yang mulai kesal dengan pertanyaan Caca.
Nayla yang dari tadi menyimak makin cemberut dan kesal saja di buatnya.
"Makanan dateng... Yo dipilih dipilih." ucap Anto seraya membawa se baki makanan.
"Oh iya mumpung disini di reka ulang adegan aja Ren gimana?" tanya Rani penasaran.
"Buaaahhh...." Rendi terkejut menyemburkan minumannya ke arah Anto.
"Apaan sih lo Ren, gue di ujanin gini."
"Maaf maaf Nto, gue elapin nih." Rendi mengambil tisu mengelap kaos Anto yang basah.
"Boleh juga aku mau tau gimana kita jadian." sahut Caca dengan mata polosnya yang tak tahu keadaan yang ditakutkan Rendi adalah bahwa saat mereka jadian itu adalah ciuman pertama buat mereka.
"Yakin Ca..?" tanya Rendi.
"Kenapa sih Ren, Caca nya udah mau juga." sahut Rani.
Caca mengangguk yakin.
Wajah Rendi merona menahan malu karena membayangkan adegan tersebut harus dilakukan depan mereka.
***
Bersambung...
Happy Reading...
Jangan Lupa Vote Like dan Komennya
😘😍🤗
__ADS_1