
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Ran perasaan elo yang mau kawin kenapa gue ikut perawatan segala sih ?" tanya Caca heran dengan segala kemauan Rani.
"Biar gue ada temennya, nanti kalo elo yang mau kawin gue ikut perawatan juga deh." ucap Rani sembari menikmati pijatan dan spa di salon Tante Imel.
"Oke udah selesai abis ini ratus vag*** ya biar seger terus mandi susu." ucap mba terapis lalu menyiapkan alat untuk ratus.
"Mba seratus apa ih kok bawa-bawa **** * sih mba?" Caca ketakutan mendengar kata ratus v itu.
"Ratus mba bukan seratus, biar seger wangi pas mamasnya nyobain."
"Aaaaaaaa stop hentikan saya gak mau denger." Caca menutup telinganya membahas soal seperti itu.
Rani hanya tertawa melihat sahabatnya itu.
"Mbak nya mau malem pertama biar berkesan wah gitu kan mbak ya? ya harus perawatan begini." ucap terapis satu lagi.
"Yang mau kawin dia mba saya mah ikut nyalon doang." ucap Caca ngedumel.
"Udah ih ikutin aja biar gak kaget ntar gue kasih live strraming malam pertama gue gimana?" goda Rani.
"Idih najooongg..." cibir Caca.
***
Akhirnya perawatan Rani dan Caca di salon pun selesai dan mereka melanjutkan makan siang di warung makan Betawi dekat salon.
"Gue kangen ih sama Ivan, kenapa sih pake dipingit segala." ucap Rani.
"Halah tiap jam aja elo udah video call masih bilang kangen." sahut Caca sembari menyuapi gado-gado kesukaannya itu.
"Kira-kira bachelor party nya gimana ya nanti malem?" tanya Rani penasaran.
"Mana gue tau elo tanya dong Anto."
"Iya juga ya Ran ko gue lupa ya ada adek gue di situ."
Rani mencoba menghubungi Anto.
"Gak jawab Ca telpon nya coba elo yang telpon.
__ADS_1
Caca menelpon Anto dari ponselnya dan nihil sama tidak ada jawaban.
"Sibuk kali Ran, udah lah makan dulu lah nanti laper, kalo kelaperan terus sakit terus pingsan kaga jadi kawin gimana ?" Caca menggoda Rani yang terlihat kesal.
"Sue Lo...!!"
***
Rani makin gelisah memikirkan pesta bujang si Ivan itu akhirnya rasa penasarannya tak tertahankan.
Diam-diam Rani pergi dari rumah berjalan ke arah rumah Caca.
"Ikut gue Ca!" pinta Rani.
"Mau kemana?"
"Udah ikut aja, taxi gue udah nunggu tuh."
"Bentar lah masa gue pake baju tidur gini bentar gue ganti baju ya."
"Buru jangan lama-lama!"
"Iyaaaaaaaa!" Caca masuk kedalam rumahnya berganti baju.
***
"Ketok Ca!" perintah Rani.
"Lah kok gue?"
"Ya masa gue kan gue gak boleh ketemuan."
"Ih masih percaya elo sama yang kaya gitu."
"sudah buruan ketok..!!" Rani mendorong Caca bukannya mengetok malah menabrak pintu apartemen Ivan.
Pintu terbuka dan dilihatnya sosok Rendi.
"Pada ngapain disini?" tanya Rendi.
"Hei kak, nih penasaran si Rani sama party kalian." ucap Caca meringis kesakitan sikunya terkena pintu.
"Wah Ran, parah banget tuh di dalem wuih bohay montok parah gila Ran *****." Rendi menjelaskan dengan gaya yang semangat meledek Rani.
"APA...!!! MINGGIR...!!!" Rani menggeser Rendi langsung masuk ke dalam apartemen.
__ADS_1
"Bebi kamu tuh tega ya sama aku ternya.... ta."
Semua mata melihat ke arah Rani disana ada Anto, dua teman Ivan, Doni dan Banu serta Ivan yang kaget melihat kedatangan Rani.
Rendi tertawa terbahak-bahak memegang perutnya saking lucunya dia mengerjai Rani.
"Kakak ih." Caca menepuk dada Rendi kesal lalu Rendi memeluk Bahu Caca tertawa menyembunyikan wajahnya disana.
"Tadi kata Rendi..."
"Hahahaha itu loh Ran ayam panggangnya montok ***** bohay iya kan?" sahut Rendi masih tertawa memeluk bahu Caca.
"BANGKE....!!! RENDI....!!!" Rani mengejar Rendi yang bersembunyi di belakang Caca mereka kejar-kejaran dengan perantara Caca di tengahnya.
"SETOOOOP...!" Caca menahan Rani untuk menghentikan kejarannya.
Rendi masih tertawa kini memeluk bahu Caca dari belakang. "Ampun Ran perut gue sakit."
"Kenapa sih?" tanya Ivan yang heran dengan kelakuan Rani dan Rendi.
"Itu beb aku kan mikir aneh-aneh takut kamu masukin cewe seksi ***** joget-joget kaya bachelor party di film-film itu." Rani memeluk Ivan sedih.
"Ya gak lah bebi aku gak akan pernah kaya gitu."
"Lagian kak pikiran elo mesum banget sih kotor ihh..." Sahut Anto yang diberi timpukan sepatu oleh Rani.
"Eh banyak bacot anda sodara" ucap Rani pada Anto.
"Makanya kebanyakan nonton por** kaya gitu tuh otaknya." Anto mengejek Rani.
"Elo tuh comel banget jadi cowok." Rani ingin menghampiri Anto menjambak rambutnya namun di tahan oleh Ivan.
"Gak apa Nto, lumayan pas besok malem apa yang dia pelajari bisa di praktekin ya gak beb?" Ivan menggoda Rani.
"Apaan sih beb aku mah polos tau."
Caca dan Rendi makin tertawa mendengar omongan Rani. Caca masih belum sadar di peluk Rendi sedari tadi.
Seseorang datang dari arah pintu apartemen dan melihat adegan Rendi memeluk Caca.
"Halo... hei Caca what are you doing?"
"KEVIN...!!"
Caca dan Rendi bersuara bersamaan.
__ADS_1
***
Bersambung...