
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Ca tunggu dong!" Rendi meraih tangan Caca dan menahannya untuk diam.
"Aku mau pulang, aku capek." ucap Caca.
"Jangan marah dong, please..." mohon Rendi
"Aku mau pulang, aku capek." Caca mengulang ucapannya sama persis.
"Oke, oke aku anter yak bentar aku nyalain mobil dulu." pinta Rendi
"Enggak ah, aku udah pesen ojek online." jawab Caca
tak lama driver ojek online pun datang.
"Mbak Marisa Ayu yang mana ya?" tanya driver
"Yang ni lah pak, masa saya udah gagah gini namanya Marisa." ucap Rendi
Caca menahan tawa nya menutup wajahnya dengan tangannya, namun dari arah belakang Rani datang dan langsung menaiki motor ojek online pesanan Caca.
"Ayo pak, anterin saya aja, alamat sama kok, jangan ganggu orang pacaran pak!" ucap Rani menepuk bahu sang driver.
"Tapi, Ran..."
"Gak usah bantah, elo tadi pergi sama Rendi pulang sama dia lah, kaya bocah TK elo ambekan, yuk pak! Bye....!" Rani melambaikan tangannya seiring ojek yang ditumpanginya pergi.
"Bagus pengertian juga Lo Ran, emang sahabat sejati nih." batin Rendi sambil senyum-senyum.
"Ngapain sih kamu senyum-senyum gitu, gak jelas." ucap Caca kesal
"Sini aku jelasin, di mobil!" ucap Rendi seraya menarik tangan Caca masuk kedalam mobil.
__ADS_1
***
Hening didalam mobil, Rendi memutuskan untuk menyalakan radio mobilnya, dilihatnya Caca masih ngambek dan tak mau memandangnya.
Tak lama Rendi memberhentikan mobilnya.
"Tunggu sini ! aku kedalam sebentar." ucapnya.
Caca hanya terdiam, pura - pura memainkan layar di ponselnya, namun saat Rendi beranjak pergi ia penasaran kemana Rendi pergi, dilihatnya nama toko "Toko Perhiasan Agung"
"Mamanya ulang tahun kali yak, dia kayaknya beli sesuatu tuh." batin Caca
Rendi keluar dari toko, Caca pura pura menunduk lagi takut ketahuan kalo dia memperhatikan gerak-gerik Rendi.
Dilihatnya Rendi membawa sebuah paperbag kecil lalu mampir ketoko bunga sebelah nya.
"Fix ini mamanya pasti ulang tahun, duh gue belom siapin kado lagi, eh kok gue jadi perhatian kan masih ngambek." gumam Caca
Sekarang ditangan Rendi sudah membawa paperbag dan seikat bunga mawar merah.
Rendi masuk kemobil tanpa mengucap apa-apa, Caca juga malu untuk bertanya padahal setengah mati dia penasaran sekali buat siapa Bunga dan isi di paperbag mungil itu.
Dilihatnya lagi kartu mungil pada seikat bunga itu berharap bisa terlihat isi tulisannya, lagi - lagi Rendi melirik ke arah Caca dan meskipun Caca buru-buru menoleh kali ini Caca ketahuan. Rendi hanya tersenyum melihat kelakuan pacarnya itu.
Tanya enggak yak, tanya enggak ya. kata-kata itu yang dari tadi berputar-putar dipikiran Caca sampai akhirnya dia tak tahan ingin mengucapkannya.
"Ehmmm buat siapa? mama kamu ultah yak?" tanya Caca akhirnya meski terbata-bata.
Rendi hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan Caca.
Kali ini Caca menepuk bahu Rendi dan berkata "Buat siapa?"
Rendi makin tertawa dan membiarkan Caca larut dalam rasa penasarannya sampai tiba di depan rumah Caca.
"Yuk turun, kita masuk!" ucap Rendi seraya membuka pintu mobil untuk Caca .
"Dih pede banget, ini rumahku harusnya aku yang ngajak masuk, gak jelas!" ucap Caca sembari memonyongkan bibirnya ke Rendi.
__ADS_1
Rendi mencolek bibir mungil itu dengan telunjuknya. "Hmmm mau dicium nih, nantangin yak?" goda Rendi.
"Cih... koplak!" ucap Caca kesal.
"Tadi aku udah telpon rumah kamu, kata mbok Nah papa kamu dirumah kan?" tanya Rendi.
"Iya terus kenapa? eh iya papa dirumah duh please jangan masuk yak, kapan-kapan aja aku belum siap bilangnya." pinta Caca menguncang-guncangkan tangan Rendi.
"Justru itu sayang aku mau ketemu papa kamu." ucap Rendi tegas
Diambilnya isi dalam paperbag nya yang ternyata kotak mungil berwarna merah dari dalam mobilnya. Rendi menunjukkan kotak mungil tersebut kearah Caca dan ternyata berisi cincin berlian yang sangat cantik.
"Wow cantik banget, mama kamu pasti suka deh." ucap Caca.
"Mama??" tanya Rendi heran.
"Iya buat mama kamu kan? dia ultah kan? ahhh so sweet banget sih kamu." ucap Caca seraya meninju bahu Rendi pelan.
Kali ini Rendi tertawa terbahak-bahak sampe memegang perutnya.
"kok kamu ketawa sih?" tanya Caca heran kali ini.
"Kamu lucu sayang, masa gak peka sih?" ucap Rendi yang masih tertawa.
"Apaan sih,aku gak ngerti nih." kesal Caca menjawab karena ditertawakan.
"Ini cincin, ini bunga (sambil menunjukkan nya ke arah Caca) buat kamu sayang." masih dengan tertawa kecil Rendi berkata.
"APA..!!! BUAT AKU??" tanya Caca terkejut.
"Iya makanya aku mau ketemu papa kamu, aku mau ngelamar kamu depan papa kamu." tegas Rendi menjawab sambil berlalu kearah dalam rumah Caca dengan seikat bunga dan kotak berisi cincin.
"Buuuaaahhh mati gue!" batin Caca.
*** bersambung...
Happy Reading
__ADS_1
Please Vote, Like and Comment...
😊😊😊