Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Back to Surabaya


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


"Gue seneng nih tapi agak trauma ya kalo balik ke sini Ca." ucap Rani.


"Trauma kenapa?" tanya Caca


"Trauma sama kecelakaan elo, apalagi otak lo aja ni belom balik."


"Otak gue ada dikepala nih disini emang kabur kemana hah?!"


Caca menunjuk kepalanya.


"Hehehehe maksudnya belum inget gitu." ucap Rani.


"Ni berdua pada berisik aja sih." Sahut Rendi disamping Ivan yang sedang mengemudi.


"Nih Rani mulai duluan." tunjuk Caca


"Lah kan gue cuma ngomong Ca." tunjuk Rani.


"Udah stop ah beb, udah sampe tuh." ucap Ivan.


Nenek Lastri menyambut Caca dan kawan-kawan dengan pelukan hangat.


***


Di meja makan sudah tersedia soto ayam dan lumpia basah khas Surabaya yang segera disantap oleh semuanya.


"Disini cuma ada tiga kamar, Ivan sama Rani, nanti.."


"Rendi sama Caca Nek." sahut Rendi memotong pembicaraan Nek Lastri.


"Hussshhh semprul iki bocah."


"Hehehhee becanda Nek."

__ADS_1


"Caca tidur sama Nenek yak, biar Rendi di kamar belakang."


"Oke Nek siap."


Caca berdiri merapikan piring dan membawanya ke dapur untuk dicuci.


"Ran bantuin gue!"


"Eh kirain bisa sendiri hihihi." Rani menyusul Caca membawa gelas dan piring kotor.


***


"Jadi besok kita ke panti asuhan jam berapa?" tanya Rani yang merebahkan kepalanya di pangkuan Ivan sambil menonton TV.


"Pagi aja yak jam delapan." sahut Caca yang sedang bermain hago di ponselnya.


Rendi mengusap kepala Caca membelainya lembut.


"Beb liat deh tuh." Rani menunjuk Rendi dan Caca.


"Makanya cepetan merid biar kaya kita ya beb mmuuuaah." Ivan ******* bibir kenyal Rani dihadapan Rendi dan Caca.


Rendi melempar bantal kearah Ivan.


"Tau nih ih menjijikkan kalian, cari kamar sana..!" sahut Caca.


"Ide bagus Ca, yuk kita ngajar beb?" Tanya Ivan genit ke Rani.


"Hayu ah beb, cuacanya mendukung nih." sahut Rani menggoda Caca dan Rendi.


Ivan pun bangkit membopong Rani ke kamar tamu yang disiapkan Nenek Lastri.


"Daaaahhhh..." Rani melambaikan tangan meledek Caca dan Rendi pergi menuju kamarnya.


Caca menengok keatas kearah Rendi.


"Apa liat liat?"


"Emang gak boleh ngeliatin calon istri aku?"

__ADS_1


Rendi memegang leher Caca membawanya mendangak keatas lalu mencium bibirnya.


"Udah ah ntar nenek liat, aku mau tidur yak."


"Yah sayang, tanggung dikiiiit lagi."


"Ogah wleeekk." Caca meledek Rendi lalu pergi menuju kamarnya menyusul Nenenk untuk istirahat tidur.


***


Caca, Rendi, Rani dan Ivan sudah berada dihalaman panti asuhan milik Bu Retno.


"Ini tempat gue lahir." ucap Caca.


"Gue gak nyangka ya sama takdir elo." sahut Rani.


"Yang penting sekarang kita semua bahagia, ya gak."


Rendi merangkul bahu Caca mengajaknya masuk ke dalam panti.


Caca memperkenalkan semuanya pada Bu Retno dan menceritakan maksud tujuannya kesana.


Caca juga membawa Rendi ke makam mama kandungnya Ibu Angelica bersama Rani dan Ivan juga. Mereka mendoakan, menaburkan bunga dan air mawar di atas makam. Lalu mereka kembali ke panti asuhan untuk berbicara dengan Bu Retno.


"Jujur, ibu juga ndak tau dimana ayahmu tinggal, terakhir dia kesini ya pas bareng kamu itu waktu kesini." ucap Bu Retno.


"Jadi, waktu itu ayah saya juga dateng Bu? terus kenapa ibu gak bilang."


"Mana ibu tau ndok kamu ketemu apa ndak, ibu minta maaf sekali."


"Yudah gak papa emang belum jalannya kamu ketamu." Rendi menyentuh kedua bahu Caca.


"Tapi kalo gak ketemu ayahku aku gkmau lho kita nikah." sahut Caca.


"Yah alamat dah, kelar Ren penantian elo tambaaaahhhh panjang." Rani meledek Rendi tertawa kecil bersama Ivan.


***


Bersambung...

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2