
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
"Yah aku salah ngomong ya Yang, gimana dong Mah?" tanya Caca.
Caca menutup wajahnya dan menaruhnya di atas meja mengutuk diri sendiri karena membuat papa nya marah.
"Mama coba samperin papa yah?"
Mama berlalu menghilang ke dalam ruang kerja papa Adi.
"Ayok kita coba lagi, kita temui papa bareng sekarang." ajak mama
Rendi mengulurkan tangannya mengajak Caca menghampiri papa Adi di ruang kerjanya.
Caca merasa ragu dan takut namun Rendi meyakinkan nya untuk menerima uluran tangannya. Tangan Caca basah dan gemetar di genggaman Rendi.
Tok tok
"Permisi Mah, Pah, kita masuk yak."
Rendi masih menggenggam tangan Caca masuk ke dalam ruangan.
Dilihatnya papa Adi di balik kursinya yang memandang ke arah jendela luar dengan Mama Maya yang berdiri di sampingnya.
"Maafin Rendi pah, Rendi mohon ijinin Rendi nikahin Caca."
"Caca cinta pah sama Rendi." bibir Caca bergetar mengucapkan kata-kata itu barusan.
"Apalagi Rendi Pah, Rendi lebih cinta sama Caca." sahut Rendi.
"Aku yang lebih cinta."
"Aku Ca, aku yang lebih lebih lebih cinta sama kamu."
"Aku... Rendi Wijaya... aku lebih..."
"STOP..!"
__ADS_1
potong Papa Adi memutar kursinya sekarang menatap Caca dan Rendi.
Caca dan Rendi terdiam menundukkan kepalanya.
"Kalian bilang cinta..?" tanya papa dengan tatapan tajam yang menusuk ke jantung Rendi dan Caca.
"Iya." kompak Rendi dan Caca menjawab masih dengan kepala menunduk.
"Pah maaf Rendi kurang ajar tapi aku udah ngalamin segala perjuangan yang bikin aku dan Caca tersakiti, sedih, nangis, tapi tetep takdir nyatuin kita lagi, lagi dan lagi, kali ini apapun Rendi akan lakuin buat Caca, mati juga Rendi rela."
"Sayang kalo kamu mati, aku juga mati Yang." bisik Caca.
"Pah... haruskah kamu yang egois kali ini..?" Mama memijit bahu Papa Adi.
"Lihat tuh mereka berdua mirip kan? cocok lagi, mama gak sabar mau punya cucu Pah."
"Baiklah..."
Caca dan Rendi saling menoleh dan bertatapan tak percaya dengan suara yang keluar dari mulut Papa mereka barusan.
"Papa merestui kita..?" tanya Caca berusaha menegaskan.
"Iya Pah, kita direstuin ?" Rendi membantu Caca mencari penegasan.
"Ehm jadi sekarang yang Papa bingung harus ngelamar kamu ke siapa ya Ca?"
"Papa ih becanda aja." Mama Maya menepuk bahu suaminya itu.
Namun Caca yang terlanjur menerimanya bukan sebagai candaan merubah raut mukanya menjadi sedih.
"Ca... kamu gak kenapa napa kan?" Mama Maya menghampiri Caca.
"Aku jadi tambah penasaran kan sama papa kandung ku Mah."
"Terus kenapa? kan bisa di waliin Yang, biar kita cepet nikah, takut Papa berubah pikiran nih Yang."
Rendi mengerek ke arah Caca.
"Enggak!! pokoknya aku mau kita cari keluarga kandung aku dulu baru nikah hu...hu..hu..."
Caca memeluk Mama Maya dan menangis.
__ADS_1
"Tuh kan, cobaan lagi deh Pah."
Rendi menepuk jidat dan menarik nafas dalam terasa berat membuangnya.
"Sabar Ren, sabar."
Papa Adi mengelus dada Rendi tertawa ringan karena dia paham betul sifat putri nya itu yang tak akan menyerah ketika punya kemauan selalu harus di ikuti.
"Jadi gimana?" tanya Rendi.
"Ya ke panti asuhan aku dulu, sungkem ke kuburan mama minta ijin terus cari tahu dimana keluarga kandung aku."
"Oke nanti kita atur jadwal, gimana sekalian honeymoon abis kita nikah ya Ca."
"Enggak mau..!!! pokoknya besok kita ke sana ketemu keluarga kandung aku dulu, baru ngomongin nikah."
Rendi mengacak-acak rambutnya menahan rasa kesal disana.
Papa mengangkat kedua tangannya tanda menyerah dengan sifat egois Caca.
"Katanya cinta, ya udah sana turutin, cinta butuh perjuangan dan pengorbanan Ren."
Papa menepuk punggung Rendi dengan senyum jahil tersungging di bibirnya.
"Mah...??" Rendi mencoba mencari pertolongan dari tatapan mamanya.
"Cinta kan? ya udah turutin hehehhee." jawab Mama Maya.
"Arrrghhhh oke oke besok kita ke Surabaya cari keluarga kandung kamu, puas??"
"Asekkkk... makasih ya sayangku, I love you..."
"Eits, gak mau ya cuma pergi berdua, ajak temen-temen kamu, si Rani kek Ivan, Nayla kalo perlu." sahut Papa Adi.
"Ide bagus Pah, tapi tanpa Nayla ya Yang." Caca melirik ke arah Rendi sebal mendengar nama Nayla.
***
Bersambung...
Happy Reading...
__ADS_1
Pleaseeee Vote...