
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘😘
****
"Gue apaan ?" tanya Caca
"GUE SUKA SAMA ELO!!"
ucap Rendi lantang dengan menatap mata Caca.
Caca tersentak, terdiam lalu menunduk tak berani menatap Rendi.
Hening didalam mobil dan hanya terdengar suara hujan yang deras di luar mobil mengiringi situasi kikuk dan canggung kala itu.
Caca masih terdiam pikirannya tak beraturan rasanya ia ingin lari saja keluar dari mobil itu tapi hujan deras. Kalaupun dia nekat keluar, baju nya akan basah kuyup dan kaos putihnya ini pasti menerawang. Malu banget dong kalau gunung kembarnya terlihat bentuknya.
Akhirnya ia hanya terdiam sambil tangannya memilin ujung kaosnya karena gugup.
"Ca...?" tanya Rendi kali ini ia coba menyentuh tangan Caca perlahan.
"Ca kok diem aja? elo suka gak sama gue?" tanyanya kali ini Rendi sudah menggenggam kedua tangan Caca .
Caca tak menjawab namun akhirnya ia putuskan mengangguk. Dia ingat kata - kata Rani yang bilang kalau dia udah ikhlas. Apalagi acara nonton film tadi dan keromantisan ini dipersembahkan oleh Rani.
"Yessss!!! Makasih ya Ca."
ucap Rendi sambil mencium tangan Caca.
Caca tersentak dan spontan melepaskan genggaman tangan Rendi.
Caca mengalihkan pandangan ke Radio dan menyalakan radio di mobil itu.
"Haduh ini lagu melow banget mana Because You Love Me nya Celine Dion lagi."
gumam Caca.
__ADS_1
Terbawa suasana dengan alunan musik nan romantis ditambah deru hujan deras di luar mobil, membuat darah Rendi mengalirkan hawa panas ditubuhnya. Terlintas dipikirannya adegan romantis film tadi.
"Duh mesum banget gue." gumam Rendi.
"Elo kenapa?" tanya Caca
"Eng... enggak... enggak apa-apa."
ucap Rendi namun tanpa sadar gerakan tubuhnya tak sinkron dengan pikirannya yang menahannya untuk tak melakukan hal-hal yang dia inginkan.
Hayolah nyalain mesin mobil Ren jalan hayo.
batin Rendi.
Tetapi sekarang kedua tangannya sudah menempel di pipi Caca.
Caca berusaha untuk menepis tangan Rendi namun seolah-olah badannya juga terasa kaku dan tak bisa bergerak.
Rendi sudah mulai mencondongkan wajahnya dengan nafasnya yang sudah terhembus ke arah hidung Caca.
Caca tak berani memandang mata Rendi. Dia ingin melawan namun tak mampu pikirannya juga tak sinkron dengan tubuhnya.
Caca berpikir keras berusaha untuk mendorong tubuh Rendi namun tak juga ia lakukan. Ia hanya terdiam pasrah menuruti gerakan bibir Rendi.
Bahkan kali ini bukan hanya kecupan namun Rendi sudah ******* bibir Caca dalam semakin dalam, dan entah mengapa Caca tak bisa menolak bibir kenyal yang membasahi bibirnya, aliran darahnya terasa deras mengalir memanaskan tubuhnya dengan jantung yang berdetak makin kencang.
Tak sadar Caca membalas lumatan bibir Rendi dan menikmati ciuman pertama nya yang menggairahkan itu.
Dan sebenarnya itu juga ciuman pertama bagi seorang Rendi.
***
Setelah kejadian romantis tadi mereka hanya terdiam di mobil yang dikemudikan Rendi. Keduanya malah merasa kikuk dan canggung satu sama lain. Keduanya salah tingkah dengan gerakan masing-masing.
Sesampainya didepan rumah Caca, hujan telah reda.
"Ehmmm makasih ya Ren, makasih udah anter aku pulang." ucap Caca pelan sambil berusaha membuka pintu mobil.
__ADS_1
"Tunggu Ca, aku yang makasih kamu udah mau jadi pacarku." jawab Rendi.
"Aku, kamu ih lucu ih terus sejak kapan elo jadi pacar gue hehehe." ucap Caca tertawa kecil.
"Eh bibir kamu udah aku tandain yak! itu artinya kamu pacar aku, oh iya mulai sekarang aku kamu yak jangan gue elo lagi." ucap Rendi menegaskan.
Muka Caca merona rupanya dia malu dengan ucapan Rendi, tapi jauh di lubuk hatinya ia menyukainya.
Rendi mencondongkan tubuhnya kearah Caca mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Caca lagi seraya berkata...
"Nih aku tandain lagi." ucap Rendi lalu mengecup juga kening Caca.
Rasanya mau terbang melayang deh duh ternyata gini ya rasanya jatuh cinta.
batin Caca
Caca membuka pintu mobil dan melambaikan tangannya pada Rendi.
"Daahhh Hati - Hati ya." ucap Caca sambil melambaikan tangan.
"Daaaaah... I love you Ca." balas Rendi
lalu melajukan mobilnya berlalu pergi.
"I love you too... mmmuuaaahhh!!!"
ucap Rani dengan bibir yang maju beberapa senti seperti mulut bebek, dia muncul tiba-tiba mengagetkan Caca dari balik gerbang.
"Ih apaan sih elo nguping aja! ngapain lagi Lo dirumah gue?" Caca bertanya dan melemparkan sepatunya kearah Rani.
"Hahahaha cieeeee jadian nih yee."
ucap Rani berlari ke dalam rumah Caca.
Langsung saja Caca mengejar sahabatnya itu ke dalam rumah lalu menarik Rani jatuh dan berguling - guling dilantai sambil tertawa.
***
__ADS_1
bersambung...