
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
Suasana makan mereka di isi dengan percakapan Papa Barata yang menjelaskan keberadaan Caca di hadapan Fahri dan Nayla.
"Papa harap kalian semua akur yak dan menjaga nama baik keluarga Barata."
ucapnya sambil menyantap steak salmon asparagus di piringnya.
"Duh punya kakak perempuan satu aja kaya neraka buat aku saking galaknya ini tambah satu lagi." gumam Fahri.
"Tenang aja gue beda kok sama si Nayla." bisik Caca yang berada di kursi sampingnya mendengar gerutuan Fahri.
Fahri menelan steak ayamnya dengan susah payah melirik ke arah Caca.
Cakep nih cewek, hampir aja aku jadiin gebetan, taunya kakak sendiri duh.
Hati Fahri terasa deg degan berada disamping Caca.
***
Makan malam berakhir dan mereka semua menuju ruang tengah untuk bersantai. Didepan semuanya Rendi menghampiri Caca lalu berlutut. Merogoh sesuatu di sakunya dengan raut wajah panik.
"Mah tadi dimana ya, kok gak ada di saku." ucap Rendi yang tiba-tiba berdiri memeriksa semua isi saku kemeja dan kantong celananya.
Mama Maya tertawa melirik kearah Caca membiarkan Rendi sejenak dengan kepanikannya.
"Om, cincinnya belakangan yak simbolis aja, sekarang Rendi ngelamar Caca dulu depan om." ucap Rendi menoleh ke arah papa Barata.
"Hmmm kamu jagain cincin aja bisa hilang, gimana hati anak Om nanti."
sahut Pak Barata di balas tawa papa Adi dan Mama Maya.
__ADS_1
"Duh gak tega mama liatnya, nih tadi kamu bolak balik lemari pake baju aja ribet sampe kelupaan sama nih cincin diatas kasur kamu, untung mama liat." Mama Maya menyodorkan kotak beludru merah dari dalam tasnya.
Caca yang sudah mengetahui hal itu memang menyuruh Mama Maya untuk mengerjai Rendi.
"Ah... Mama the best... makasih mah." peluk Rendi.
"Ketemu nih om, aku ulang yak." Rendi kembali berlutut di hadapan Caca.
Nayla yang merasa sangat kesal dengan pemandangan di ruangan itu memilih pergi keluar dekat taman belakang rumah.
Semua menoleh ke arah Nayla.
"Udah biarin aja Bara, nanti aku yang ngomong ke Nayla." Mama Maya menahan lengan Papa Barata mencegahnya menghampiri Nayla.
"Udah yak, semua fokus ke Rendi nih."
"Apaan sih Ren, garing deh." sahut Caca.
"Udah diem aja, Marisa Ayu Wijaya binti Barata Sasmita, Will you marry me...?"
Caca membolak balikan cincin ditangan Rendi itu, "ini asli kan ya Mah?" tanya nya pada mama Maya.
"Caca, come on, serius lah..."
"Iya iya maaf,,, emmm oke dengan segala perjuangan mu padaku... off course sayangku I do..." ucap Caca dengan senyum sumringah nya.
Rendi menatap wajah pak Barata yang mengangguk, lalu memakaikam cincin di jari manis Caca dan mereka berpelukan.
***
Mama Maya mencari Nayla yang ternyata sedang duduk merutuki nasibnya mematuk matukan sepatu hak tingginya ke lantai.
"Hai Nay, boleh Tante duduk disini?"
Nayla menggeser bokongnya mempersilahkan Tante Maya duduk disampingnya.
__ADS_1
"Kami tahu cantik, cinta itu gak bisa dipaksakan. Tante pernah ngerasain kaya kamu, saingan Tante ya mamanya Caca itu, sahabat Tante sendiri."
"Wah berarti dia ada bakat pelakor ya Tante pantesan aja dih."
"Saya yang pelakor sebenernya Nay."
"Hah maksud tante?"
"Saya memaksakan Papanya Rendi untuk menikahi saya padahal saya tau dia sudah bersama mama nya Caca dua tahun."
"Kok bisa om Adi memilih menikahi Tante?"
"Karena perjodohan, hebatnya mamanya Caca Mira merelakan cintanya untuk menikahi saya, dia memilih pergi dari kehidupan kami meski tak bisa dipungkiri Adi selalu kembali padanya dan mereka menikah diam-diam."
"Lalu Caca lahir? mereka berati kan kakak adik Tante satu ayah."
"Tadinya kami mengira begitu, makanya Rendi menjauh, eh ternyata Caca bukan anak Mira, anaknya Mira meninggal lalu digantikan Caca yang berasal dari panti asuhan."
"Caca dari panti asuhan?"
"Iya dan takdir memang rumit, Caca ternyata anak papa mu, dan Angelica itu kembarannya Mira, dunia sempit yak." Kerutan di mata Tante Maya terlihat seiring tawanya.
"Tante hebat yak mau nerima Caca kalau aku sih hmmm udah aku siksa tuh anak tiri."
"Hahahaha kamu tuh ya Nay, pertama kali liat Caca aja Tante udah suka banget sama dia makin hari sayang kaya anak sendiri kaya sayang Tante ke kamu, suatu saat kamu pasti ngerti dan sayang sama kakak kamu itu. lagi pula dari awal kan Tante udah ragu kalo kamu enggak gampang dapetin hati Rendi."
"Hmmm takdir emang kejam ya Tante sama Nayla, semua yang Nayla sayang pergi dari Nayla."
"Tante masih dan selalu sayang kamu, kaos kamu juga, adik kamu juga bahkan nambah lagi Caca yang pasti bakal sayang kamu."
Mama Maya menepuk kepala Nayla dengan lembut kedua lalu larut memandang bintang di langit malam yang cantik bersinar.
****
Bersambung....
__ADS_1