
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Siapa yang Lo telpon Ran?" tanya Caca yang sedang memilih-milih baju apa yang hendak ia pakai untuk pergi nonton nanti.
"Cemceman gue lah, Nando." sahutnya.
"Apaaa nan..." Rani menempelkan telunjuknya pada bibir Caca "Huusssstttt"
"Halo, beb nonton yuk siang ini jam 1 ya standbye nanti aku sharelock ke kamu yah, thankyou beb mmuaah."
Rani menaruh ponselnya di meja dan ikut memilih pakaian yang hendak di pakainya.
"Nando si Fernando Atala ketua senat kampus Ran??" tanya Caca.
Rani mengangguk sambil bersenandung.
"Wahhhhh keren salut gue gak nyangka." Caca berdecak kagum sama keahlian sahabatnya itu yang gampang move on dan mudah menggaet pria dikampus.
"Hmmm sejak kapan Ran? kok gak ngomong sama gue." tanya Rani.
"Hei Ferguso... elo aja pernah jalan sama Rendi gak ngomong ke gue terus kenapa gue harus ngomong ke elo!" ucap Rani ala nada ucapan serial telenovela.
"Hei Marimar itu kan karena gue jaga perasaan elo, soalnya karena elo lagi suka sama Rendi." ucap Caca.
"Itu kan dulu Barbara, tak semudah itu sekarang ku ceritakan kisah ku pada mu yang pergi begitu saja meninggalkanku ke Surabaya hah." pekik Rani masih beradegan ala telenovela.
"Hai Alfonso aku tetaplah sahabatmu." sahut Caca.
"Diamlah hai pulgoso !" pekik Rani.
"Hai Bar... wait pulgoso? itu kan anjingnya Marimar, ciaaattttt....!!"
Caca menendang bokong Rani sampai tersungkur keatas kasur.
"Hahahaha lagian drama apa sih kita barusan, semenjak elo di Surabaya gue jadi deket sama Nando karena kegiatan job fair di kampus terus gue cinlok deh." ucap Rani.
Mereka kini sudah terbaring di atas kasur berdua menatap langit - langit kamar.
__ADS_1
"Ehmmm gue pikir elo masih punya rasa sama Rendi, terus gue lebih rela Rendi sama elo ketimbang Nayla." gumam Caca.
"Enggak ah, ternyata Rendi itu cocoknya jadi temen ngobrol aja lho Ca sering kita chat atau telpon buat bahas elo doang." sahut Rani.
"Iya kah Ran? ngomongin apa aja?" Caca mulai kepo.
"Kan gue bilang ngomongin elo cumi Antartika, ya berarti tentang elo semua tentang elo." Rani menoyor kepala Caca kali ini.
"Eh kok gak bales gue Ca ?" Rani menoleh ke Caca dengan posisi siap menutupi kepalanya dari balasan Caca.
"CA... WOY... WOY...!!! pekik Rani di telinga Caca.
"Awwww pengeng tau!" Caca memegangi telinganya.
"Elo masih suka ya sama kakak elo?" tanya Rani.
Bukannya menjawab Caca malah menangis, dipeluknya sahabatnya itu. Tanpa menjawab pun Rani paham dengan jawaban Caca dengan sikap melow nya tersebut. ternyata susah sekali buat Caca move on apalagi ini loh sama kakak sendiri.
Tragis banget kisah cinta pertama elo Ca.
batin Rani.
***
Rendi yang risih dilihat Caca melepaskan pegangan tersebut namun posisi Nayla kembali lagi.
"Dia ikut sama gue, ayok Ran!"
Caca menarik tangan Rani menuju mobil Rendi.
"Wleeekkkk." Rani meledek Nayla dengan juluran lidahnya.
Rendi bergegas menuju mobilnya melepaskan pegangan Nayla. Ia membuka pintu depan untuk Caca seperti yang biasa ia lakukan dulu.
"Aku duduk dibelakang aja kak, sama Rani." Caca membuka pintu mobil dan duduk di kursi belakang supir.
"Ahhhh so sweet makasih ya Ren." Nayla buru-buru masuk ke dalam mobil tepat di pintu yang dibukakan Rendi.
"Hiiisshhh Ular pantai selatan pede banget, cih." gerutu Rani.
Rendi masuk dan menyalakan mobilnya menuju arah bioskop mall XX tempat mereka hendak menonton Star Wars.
__ADS_1
***
Sesampainya di mall Rani meraih ponselnya menghubungi seseorang.
"Nah itu dia pacar aku." Rani memeluk cowok itu menggandeng tangannya dan memperkenalkannya pada Rendi dan Nayla.
"Nih kenalin Nando pacar gue, kalo Caca mah udah kenal ya Ca, orang kita satu kampus."
"Hai semua gue Nando ." seraya menjabat tangan Rendi dan Nayla.
"Hai Ca apa kabar ?"
"Hai..!" Caca mengibaskan lengannya.
Prok.. Prok... Prok... Nayla menepuk tangannya.
"Hebat hari ini kita tripple date dong." senyumnya.
"Hah.. tripple? maksudnya Nay? kan kita cuma berlima." tanya Caca heran.
"Gak siapa bilang berlima, kan Rani sama pacarnya, gue sama Rendi, nah elo adek ipar sama... tuh orangnya dateng." Nayla menunjuk seseorang pria yang sedang melambaikan tangannya itu.
"HAH.... IVAN." ucap Rani dan Caca bersamaan.
PRANG.......!!! PRANG....!!! PRANG...!!!
Rendi reflek menendang tong sampah mall yang ada disampingnya dan sampahnya pun berceceran di lantai.
"Mmm ma maaf ya mbak saya bersihin." Rendi meraih sapu dan pengki dari seorang mbak cleaning service yang sedang memelototi nya.
***
bersambung...
Happy Reading...
Dear Readers tersayang
Jangan lupa like Vote and komen terbaiknya
😊😊😊
__ADS_1