Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Melamar Mu part 2


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


Beberapa saat yang lalu...


Rendi marah banget sama kelakuan Ivan, gak nyangka tuh cowok bakal senekat itu deketin Caca padahal jelas-jelas dia tau Caca itu pacar gue milik gue, batinnya kesal.


"Gak bisa dibiarin, gue harus cari cara biar gue maju selangkah buat jadiin Caca milik gue satu-satunya." batin Rendi


Tekad Rendi sudah bulat untuk melamar Caca meskipun belum satu bulan jadian dan Caca belum lulus kuliah, namun ia tetap nekat yakin melamar caca.


Rendi bangkit dari kursinya hendak menghampiri Caca dan Ivan yang sibuk menyiapkan bakso. Rendi duduk kembali terlintas bayangan sosok ayah Caca yang akan memarahinya dan memukulnya nanti.


Rendi bangkit kembali duduk lagi, bangkit lagi duduk lagi.


"WOY...!!!" teriak Rani sambil melempar sendok ke arah Rendi.


"Awwww biasa aja kali Ran." sungut Rendi.


"Elo yang biasa aja, olahraga Lo diri duduk diri duduk dari tadi mau ngencengin pantat apa paha tuh barusan." goda Rani


"Sial lo, gue bingung Ran, tapi bodo amat lah, nekat." sahut Rendi.


belum sempat Rani bertanya Rendi sudah melangkah menghampiri Caca dan Ivan.


Terjadilah keributan Kamenrider versus Ultraman yang membuat Rendi bertekad melamar Caca saat pulang nanti, apalagi barusan dia sudah memastikan pada mbok Nah kalau papa nya Caca sedang libur kerja dan berada dirumah.


***


Dirumah Caca.


Caca berusaha menahan Rendi yang hendak masuk kedalam rumahnya. Niat Rendi sudah bulat kala itu dia hanya ingin Caca menjadi miliknya kalo perlu hari itu juga dia pun siap menjadi imam untuk Caca.

__ADS_1


cekrek.


Pintu utama rumah Caca terbuka dan sosok mbok Nah sudah tersenyum menyambut mereka.


"Bunganya buat aku ya den?" goda mbok Nah seraya menjulurkan tangan berusaha meminta bunga mawar yang dipegang Rendi.


"Ah si mbok bisa aja, papa nya Caca ada mbok?" tanyanya.


Caca berusaha main kode dengan mbok nah mengedip - ngedipkan matanya sambil mengibaskan tangan kanannya supaya mbok Nah paham dan bilang papa nya tidak ada.


"Hahaha non kenapa itu kedip-kedip dadah dadah." ucap mbok Nah tertawa melihat tingkah Caca


Rendi menoleh pada Caca, lalu Caca menunduk malu menghindari tatapan Rendi.


"Sial lo mbok kaga peka apa sama kode gue duh ****** gue." batin Caca


"Kamu ngapain Ca?" tanya Rendi


Caca menggeleng geleng kepalanya agak takut.


"Lah bocah ngapa yak...??" ucap Rendi lalu duduk di kursi yang dipersilahkan mbok Nah.


"Mbok, es teh manis satu yak!" ucapnya pada mbok Nah


"Berapa sendok den gulanya?" tanya si mbok Nah.


"Dua sendok aja mbok." sahut Rendi.


"Lima ribu ya den kalah mau tambah biskuit jadi sepuluh ribu." goda mbok Nah


"Oh..." Rendi mengeluarkan dompetnya lalu mencari uang untuk mbok Nah.


"Eh den astagfirullah, saya bercanda kok den malah beneran mau dikasih uang." ucap mbok Nah seraya menahan Rendi mengeluarkan uang sambil tertawa.


"Emang saya mau ngapain mbok, orang saya cuma mau cari kartu nama galeri buat ditunjukin ke papa nya Caca nanti."

__ADS_1


ucap Rendi dengan wajah menahan tawanya itu.


"Haaahhh kirain beneran, den." ucap Mbok Nah malu padahal mbok Nah ngarep diberi uang Rendi lalu berlalu kearah dapur.


Rendi tertawa puas sudah mengerjai balik mbok Nah.


***


Caca mencari papanya dilantai atas ternyata papanya sudah berada dikamarnya.


"Papa lagi apa disini?" tanya Caca pelan


"Eh kamu udah pulang ca, sini! papa lagi liat foto - foto kecil kamu, lucu banget ini." ucap papa sambil tersenyum.


Caca bingung harus mulai dari mana soal Rendi yang sedang menunggu papanya dilantai bawah. Caca hanya terdiam lalu duduk disamping papa, pikiran kacau saat itu.


"Ca, papa boleh tanya sesuatu?" ucap papa pelan


"Tanya apa pa?" jawab Caca


"Kata mbok Nah, kamu punya pacar?"


Whaaattttt sial mbok Nah lemes banget mulut lo kaya ember bocor yang banyak tambalannya tapi masih aja bocor, awas Lo ya mbok abis sama gue nanti ihhhhhh...."


batin Caca seraya membenamkan wajahnya pada bantal yang diraihnya karena takut melihat wajah papanya.


****


Bersambung


Jangan lupa mampir ke novel ku yang lain ya


- Pocong Tampan


- 9 lives

__ADS_1


- Gue Bukan Player


__ADS_2