
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
Papa Barata menceritakan masa lalunya tentang Angelica cinta masa lalunya dan kehadiran putrinya Caca di hidupnya tanpa ia ketahui dahulu. Dan sekarang kesalahan dulu tak ingin ia ulangi lagi meski sudah terlbat kehilang Angelica yang sangat ia cintai itu.
***
"Maaf kak, maaf yak aku gak sengaja."
Caca memperhatikan pemuda yang baru saja menumpahkan minuman di buku yang baru ia beli.
"Yah gimana dong basah nih mana satu-satunya lagi nih novel."
"Maaf saya ganti deh harganya berapa tadi?"
"Bukan harganya ini cuma satu soalnya."
"Saya pinjem deh saya keringin nanti kalau udah bisa dibaca saya balikin, atau aku cari yang barunya nanti kalo udah dapet aku kasih ke kakak." ucap anak laki-laki itu memohon.
"Gimana saya bisa percaya sama kamu?"
"Ini kartu pelajar saya kakak pegang, terus minta nomer telpon yang bisa saya hubungi." ucapnya memberikan kartu pelajar keluaran sekolah luar negeri di London.
Wuih tajir nih kayaknya, boleh deh percaya gue sama dia.
"Oke jangan lama-lama yak, aku mau banget baca tuh novel." Caca mengetikkan nomer telponnya pada ponsel pemuda itu.
"Siap Kak."
"Siapa nama kamu?"
"Fahri kak."
"Namaku Caca."
"Maaf ya kak saya buru-buru nanti saya hubungi."
"Bentar misscall dulu dong biar aku save nomer kamu."
__ADS_1
"Oh iya bentar."
Tring tring ...
"Dah masuk ya kak, saya pamit yak." Fahri berlalu meninggalkan Caca.
"Sayang.... ngapain kamu disitu?" sahut Rendi dari sebrang sana.
"Hai... bentar."
"Pulang yuk, eh mana katanya beli novel?"
"Beli sih tadi ke siram basah semua tus dia mau ganti rugi."
"Cewe cowo?"
"Cowo ya paling masih SMA gitu sih."
"Udah gak usah ditanggapi. nanti aku aja yang beliin novelnya lagi."
"Dih kenapa ini orang posesif banget Deket sama brondong aja gak boleh."
😂😂
***
Malam itu Papa Adi, Mama Maya, Rendi dan Caca tiba dikediaman rumah Pak Barata.
Fahri membuka pintu depan rumahnya dengan senyum ramah mencium punggung tangan Papa Adi dan Mama Maya. Ia lalu memeluk Rendi dengan pelukan sahabat.
"Apa kabar brow, long time no see kita gimana sekolahnya?"
tanya Rendi melepas pelukan nya dari Fahri.
"Baik kak, baru aja mid semester langsung balik sini disuru Papa, eh itu siapa kak?"
Fahri menunjuk kearah perempuan yang makin lama di amati ia makin kenal.
"Lah kaka, yang novel tadi? kan aku bilang tunggu telpon kalau novelnya udah siap baru aku balikin, sampai gak percaya banget main kerumah."
Caca tersenyum getir mendengarnya.
__ADS_1
"Oh iya jadi brondong yang isengin kamu tadi dia Ca?" Rendi menepuk bahu Fahri agak keras membuat tubuhnya bergeser satu langkah.
"Enggak sengaja Ren bukan ngisengin." sahut Caca.
"Kalian kenal?" tanya Fahri.
"Iya lah ini calon istri gue, kakak perempuan elo nih."
"HAH, calon istri? kakak perempuan ku?" Fahri tersentak tak percaya dengan kata kakak perempuan dari kulit Rendi.
"Udah udah udah hayo kita kedalam dulu." sahut Mama Maya yang melingkarkan tangannya pada lengan papa Adi dan tersenyum manis, cantik sekali dengan gaun brokat warna cokelat tua yang senada dengan yang dipakai Caca.
"Adi, Maya, selamat datang di rumahku, akhirnya udah lama banget ya kalian gak kesini."
Papa Barata menyambut keduanya dengan pelukan hangat, disampingnya ada Nayla yang mencium tangan papa Adi dan Mama Maya, mencium pipi kanan kiri mama Maya.
"Hai Nayla cantik banget, ini gaun buatan Tante Santi yang waktu itu beli bareng Tante kan?" tanya Mama Maya dijawab dengan anggukan Nayla.
Namun Nayla jadi nampak kesal karena mengenakan gaun serupa dengan Caca membuat keduanya makin salah tingkah dan sebal.
"Ini pasti Tante Maya yang beliin nih."
batin Nayla yang kesal melihat Caca.
Papa Barata merangkul Caca dihadapan Nayla dan Fahri.
"Nah gini kan enak anak perempuan papa kompak yak."
"Anak perempuan papa?" sahut Fahri yang sedari tadi masih bingung dengan kata-kata itu.
"Oh iya papa lupa, Fahri kenalin ini kakak kamu yang pertama, Ca ini adik bungsu kamu."
"HAH, adik bungsu aku, wah dunia emang sempit yak." sahut Caca mengulurkan tangannya menjabat tangan Fahri.
Pak Barata mempersilahkan semua tamunya masuk ke dalam ruang makan menyantap berbagai hidangan yang sudah disiapkan.
***
Bersambung ..
Happy Reading... 😘😘😘
__ADS_1