Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Hamil yang Tertunda


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


"Kabar kehamilan Caca membuat semua keluarga besarnya kompak mengadakan jamuan makan malam dirumah Pak Adi karena setelah menikah Caca memutuskan kembali tinggal dengan keluarga Papa Adi dan Mama Maya. Keluarga besar Rani juga diundang hadir di sana.


"Gimana Van tokcer kan gue langsung mantep suntikan gue." ucap Rendi membanggakan diri didepan Ivan.


"Beuhhh... dia belum tau aja, usia berapa kandungan Caca?" tanya Ivan.


"Sebulan..." sahut Rendi.


"Sini beb, bulan depan dateng yak ke acara empat bulanan anak gue." ucap Ivan sambil mengelus perut Rani.


"APA...??!! kenapa elo gak bilang ke gue Ran." pekik Caca memeluk Rani.


"Kata nyokap gue kalo belum tiga bulan pamali diomongin." sahut Rani.


"Lah ini anak gue baru sebulan bokap gue udah ngundang elo pada kesini." sahut Rendi.


"Ya kalo menurut papa nya Rendi Pamali nya pergi kali sama Bu Mali jadi kaga percaya beda sama nyokap kita kak." sahut Anto yang membantu Nayla berjalan dengan kaki palsu barunya itu.


"Ah sue elo, gue kan cuma ngikutin nyokap." sahut Rani.


"Jangan gedek sama gue entar anaknya mirip gue lho." celetuk Anto menggoda Rani.


"Idih... Najong...!!" pekik ranim


"Terus elo puasa gak Van?"


tanya Rendi.

__ADS_1


"Puasa apaan, puasa Senin Kamis? gue gak ada utang puasa perasaan." sahut Ivan.


Rendi membisikkan sesuatu di telinganya Ivan.


"Oh itu ya enggaklah si Rani ini strong kuat dia, jadi gue mah hajar aja sih tiap malem." ucap Ivan merangkul bahu Rani.


"Kok gue disuruh puasa sih, mana elo tau sendiri kan ke gesek kapanpun sama si Caca eh si adek gue bisa bangun mulu." ucap Rendi polos.


"Tuh udah gak bener nih omongan kita pindah yuk Nay, makin nyebelin kalo omongannya gak jauh dari ************." ucap Anto menepuk jidatnya.


Nayla tertawa mendengar ucapan Anto dan mengikuti Anto untuk pindah dari hadapan Ivan dan Rendi.


"Permisi ya kak." ucap Nayla.


Caca dan Rani juga ikut tertawa saat menghambur kepelukan suaminya masing-masing lalu bermanja ria.


***


"Sabarin ca, nanti elo buat lagi yang getol tus jadi deh." Rani menenangkan Caca.


"Tapi Ran, kata dokter nunggu tiga sampai enam bulan baru boleh isi lagi, sedangkan gue pengennya hamil bareng elo." ucap Caca dengan raut wajah sedih yang terpancar.


"Yah masa iya gue nungguin elo, ini aja gue udah tujuh bulan udah engap." sahut Rani.


"Hmmm ternyata kebahagiaan gue gak mulus yak kayak elo." Caca menghela nafas panjang.


"Husstt gak usah ngomong gitu, inget dong perjuangan elo berdua sama Rendi kaya apa waktu dulu, susah kan, jadi elo harus bersyukur." ucap Rani.


"Iya sih, ya udah nanti kalo anak elo lahir yang satu buat gue yak." pinta Caca.


"Enak aja elo kerumah gue tiap hari bantuin jagain nih anak gue hahahaha." Rani menunjukkan perut buncitnya.


"Berani bayar gue berapa elo jadi baby sitter?" tantang Caca

__ADS_1


"Dih pake doa lah bayarnya, semoga Caca cepet hamil lagi Yaa Allah..." ucap Rani.


"Aamiin..." sahut Caca.


Caca dan Rani tertawa bersamaan.


***


"Capek ya Yang, aku pijetin yak?"


Caca memijit bahu Rendi yang baru pulang dari galeri.


"Bukan yang itu Yang, pindah ke sini." Rendi menunjuk jagoannya yang mulai tak kuasa bertahan dalam sarangnya.


"Aduh... kata dokter kan belom boleh nengok tunggu rahimnya siap dulu." ujar Caca.


"Ya nyanyi nyanyi dikit boleh lah Yang." pinta Rendi.


"Mandi dulu yah." ucap Caca.


"Bener yak abis mandi kamu nyanyiin?" pinta Rendi.


Caca berdiri dan menarik Rendi ke kamar mandi.


"Nyanyi didalem yuk..." ajak Caca.


"Ohhh.... yessss.....!!"


***


Bersambung...


Happy Reading...😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2