Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Jadi Pacar Kevin


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


****


"Dah... hati-hati ya." ucap Caca yang turun dari mobil Ivan.


"Ca, elo gak papa kan?" tanya Rani.


"Apaan sih udah sana pulang awas yah macem-macem mau nyicil sebulan lagi woy." Caca tersenyum berusaha telihat ceria lalu masuk kedalam gerbang rumahnya.


"Apa aku perlu turun nemenin dia ya beb?" tanya Rani ke Ivan .


"Gak usah biarin dia tenang dulu, udah temenin aku aja yuk." goda Ivan


"Hmmm maunya..."


Cup


Rani mengecup pipi Ivan menggodanya.


"Ah jangan ngagetin gitu beb aku kan ser seran rasanya nih." Ivan kegirangan mengelus pipinya.


"Mau lagi yak."


Cup


Kali ini Ivan sengaja menoleh agar bibir Rani mendarat di bibirnya.


"Ih kamu mah beb gitu, udah ah jalan! lanjutin cari tempat sepi yuk." ajak Rani tersenyum menggoda.


"Hayuk... hahahaha."


Ivan melajukan mobilnya menjauh dari kediaman Caca.


***


"Non ada tamu." Mbok Nah menyambut Caca dengan pemberitahuannya.


"Siapa mbok?"


"Dokternya Tuan Non, tuh ada di ruang kamar Tuan." Mbok Nah menunjuk ke arah kamar Papa Adi.


"Rendi udah pulang mbok?" Caca penasaran apa Rendi pulang dari tadi atau malah ke tempat lain.


"Belom non, paling di galeri." jawab mbok Nah.

__ADS_1


Caca berjalan menuju kamar papa Adi dan dilihatnya papa Adi sedang mengobrol dengan dokter Kevin.


"Eh Caca sini nak." panggil Papa Adi yang melihat Caca di sudut pintu kamarnya.


"Hai Ca!" Sapa Kevin.


"Hai, udah lama sampe?" tanya Caca.


"Ehmm setengah jam lalu maybe." jawab Kevin sembari melihat ke arah arlojinya yang menunjukkan pukul tujuh malam.


"Eh dia ini baik banget loh papa jadi konsultasi gratis plus di bikinin resep obat lanjutan." ucap Papa.


"Ah om bisa aja." sahut Kevin.


"Oh iya kah? makasih banyak kalo gitu sering-sering aja ya Pah." ucap Caca.


"Sure, no problem, I love it." sahut Kevin sambil tersenyum manis.


"Oh iya vin katanya tadi mau ajak Caca dinner?" tanya papa.


"Iya hampir lupa, tadi aku sudah ijin sama papamu mau ajak kamu dinner."


"Dimana?" tanya Caca


"Restoran yang deket sini aja."


"Oke, tapi aku mandi ganti baju dulu yak." sahut Caca lalu pergi ke arah kamarnya.


***


Di Restoran Hotel XX


"Gimana makanannya?" tanya Kevin.


" Enak."


"Mau nambah gak Ca?"


"Gak gak usah ini aja udah kenyang." jawab Caca.


"Do you have a boyfriend Ca?"


"Enggak aku jomblo."


"Apa itu jomblo?"


"Jomblo itu gak punya boyfriend or girlfriend." sahut Caca.

__ADS_1


"Oh... That's great."


Kevin menarik lengan Caca menuju kebun resto yang berada di luar resto lantai 10 di hotel itu jadi terlihat pemandangan kota di malam hari yang penuh lampu.


"Ca mungkin ini klise ya but I fall in love with you at first sight." Tutur Kevin.


Deg... perasaan gue, nih bule bilang love cinta cintaan deh.


Batin Caca.


"Caca are you okay?" tanya Kevin melihat Caca sedang bengong berpikir.


"Eh enggak kok lagi ngitung aja abis berapa kita makan yak." jawab Caca mengelak panik.


"Hahaha kamu lucu banget Ca." Kevin menyentuh hidung Caca dengan telunjuknya.


Caca memasang senyum nyengir seperti senyum kuda.


"Ca kamu mau jadi pacar aku?" Kevin bertanya serius kali ini.


"Hah... serius kamu?" tanya Caca karena terkejut.


"Iya aku mau kamu jadi pacar aku, aku udah bilang semua perasaanku ke ayah kamu dan ayah kamu setuju kok." Kevin menjelaskan pertemuan dengan Papa Adi tadi.


"Gimana ya kev? mmmm gimana ya? mmmm..."


Kevin memberi Caca ruang waktu untuk berfikir lalu ditanyakan kembali perasaan Caca.


"Ca kamu mau jadi pacar ku?"


Caca mengangguk mengingat kebahagiaan Papanya jadi Caca menerima Kevin jadi pacarnya.


"Yessss thanks baby." Kevin memeluk Caca dengan erat lalu memberikan Caca sebuah kecupan di bibir hangatnya itu.


Ada perasaan lain perasaan yang berbeda saat dia dicium Kevin dan Rendi.


Dan entah mengapa saat Kevin memberinya kecupan lagi di pikirannya saat itu hanya ada bayangan wajah Rendi yang sedang menari-nari dipikirannya.


"Rasa ini berbeda, perasaan ini juga berbeda." gumam Caca.


***


Bersambung...


Jangan lupa Vote Like dan Komennya...


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2