Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Bodoh


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


Rendi mencari Caca seperti orang gila kesana kemari berlarian tak tentu arah hanya ingin menemukan Caca sampai ia melihat seseorang yang sedari tadi dicarinya sudah memeluk orang lain.


Rendi berusaha memantapkan langkah kakinya yang lemas dan goyah menuju mereka yang sedang berpelukan itu.


"Hosh hosh... Ca kamu gak papa kan hosh hosh.." ucap Rendi terengah-engah.


Caca menoleh ke arah Rendi lalu melepas dekapannya pada Kevin dan menubrukkan tubuhnya ke arah dada Rendi.


"Kakak huhuhu huhuhu aku takut kak, aku takut..." isaknya masih tersedu-sedu.


"You know... laki-laki tadi preman sini, mabuk, and she... ." Kevin berusaha menjelaskan.


"I know its OK, thanks kev." jawab Rendi yang sekarang memeluk Caca menenangkan diri.


"Naik mobil ku saja, aku antar." Kevin menawarkan.


Rendi mengangguk akhirnya demi Caca yang syok.


"Kak, please jangan ceritain kejadian ini sama papa." pinta Caca merebahkan kepalanya di pundak Rendi dan merangkul lengan Rendi dengan erat di dalam mobil Kevin.


Sesekali Kevin melihat dari balik spionnya.


***


"Halo Ren... gimana Caca?" tanya mama Maya khawatir.


"Udah tidur mah, tadi dia nyasar aja untung ketemu." Rendi membelai rambut Caca yang meringkuk di pangkuannya di atas kasur hotel bagai anak kecil yang membutuhkan perlindungan dari takutnya.


"Ahhh syukurlah... mama takut banget Ren."


"Buat pelajaran mah anak kaya dia jangan sendirian di tempat asing gini."


"Iya, kalian istirahat ya.. Ren... jaga jarak ya." Mama Maya tau kalau Rendi dan Caca berada di kamar yang sama jadi dia memperingatkan.


Rendi mengakhiri teleponnya lalu menyelimuti Caca dan dia pindah tidur di sofa.

__ADS_1


Sinar matahari pagi menyilaukan mata Rendi. Dilihatnya Caca yang mengenakan kaus putih berdiri di depan jendela terlihat menerawang membentuk lekuk tubuhnya.


Huh cobaan apa lagi ini


Rendi membalikkan badannya menyelimuti semua kepalanya sampai tertutup, menghindar.


"Kak... hmmm udah bangun belum ya?"


Caca membuka selimut Rendi. Rendi pura-pura meregang kan tubuhnya berbalik masih dengan mata terpejam.


"Haduh mana gak pake baju lagi." gumam Caca .


Seperti ada yang Caca ingat dengan memperhatikan wajah Rendi dengan seksama. Memory hujan di parkiran Mall di dalam mobil terlintas. Bukan adegan reka ulang kemarin tetapi ini kisah Caca dan Rendi yang lain. Cerita yang pernah di ceritakan Rendi.


"Ah bagaimana bisa saat itu apakah kita pacaran tapi kan kita... aaahhhh sakit sekali kepalaku." ucapnya lirih.


Dilihatnya kembali wajah Rendi lalu Caca mencoba memberanikan diri menyentuh pipi Rendi. Lalu beralih ke mata Rendi yang masih tetap terpejam. Kini mencoba menyentuh bagian hidungnya dengan telunjuknya lalu menuju bibir Rendi yang tebal dan merah.


"Kenapa bisa setampan ini ya kakakku?"


gumam Caca masih menyentuh halus bibir Rendi dan ...


CUP


Caca berlari menuju pintu luar pokoknya saat ini ia harus keluar dari kamar itu. Berjalan di koridor, panik dan mondar-mandir.


Didalam ruangan itu Rendi sudah membuka matanya tersenyum masih memegangi bibirnya yang tadi di beri kecupan oleh Caca.


Berjingkrak jingkrak kegirangan dan bersenandung menuju kamar mandi.


***


"Kamu ngapain disitu Ca." tegur Rendi yang melihat Caca duduk di sudut koridor hotel.


"Aku lagi ngamatin bunga kok." mencoba mencari alasan karena masih panik dengan tindakannya tadi.


"Mana bunganya ?" berpura-pura ikut mengamati.


"Ada tuh kecil banget belum tumbuh dikit lagi. udah ah yuk ke rumah sakit."


"Pakaian mama mana?" tanya Rendi.

__ADS_1


"Oiya lupa." Caca kembali kekamar hotel membawa tas berisi pakaian ganti untuk mama.


***


Saat memasuki ruangan kamar papanya disana sudah ada dokter Kevin sedang berkunjung.


"Kondisi om sudah bagus nih, besok sudah boleh pulang." ucapnya sambil melihat hasil pemeriksaan Papa Adi.


"Wah alhamdulillah makasih ya dok." sahut mama Maya.


"Iya saya juga udah enakan ini udah gak sabar mau kerja." jawab Papa Adi.


"Istirahat dulu saja om, jangan pentingkan pekerjaan dulu." saran dokter Kevin.


"Iya nih papa badung." sahut Caca menghampiri papa Adi dan memeluknya.


"Ren pesen tiket gih besok mama udah kangen ngebakso sama gado-gado Mpok Alfa." ucap mama Maya .


"Oke." sahut Rendi.


"Antar Kevin keluar Ca." perintah papa Adi dan Caca menurutinya.


Rendi melihat dengan sinis kearah mereka, mama Maya memperhatikan Rendi dengan raut sedih.


Namun papa tersenyum memperhatikan Caca dan Kevin lalu bergumam


"Sepertinya mereka cocok."


"Awww.."


Tangan Rendi Teriris pisau saat mengupas apel dimeja. Namun luka itu tak begitu sakit dibandingkan sakit hatinya saat itu.


Sepertinya papa menyukai Kevin untuk menjadi pendamping Caca.


***


Bersambung...


Happy Reading


Jangan lupa Vote Like dan Komennya

__ADS_1


😍😘🤗


__ADS_2