
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
"Panti Asuhan Dharma Bakti, tempat yang selalu saya kunjungi itu bersama Mirna dan Caca Nek?" tanya Pak Adi.
"Ia maafkan saya Di, maafkan saya, maafkan saya." Nek Lastri bersimpuh dan berlutut di hadapan Pak Adi.
"Mirna gak salah Di, Caca juga gak salah saya yang salah, maafkan saya." Nenek Lastri masih menangis sesenggukan di hadapan Pak Adi.
Jadi Mirna juga tak tahu kalo Caca bukan anaknya, jadi harusnya anak mereka laki-laki bukan perempuan, Yaa Allah Mirna sahabat ku maafkan aku berburuk sangka padamu, kukira kau selingkuh dari Adi yang jelas ku tahu mana mungkin berani kau lakukan, maafkan aku Mir...
Kali ini Bu Maya tak bisa lagi menahan Isak air matanya, ia teringat sahabat nya itu.
Bu Maya menghampiri Pak Adi menepuk pundaknya.
"Mas, aku saja mampu menerima Caca sebagai anakku, apalagi kamu yang sedari kecil merawatnya. Maafkan Nek Lastri Mas, Mirna juga pasti sudah memaafkan Neneknya ini." Ucap Bu Maya sangat bijaksana.
Pak Adi meraih bahu Nek Lastri dan membangunkannya agar berdiri.
"Jujur saya sangat marah Nek, sangat kecewa, namun saya sudah terlanjur menyayangi Caca." ucapnya lirih.
"Terima kasih Di, terima kasih... sekali lagi maafkan saya." Nenek Lastri membungkuk meminta maaf kembali.
"Sudah Nek, sudah saya maafkan, Saya harap, Caca jangan tahu hal ini, tunggu sampai kondisinya membaik." pinta Pak Adi.
Pak Adi menoleh pada Rendi yang menyimak pembicaraan mereka bertiga dari tadi.
Rendi tau maksud tatapan Ayahnya dan dia mengangguk.
Di lorong ruangan itu hanya ada mereka ber empat dengan rahasia status Caca hanya merekalah yang tahu.
__ADS_1
***
Dokter yang merawat Caca keluar dari ruangan.
"Bagaimana kondisi putri saya dok?" tanya Pak Adi.
"Alhamdulillah kondisinya mulai membaik, pasien akan di pindahkan di kamar perawatan."
"Terima kasih dok."
Papa Adi memeluk Mama Maya sambil menangis dan juga Nek Lastri.
"Baik, Pak, Bu saya permisi." ucap Dokter itu berlalu meninggalkan mereka yang menangis haru.
***
Rendi mencari Ivan dan Rani di ruang perawatan dan akhirnya ia menemukan Anto disana.
"Gimana Ren kondisi Caca?" tanya Anto yang melihat Rendi masuk ke ruangan.
"Sama-sama Ren, gue juga bakal ngelakuin apapun buat nolong Caca." jawab Rani yang sedang menghabiskan semangkuk mie telor dan susu dihadapannya.
"Iya Ren, sama-sama gak ada utang nyawa ini mah emang kewajiban kita ya Ran." sahut Ivan.
"Nto, tolong dong minta suster boleh gak mie nya nambah?" perintah Ivan ke Anto di iringi anggukan Rani.
"Buset dah keluar darah berapa galon Lo sampe pada nambah gini, malu lah gue mintanya, terlalu...!!" sungut Anto.
"Udah udah gue pesenin xxfood aja yak biar kirim kemari, nih mau pesen apa pun terserah kalian." Rendi menyodorkan ponselnya pada Rani.
"Gue demen nih temen kaya gini." sahut Rani menerima ponsel Rendi.
"Gue juga ya kak ngomong-ngomong gue juga laper hehehe." ucap Anto dengan wajah
__ADS_1
meringis.
"Eh tutup panci yang donor gue sama Ivan kenapa elo ikutan?" Rani melotot ke arah Anto.
"Udah pesenin aja, silahkan Nto, gue tau elo laper." sahut Rendi.
"Ren elo juga harus makan, gue pesenin nasi goreng yak?" tanya Rani.
Rendi menggeleng, baginya tak ada lagi rasa lapar yang penting Caca sudah selamat itu fokusnya.
Rani tetap memesankan makanan untuk Rendi dia tahun bahwa orang-orang di sini belum makan dari pagi tadi karena tak sempat cari makan di xxmart tadi.
"Banyak banget sih kak, rakus banget elo, laper apa aji mumpung?" Anto melirik pesanan Rani.
"Bacot elo gue juga mikirin Rendi, bokap nyokapnya sama neneknya Caca lah, bukan perut kita doang!!"
"Oh... pinter - pinter, keren dah kakak gue mah." puji Anto.
"Lagian saldo Rendi melimpah ini cukuplah gue pesen makanan buat kita semua."
Anto melirik saldo di ponsel Rendi.
"Sekalian pulsa kak gocap." Anto tersenyum memohon.
"Sompret...!!! itu elo yang ngelunjak..!!"
Rani menoyol kepala Anto saking gemasnya.
***
bersambung...
Happy Reading
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Like dan Komen
😍😘😊🤗