
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
Rani menyusul Caca ke kamar.
"Ca jangan marah ya sama gue, elo bete yak sama pertanyaan tadi?"
Tanya Rani perlahan pada Caca.
"Enggak gue gak marah, gue ngantuk aja udah malem besok kan katanya kita mau main arum jeram."
Jawab Caca sembari membersihkan wajahnya dengan kapas cleanser dan toner. Setelah memakai krim malam Caca merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk dengan menyelimuti tubuhnya.
"Gue duluan tidur ya Ran." ucap Caca.
"Tapi Ca gue masih mau ngobrol." pinta Rani yang sekarang sedang membersihkan wajahnya.
"Besok aja Ran hooaaammm gue ngantuk." Caca menguap lalu membaca doa sebelum tidur.
"Yah Caca tumben banget sih." dilihatnya Caca sudah tertidur pulas di atas kasur.
Rani menyusul Caca ikut merebahkan tubuhnya disamping Caca dan mulai memejamkan matanya menuju alam bawah sadar dengan merangkai mimpi yang indah.
***
Caca terbangun dari tidurnya jam sudah menunjukkan pukul tiga lewat sepuluh pagi.
"Duh kebelet pipis ini, mana ni villa toiletnya di luar lagi." batinnya.
"Ran anterin pipis yuk? Raaannn." Caca menggoyang - goyangkan tubuh Rani.
Rani hanya menggumam hmmmm dan tetap larut dalam mimpinya.
Caca memberanikan diri untuk keluar namun ternyata hujan gerimis saat itu dan akhirnya Caca meraih payung dekat pintu keluar, lalu berjalan kearah toilet.
__ADS_1
Ceklek
"Astagfirullah pintunya kebuka sendiri!!"
Caca memekik, menutup matanya sambil berkomat kamit membaca ayat kursi.
Seseorang membuka pintu tersebut dari dalam.
"WOI...!!! ngapain disitu komat kamit"
Aahhh ternyata Nando, hati Caca merasa agak lega.
"Awas minggir!" Caca menggeser Nando dari tengah pintu lalu masuk merampungkan hajatnya.
Saat dia keluar dari toilet betapa kagetnya dia melihat Nando masih ada didepan pintu toilet.
"Ngapin loh? tuh masuk gue udah kelar." ucap Caca melangkahkan kakinya keluar toilet, namun langkahnya tertahan karena Nando meraih tangannya.
"Sombong amat sih Ca, sini aja dulu ngobrol." Terlihat senyum menyeringai di bibir Nando.
"Jangan kurang ajar yak! lepasin gue!" pinta Caca dengan tegas.
"Ayolah, Rani juga gak akan tau kita ngobrol dulu terus..." Kali ini Nando sudah meremas bahu Caca dan mendorongnya masuk ke dalam toilet menutup pintunya.
"Buka gak pintunya? elo mau apa?" tanya Caca ketakutan.
Nando mengunci pintu toilet tersebut ditatapnya mata Caca dengan tatapan tajam bagai singa yang lapar melihat mangsa yang enak dan lezat dan siap melahapnya.
"Hussttt Rani juga awalnya dulu gini lama kelamaan dia nagih, ya meski gue belom bisa tidur sama dia."
PLAAKK...!!!
Tamparan keras Caca mendarat di pipi Nando yang terlihat memerah.
"Dasar cewe sialan makin nantangin elo yak!!" Nando sudah menahan tubuh Caca di dinding dengan mencengkram ke dua tangan Caca sehingga Caca tak dapat bergerak kemana-mana.
"Lepasin gue lepasin gue!!! aarrghhh tolooonggg!!!" teriak Caca.
__ADS_1
"Gak akan kedengeran Ca diluar hujan deras." sahut Nando dengan senyum jahatnya.
Saat itu hujan memang lebih deras dari yang tadi dengan beberapa kali suara petir menggelegar terdengar. Pantaslah banyak penghuni villa yang pasti tertidur pulas tak bisa mendengarkan teriakan Caca.
Nando berusaha mencium wajah Caca dengan liarnya.
Cuuihhh..!
Caca meludahi wajah Nando karena hanya itu yang bisa ia lakukan sebab tubuhnya tak dapat lagi melawan kekuatan Nando yang makin erat mencengkeramnya.
"Dasar cewek sial...!!!" pekik Nando.
"Lepasin tooolooonggg!" Caca berteriak dengan kekuatan yang ia punya lalu
Braaggg...!!!
Nando memukul Caca hingga jatuh pingsan tersungkur ke lantai.
"Kalau elo tenang gue gak akan main kasar Ca." ucap Nando lirih.
Nando mengubah posisi Caca menelentangkan tubuh Caca. Dilihat Caca dengan seksama sampai tak pernah puas matanya memandang kecantikan Caca. Entah setan apa yang merasukinya hingga ia nekat saat itu untuk berbuat tak senonoh pada caca.
Dibelainya pipi Caca dan disentuhnya bibir Caca dengan jari telunjuk nya.
"Hmmmm bibir yang cantik, beruntung banget gue bisa dapetin elo sekarang ini." ucap Nando.
Nando mulai mencoba meraih kerah piyama Caca dan membuka bagian kancing atas itu.
ceklek ceklek ceklek
Terdengar seseorang sedang berusaha membuka pintu toilet dan membuat Nando panik.
***
bersambung....
Happy Reading...
__ADS_1
Jangan lupa Vote, like dan komennya
😊😊😍😍😘😘