
Sebelum membaca hayo jempol nya di klik dulu tanda like itu lho, masukin ke favorit, terus komen terus di vote hehehehe...
Oh iya rate bintang lima juga ya...
Happy Reading...
********
"Beh, kenapa sih Aisyah harus di jodohin sama tuh cowok kagak jelas begono bentuknya?"
Tanya Aisyah meletakkan secangkir kopi untuk babenya ke atas meja di teras depan rumah.
"Nih ya neng, menurut kong Mamun, elu itu harus gue nikahin sama cowo yang pertama kali nyentuh elu, dan gue yakin kan dia cowok pertama yang udah nyentuh elu? nah terus kalau kaga gue jalanin itu saran nanti padepokan gue bisa bangkrut malah bisa tutup," ucap babeh Beni lalu menyeruput kopi panasnya.
"Ah babeh mah, dia kan kagak sengaja, lagian percaya banget sih sama omongannya kong haji mamun, itu namanya babeh musrik tau," ucap Aisyah dengan nada makin kesal.
"Urusan babe kalau percaya sama begituan, lagian apa masalahnya sih, kan orangnya ganteng dan keluarganya kayanya orang mampu kaga susah-susah amat, ganteng lagi jadi cocok sama elu neng boto..." ucap Babeh Beni.
"Tetep aja beh ini mah urusan hati, nah kaga cinta aye beh sama dia," ucap Aisyah.
"Lah emang lu pikir gue sama nyak luh nikah karena cinta? ya kagak lah kita tuh di jodohin, padahal babeh demen banget sama mpok Rohana," ucap Babeh.
"Oh.... jadi gitu, jadi babe masih demen sambil Rohana yang sekarang jadi janda gitu?"
Nyak nya Aisyah keluar dari ruang tamu dan menantang Babeh Beni sambil bertolak pinggang.
"Kagak, kagak, kagak, gue pan cintanya sama elu doang, suer dah tadi kan cuma bercanda doang ngomongnya,"
"Bohong nyak, tadi babe cerita banyak soal mpok Rohana tau, katanya putih, semok binti bohay ampe di mimpi in,"
ucap Aisyah meledek sang ayah lalu berlari kecil ke arah dalam rumah meninggalkan orang tuanya yang pasti memulai perang dunia ke tiga.
"Oh gitu bang, ummm bagus ya, berani elo ngomongin cewek laen sama anakku," nyak nya Aisyah menjewer kuping babeh Beni saking kesalnya.
"Aisyah.... awas lu ya," pekik Babeh Beni yang langsung jadi bulan-bulanan makian oleh istrinya sendiri.
***
Di galeri milik Rendi.
Michelle sedari tadi menunggu Rendi di galeri.
"Halo Rendi, selamat pagi." sapa Michelle.
"Pagi..." balas Rendi.
"Mau sarapan bersama?" tanya Michelle dengan menunjukkan senyum manisnya.
"Maaf, gue udah makan tadi sarapan sama istri gue," ucap Rendi.
"Ooooh... padahal aku juga mau ngobrol soal pembukaan galeri di Tokyo," ucap Michelle.
__ADS_1
"Pembukaan galeri milik siapa?" tanya Rendi.
"Milik aku, nanti aku mau karya-karya kamu juga tampil di galeri aku," ucap Michelle.
"Ya udah kita obrolan di kantor gue aja," ajak Rendi.
"Tapi aku lapar, aku maunya sambil sarapan gitu di cafe deket sini," ucapnya.
"Makan bubur ayam aja, mau gak?" Rendi mencoba menawarkan menu sederhana pada Michelle.
"Enggak ah, kotor gak bersih, aku maunya ke cafe aja," ucap Michelle dengan nada jijik dan sombongnya.
"Oh oke baiklah ayo kita ke cafe Mickey deket sini," ajak Rendi.
Michelle langsung menggandeng lengan Rendi yang tiba- tiba terkejut dan menepis tangan Michelle.
"Maaf ya," ucap Michelle.
Rendi hanya mengangguk dan tersenyum risih.
Sesampainya mereka di cafe, Michelle langsung memesan kursi teromantis yang ada di sudut cafe.
Dia memesan makanan yang ingin dia makan dan menyerahkannya pada si pelayan, sementara Rendi hanya memesan kopi.
"Ren, kita selfie yuk," pinta Michelle langsung mengeluarkan ponselnya.
"Gak usah mau ngapain sih selfie, malu gue," ucap Rendi.
Michelle dan Rendi melanjutkan perbincangan mengenai pembukaan galeri di toko sambil menyantap makanan dan minum kopi.
Tak lama kemudian Ivan masuk ke dalam cafe yang sama dengan Rendi bersama Lolita sang psikiater di belakangnya. Rendi langsung melihat Ivan dan memanggilnya.
"Heh lo ngapain kesini, sama siapa tuh?" tanya Rendi yang berdiri menghampiri Ivan.
"Nah elo sendiri sama siapa? hayo mau macem-macem lo ya di belakang caca?" ledek Ivan menggoda Rendi.
"Kurang ajar lo! sembarangan aja, ini rekan bisnis gue tau gak, nah jangan-jangan lo sendiri ya yang macem-macem di belakang Rani hayo...?"
Rendi gantian menggoda Ivan.
"Enggak Ren, kita cuma temen waktu SMA, dia juga temen Rani sama Caca, tadi kebetulan ketemu di jalan, mobil dia mogok, terus gue tawarin bareng, eh ngajak sarapan ke sini," ucap Ivan menjelaskan.
"Ah yang bener, tipu kali kau!" Rendi mendorong bahu Ivan dengan telunjuknya.
"Idih elu yang tipu kali, bisnis apa yang elu omongin sama cewek cakep gitu?" bisik Ivan saat bertanya pada Rendi.
"Dia mau buka galeri di toko terus mau pake karya gue buat di sana," sahut Rendi.
"Oh... gitu... ya udah sana balik lagi, awas kalau macam-macam lho," ucap Ivan.
"Lo juga awas kalau macem-macem." ancam Rendi.
__ADS_1
Mereka kembali ke meja masing-masing tapi saling mengawasi.
Anto menghentikan motornya di depan cafe Mickey. Hari itu Nayla menyuruhnya mampir untuk membeli kue keju dengan topping lelehan saus strawberry dan blueberry di atasnya. Anto langsung masuk dan berjalan menuju meja pemesanan.
Ivan yang melihat Anto langsung menutup wajahnya dengan buku menu. Rendi juga melihat Anto, tadinya ia ingin menyapa Anto, karena melihat apa yang di lakukan Ivan, maka Rendi melakukan hal yang sama, ikut bersembunyi dari Anto.
"Mba kue yang ini satu ya, sama milkshakenya dua," pinta Anto.
"Makan sini atau bawa pulang mas?" tanya si pelayan.
"Bawa pulang mba, gak pake lama ya," ucap Anto.
"Baik di tunggu sepuluh menit ya mas," ucap si pelayan.
Anto berbalik badan dan mencari kursi tunggu sambil memainkan game online pada ponselnya. Seorang pengendara ojek online masuk ke dalam cafe tak sengaja menabrak Anto.
"Duh maaf mas, gak sengaja," ucap si pengendara.
"Gak apa-apa, santai aja bro!" sahut Anto laku duduk di kursi tunggu dalam cafe.
********
Bersambung guys…
Jangan lupa
follow akun aku ya di noveltoon
Follow IG aku juga @vie_junaeni
Ikuti Giveaway nya juga ya...
Kirim bukti Screenshoot kamu kalau kamu share Kakakku Cinta Pertama ku via inbox di IG
Nantikan pemenangnya di awal bulan Juli, dapatkan hadiah menarik dari Vie.
Baca juga novel
terbaru aku berjudul “WITH GHOST”
Ramaikan disana
ya…
Jangan lupa
Like, Komen dan Vote.
Vie Love You All
My Lovely Readers…
__ADS_1