
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
Rendi memeluk Caca dari belakang.
"Aw panas, kamu sih ngagetin aja." Ucap Caca yang kaget terciprat minyak panas.
"Masak apa sih sayangku?" Rendi makin memeluk Caca dengan erat sesekali memberi kecupan di rambut Caca.
"Telor dadar, nih dah mateng, aku angkat dulu ya." Caca lalu menyilang kan kedua tangannya di leher Rendi.
Mereka saling tatap penuh senyuman dan saling memberi kecupan mesra. Rendi menaikkan bokong Caca dipangkuannya lalu menaruh Caca di meja makan. Rendi makin menggoda Caca menciumi wajah dan leher Caca dengan buasnya.
Cup Cup mmmuuaaahhh mmmuuaaahhh
"WOI...!!! ngapain bibir elo monyong-monyong gitu kak?" Anto menepuk bahu Rendi yang melamun.
Caca yang kaget menoleh kearah suara Anto dan dilihatnya Rendi yang tersipu malu karena lamunan liarnya tadi.
"Mau telor dadar gak? nih." Caca menunjukan telur dadar hasil masakannya.
"Kebetulan kak, gue laper nih." Anto langsung meraih piring dan menghampiri telur dadar buatan Caca ditambah dengan 3 sendok centong nasi ke piringnya.
Rendi yang masih malu-malu dengan wajah masih merona juga perlahan menghampiri, melakukan hal yang sama seperti yang Anto lakukan.
"Enak gak?" tanya Caca.
Rendi dan Anto mengangguk.
"Aku buatin lagi ya." Caca mengambil telur dari dalam kulkas dan membuat telur dadar yang sama untuk nya, Rendi dan Anto makan.
__ADS_1
"Rani kemana ya?" tanya Caca sambil membalik-balikan telur dadar di atas wajan dengan sodet.
"Kayanya tadi pergi deh sama Ivan uhuk uhuk."
"Minum, nih minum makanya kalo makan jangan sambil ngomong." saran Rendi sambil menepuk punggung Anto.
"Kemana ya kira-kira mereka?" Kali ini Caca sudah membawa telur dadar nya keatas meja, Anto langsung mengambil potongan telur itu.
"Mungkin lagi indehoy." celetuk Anto.
Caca dan Rendi saling berpandangan lalu tertawa mendengar candaan Anto barusan.
***
Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Para penghuni villa itu sudah terlelap hanya Caca yang masih terjaga karena Rendi dan Nayla belum pulang dari pertemuan dengan kolega Om Slamet.
Tok tok tok
Caca membuka pintu dan tercium aroma menyengat dari tubuh Rendi.
"Kamu mabuk ya kak?" tanya Caca pelan.
"Tadi Nayla tuh kasih aku wine, udah tau aku gak tahan minum." papar nya.
"Terus Naylanya mana?"
"Noh di gendong sama si mbok sana noh." tunjuk Rendi ke arah luar.
Caca merangkul bahu Rendi membantunya berdiri dan memapahnya duduk di sofa. Lalu Rendi menarik tangan Caca yang langsung jatuh ke pangkuannya.
"Biarin aku seperti ini sebentar Ca." Rendi memeluk Caca dengan erat.
Caca sudah berada diatas paha Rendi saat itu mencoba untuk melepas diri namun tak bisa. Biarpun mabuk tenaga Rendi masih begitu besar untuk dia lawan.
__ADS_1
Rendi memegang pipi Caca dan membawanya bibir Caca ke arah bibirnya. Pikiran Caca berusaha untuk menolak namun raganya membiarkannya. Caca kangen dengan kecupan bibir Rendi meskipun malam itu bau alkohol namun Caca menikmatinya.
Mereka saling ******* bibir sesekali memainkan lidahnya dengan gigitan ringan seiring deru desahan yang mencoba mengatur nafas dengan irama detakan jantung.
Rendi membaringkan Caca di sofa kali ini dia sudah menciumi leher Caca dan meraba lekuk tubuh Caca. Desahan Caca makin membuat Rendi kembali mencumbu bagian bibir dan tangannya kini mulai memasuki bagian dalam kaus Caca untuk meraih sesuatu yang pas ditangannya itu lalu masuk ke dalam dan lebih dalam melupakan status mereka saat itu.
Ceklek... seseorang membuka pintu kamar yang terdengar oleh Caca lalu
BRUG... !!
Caca mendorong tubuh Rendi ke lantai.
"Eh kenapa elo kak nyusruk disitu?" Tanya Anto yang lalu pergi ke kamar mandi.
Caca berusaha membetulkan bagian rambutnya yang sudah acak-acakan dan kausnya yang tadi tersingkap oleh Rendi.
Rendi hanya terduduk terdiam sambil menggaruk-garukan kepalanya.
Anto yang tidak menyadari keberadaan Caca kembali masuk ke kamar.
Caca lalu berdiri berjalan mengendap-endap ke arah kamarnya. Cukup sudah khilaf ini terjadi sedih perih rasanya batin ini menikmati hal barusan seketika sadar siapa dia dan Rendi saat ini. Caca menyeka air matanya lalu membaringkan tubuhnya mencoba terlelap di kasur samping Rani.
Rendi hanya terdiam memandang Caca tubuhnya seketika lemas lalu tertidur dilantai ruang tamu itu sampai pagi.
***
bersambung
Happy Reading
jangan lupa Vote, like dan komen.
😊😍😘
__ADS_1