
Saat mereka selesai beres-beres Kai dan pak Zhang segera pergi karena hari juga sudah larut malam, sebelum pergi pak Zhang bilang jangan berbicara pada Ahn malam hari dan jangan mendekati nya apa pun yang terjadi cukup perhatikan dari jauh.
Malam hari pun tiba, Alexsa duduk di ruang dapur memainkan ponsel nya. Tiba-tiba dia mendengar suara benda pecah di kamar atas.Alexsa berjalan ke arah kamar atas dan suara itu berasal dari kamar Ahn yang sedikit terbuka. Alexsa mengintip ke dalam dan melihat Ahn sedang memecahkan botol anggur dan menuangkan nya ke gelas besar di tangan nya lalu meminum nya hingga habis dalam satu nafas.
Alexsa terkejut bukan karena sebotol anggur yang langsung habis itu, tapi saat melihat Ahn yang hanya memakai celana hitam panjang tanpa memakai kaus atau baju apapun dan memperlihatkan otot-otot perut dada nya yang kekar. Beberapa tetes anggur membasahi dada nya dan membuat nya mengkilap cahaya remang-remang dari kamar itu membuat bayangan siluet Ahn yang sedang menegak anggur terlihat sangat mengerikan dengan rambut yang acak-acakan.
Alexsa masih memperlihatkan dari balik pintu, tiba-tiba Ahn melihat ke arah pintu dan langsung berjalan mendekati pintu. Alexsa terkejut dan berdiri di samping pintu mencoba meratakan diri nya dengan dinding dan menahan nafas.
Saat Ahn melewati nya tercium aroma anggur yang sangat kuat, Ahn berjalan melewati Alexsa begitu saja sambil memegang botol anggur yang kepala nya sudah di pecahkan.
Alexsa melihat Ahn sudah jauh ke dapur dan segar di masuk ke kamar Ahn, ia mencoba membuang semua botol anggur yang sudah pecah itu agar tidak melukai Ahn. Alexsa bersusah menyembunyikan botol itu dalam tempat sampah di luar kamar dengan secepat mungkin. Saat ingin mengeluarkan 2 botol terkahir, tiba-tiba Ahn masuk dan membuat Alexsa terkejut, Alexsa langsung bersembunyi di belakang kepala kasur.
Ahn masuk dan tidak melihat sekeliling kamar nya dan langsung duduk di atas kasur lalu melempar botol kosong di tangan nya kedinding dan pecah, suara itu membuat Alexsa kaget dan mengeluarkan suara.
"Hah" Alexsa menutup kupi
telinga nya karena takut. Ahn menyadari suara itu dan berjalan mendekati belakang tempat tidur. Alexsa yang sangat takut segera meringkuk dan sambil menutup telinga nya.
Petir menyabar di luar dan cahaya kilatan masuk ke kamar itu. Saat Alexsa melihat Ahn berdiri di hadapan nya ia berhusaha tetap tenang karena situasi kamar yang gelap membuat Alexsa tak terlihat.
Tiba-tiba kilatan petir yang terang masuk ke kamar itu cahaya kilatan itu membuat Ahn yang berdiri di depan Alexsa melihat Alexsa dengan jelas walaupun hanya beberapa detik, Alexsa juga melihat Ahn yang matanya memerah karena kebanyakan minum dan mata itu menatap Alexsa dengan marah.
Alexsa berteriak saat tangan Ahn mencoba menjangkau nya. Alexsa merangkak mundur karena menjauhi tangan Ahn, Ahn berjalan di depan Alexsa yang merangkak karena sangking takut nya, cahaya kilat membuat keberadaan Alexsa jelas terlihat oleh Ahn. Alexsa terpojok di lemari putih Ahn dia berdiri dan nafas nya sesak karena takut.
__ADS_1
"Pak jangan, aku karyawan mu." Alexsa melambaikan tangan nya menyuruh Ahn berhenti.
Ahn tetap berjalan mendekati Alexsa semakin dekat hanya beberapa langkah lagi.
"Tiba-tiba, saat di hadapan Alexsa Ahn langsung meninju cermin yang ada di lemari tepat Alexsa bersandar.
Kaca itu pecah berserekan di lantai tangan Ahn berdarah namun dia tidak peduli sedikit pun. Mata merah yang marah itu menatap Alexsa sangat dekat, Alexsa sangat ketakutan nafas nya tak karuan dan tubuh nya gemetar. Tiba-tiba dari mata itu jatuh setetes air mata. Cahaya kilat saat itu membuat Alexsa dapat melihat wajah bos nya dalam beberapa detik.
Tiba-tiba Ahn menangis dan jatuh di kaki Alexsa. Dia memegang kaki Alexsa yang terbungkus setoking putih panjang sambil menangis.
"Kenapa, kenapa kau pergi?" Kenapa!!" Ahn menangis lalu berteriak.
Alexsa hanya membatu karena masih ketakutan pak Zhang percaya pada Alexsa, sedangkan Alexsa bukan Psikiater jadi dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Alexsa tidak berani bergerak ia hanya diam di lemari sambil menenang kan diri nya. Tiba-tiba Ahn kembali menoleh melihat Alexsa dan pria marah itu langsung tertawa keras.
"Hahahaha...!! Kenapa, kau takut?, Ha!!?" Ahn membanting botol anggur itu ke pahanya hingga botol itu pecah sebagian, sisa yang tidak pecah masih di pegang tangan nya.
Ahn kembali mendekati Alexsa dengan pecahan botol di tangan nya.
"Pak, jangan. Jangan lukai saya." Suara Alexsa gemetar saat Ahn mengarahkan kaca itu pada leher nya.
Ahn mendorong Alexsa dengan cengkeraman
__ADS_1
tangan kiri nya dan dengan sekali tarikan badan Alexsa yang bersandar di lemari berpindah ke kiri dan bersandar di dinding. Badan Alexsa tersentak karena di hempasa ke dinding dengan keras serta lehernya yang di tahan.
"Pak... sadarlah, saya karyawan anda..lepaskan saya." Suara Alexsa sesak karena leher nya yang dicekik.
Ahn menatap nya dengan marah dan meletakkan serpihan kaca itu di leher Alexsa dan sedikit mengoresnya.
"Jangan!! Dasar gila..!! Alexsa menampar Ahn dengan tangan kanan nya yang dari tadi mencakar tangan kiri Ahn yang mencekik nya.
Ahn terdiam dan nafas nya kasar karena sangat marah. Lalu melempar Alexsa ke lantai dengan sekali dorongan.
"Kenapa..! Kenapa kau menampar ku?" Apa belum puas kau menyakiti aku dan anak mu?" Ahn berbicara dengan sangat marah pada saat mabuk itu.
"Dasar wanita j*lang!!" Ahn langsung menggenggam baju belakang Alexsa dan membuat tubuh nya terangkat. Wanita itu angkat oleh Ahn dengan mudah nya dengan postur tubuh yang besar itu.
Ahn membanting badan Alexsa ke kasur dengan sangat kasar.
..."Aahg..jangan mendekat, apa kau sudah gila. Aku karyawan mu!! Aku bukan orang yang kau anggap di halusinasi mu!!" Alexsa meneriaki Ahn yang mendekati nya. Namun Ahn tetap mendekati nya dan mengangkat tangan dengan bilah kaca ke arah Alexsa. Saat hendak menusuk Alexsa, Alexsa tiba-tiba menampar Ahn sekali lagi....
"Palak"
Sebuah tamparan kembali membuat Ahn terdiam.
Kaca di tangan Ahn terlepas dan tangan nya gemetaran terlihat darah menetes dari tangan nya itu, mungkin karena sangking erat nya memegang kaca itu.
__ADS_1