Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Hal Yang Membosankan


__ADS_3

Ahn terlihat sangat sibuk sedangkan Alexsa hanya santai melihat dan mencoret hasil kerja karyawan yang salah.


"Pak, saya sudah selesai. Apa lagi yang harus saya kerjakan?" Alexsa menaru kertas yang di periksa yang di depan meja Ahn.


"Sudah?" Kau boleh isterahat." Ahn hanya melihat sekilas ke arah kertas yang di taro Alexsa.


"Sudah? Begitu saja?" Alexsa kembali bertanya pada Ahn.


"Iya, kau boleh melakukan apa pun sekarang." Ahn hanya berbicara tanpa menatap Alexsa.


Alexsa kembali ke tempat kerja nya yang di tunjukkan Ahn tadi. Ruang yang ber-AC dan pemandangan di luar gedung yang menarik membuat Alexsa merasa mengantuk. Alexsa memiringkan kepala dan menutup wajah nya dengan rambut.


Ahn melihat Alexsa yang perlahan tertidur dia merasa senang karena sudah meringankan tugas Alexsa.


2 jam kemudian Alexsa terbangun ia merasa sangat senang karena bisa tidur di tempat kerja, ini selalu menjadi tantangan nya ketik berkerja ia selalu merasa mengantuk tapi sekarang ia bisa tertidur tampa takut di marahi.


Alexsa menoleh pada Ahn, Ahn terlihat sedang makan namun tangan nya masih saja memegang ponsel.


"Alexsa, kau mau makan dulu?" Ahn langsung menyuruh Alexsa makan saat tahu Alexsa sudah bangun.


"Iya, nanti aku akan ambil sendiri." Alexsa kembali memejamkan mata nya.


Beberapa menit kemudian Alexsa merapihkan rambut dan dandanan nya lalu berjalan keluar mengambil makanan di kantin perusahaan.


Saat di kantin Alexsa teringat kalau di hari pernikahan nya ada seseorang pria asing yang memoter nya secara diam-diam dan itu juga terjadi di kantin waktu itu. Alexsa memperlihatkan sekeliling kantin dan tidak menemukan orang yang di curigai namun ia tetap waspada dan masuk kantin dengan memperhatikan setiap wajah di sana.


"Kenapa kau seperti sedang mencari sesuatu nona?" Pelayanan kantin yang membagikan makan melihat raut wajah Alexsa.


"Tidak, aku hanya melihat-lihat saja." Alexsa tertawa kecil lalu meninggalkan kantin setelah mengambil beberapa roti.


Saat keluar dari kantin, Alexsa melihat pria berbaju putih lagi namun dari dalam mobil. Ia tetap beda di pinggir jalan menatap ke arah Alexsa dengan kacamata hitam.


Alexsa sedikit takut lalu memutuskan berjalan cepat memasuki kantor.


Saat sampai di ruangan Ahn. Alexsa terlihat cemas dan. Ahn menyadari nya.


"Kenapa?" Ahn bertanya singkat pada Alexsa.

__ADS_1


"Tidak, hanya..hanya kantin saja yang terlalu penuh dan membuat ku sesak." Alexsa mencari alasan agar Ahn tidak bertanya banyak pada nya.


Alexsa langsung duduk di tempat nya dan memakan roti yang di beli nya.


"Kau tahu, undangan untuk para pengusaha sudah di bagikan. Jadi acara pertemuan para pengusaha sudah dekat." Ahn mulai berbicara deluan.


"Acara pengusaha?" Lalu apa hubungannya dengan ku?" Alexsa terus melanjutkan makan nya.


"Kau akan ikut dengan ku." Ahn melihat Alexsa dengan mata tajam nya.


"Ha? Kenapa aku?" Alexsa merasa keberatan dengan keputusan Ahn.


"Kau istri ku sekarang. Apa aku harus datang sendiri?" Lagi pula acaranya hanya sebentar." Ahn menyakin kan Alexsa agar mau ikut bersamanya.


"Baiklah, aku memang berstatus isterimu sekarang. Kapan acara itu?"


"Itu akan di adakan akhir minggu ini."


"Baiklah aku akan ikut." Alexsa menyetujui ajak kan Ahn.


Alexsa tidak tahu kalau acara ini akan berlangsung 1 minggu di luar kota, bisanya Ahn pergi dengan pak Zhang namun karena sekarang Alexsa isteri nya, Ahn jadi membawa Alexsa.


Saat di perjalanan pulang, mereka terjebak dalam kemacetan. Saat ini Ahn seperti biasanya tetap tenang. Sementara Alexsa ia merasa tidak betah jika berada di atas mobil selama ini, apalagi dia sudah merasa lapar.


Alexsa berusaha tenang sambil memainkan ponsel nya. Namun kemacetan ini seperti nya tidak bergerak. Ahn melihat Alexsa dari tadi melihat keluar mobil dengan cemberut.


"Kenapa?" Sebentar lagi juga ini akan berakhir." Ahn berbicara pada Alexsa yang menyandarkan kepala nya pada pintu mobil.


"Ada apa di sini, kenapa mobil yang lain tidak bergerak?" Alexsa melihat ke mobil putih di samping mobil mereka.


"Mungkin saja ada kecelakaan." Ahn langsung menaru prasangka buruk yang membuat Alexsa semakin bosan.


Alexsa menaikkan kaki nya ke kursi dan meluruskan kaki nya, karena sakit terus di tekuk.


"Apa kau merasa lapar?" Ahn melihat sebuah kedai mie di pinggir jalan.


"Belum, aku hanya bosan." Alexsa terus melihat ke ponsel nya.

__ADS_1


Alexsa tidak menyadari Ahn langsung turun dari mobil mendengar jawaban Alexsa, Ahn pergi ke kedai mie itu untuk membeli beberapa cemilan. Ahn kembali ke dalam mobil membawa beberapa kue ikan dan air kemasan.


Ahn meletakkan kue dan air itu di antara kursi pengemudi dan kursi tengah.


"Ini, makanlah." Ahn membuka air kemasan nya.


Alexsa melihat ke dalam paper bag warna kuning itu, ada beberapa kue ikan. Alexsa mengambil satu untuk nya. Ahn juga mengambil satu setelah Alexsa.


Saat Alexsa menggigit nya ternyata kue itu memiliki isi kacang hijau. Saat Alexsa melihat kue Ahn yang sudah di gigit juga, kue Ahn memiliki isi cokelat.


"Hei, kenapa milikku rasa kacang? Sedang bapak rasa cokelat.


"Lalu kenapa? Aku tidak memilih nya, aku hanya mengambil nya acak. Ini keberuntungan."


"Tidak, aku mau kita bertukar!" Alexsa memberi roti ikan nya pada Ahn.


Ahn melihat tangan Alexsa yang memegang roti ikan rasa kacang hijau."


"Tapi aku sudah menggigit nya." Ahn memperlihatkan roti nya.


"Tidak masalah. aku ingin itu, cepat berikan." Alexsa mendesak Ahn.


Ahn mengambil roti milik Alexsa dan memberikan roti milik nya.


Pada masing-masing roti itu sudah memiliki bekas gigitan." Ahn melihat bekas gigitan Alexsa, awalnya dia ragu untuk memakan nya. Namun saat ia melihat Alexsa memakan roti bekas gigitan nya dengan santai Ahn merubah pola pikiran nya, ia juga memakan roti bekas gigitan Alexsa.


"Ini keras, tolong bukan untuk ku!" Alexsa memberi kan Ahn air kemasan untuk di buka kan.


"Bukan nya kau bisa membuka nya sendiri, kenapa minta bantuan ku?" Apa, cepat lah. Aku haus." Alexsa kembali mendesak Ahn. Namun Ahn tetap memakan roti nya.


Alexsa melihat air kemasan Ahn dan langsung meminum nya.


"Yaudah. Aku minum yang ini. Alexsa langsung minum air dari bekas yang sama dengan Ahn.


Ahn melihat itu sedikit terkejut bahkan mantan isteri nya Helen tidak pernah mau memakan sisa nya.


"Apa kau tidak merasa jijik?" Ahn melihat Alexsa yang sedang minum.

__ADS_1


"Tidak, memang nya kenapa? Kalau punya bapak dan aku minum air ini di tempat yang sama, air nya tidak akan menjadi racun. Lagi pula aku tidak pernah merasa jijik dari bekas orang lain, termasuk bapak." Alexsa menutup air itu dan kembali memakan roti nya.


__ADS_2