
Gao tak menyangka kalau Alexsa akan se percaya ini padanya, sampai memeluk nya. Gao senang karena rencana nya berhasil.
Sebenar nya yang di ceritakan Gao sudah benar, cuma ada beberapa fakta yang di balik. Yaitu saat mengatakan kalau ia harus membayar, namun yang sebenarnya membayar adalah Helen.
karena suaminya Ahn sudah merusak kesucian Alexsa. Dan kata Helen yang mengambil bayinya sewaktu di lahir kan, sebenarnya Gao yang membawa kerumah sakit dan Helen benar-benar tidak pernah melihat ataupun mengunjungi Alexsa saat hamil, dan dia juga tak pernah menyuruh Gao memakai obat bius Gao sendiri yang memakai obat bius untuk Alexsa dan obat bius itu di berikan terlalu banyak.
Satu lagi, ia mengatakan kalau tidak tahu anak Alexsa sekarang di mana, tapi sebenarnya dia tahu kalau kai itu adalah putra kandung Alexsa hasil hubungannya dengan Ahn.
"Tidak apa tuan Gao, anda sudah melakukan yang terbaik. Kelak saya tidak akan mempercayai mereka lagi." Alexsa memeluk Gao dengan lembut.
"Terimakasih. tapi aku masih ada sesuatu yang ingin di sampaikan pada mu." Gao melepaskan dirinya dari pelukan Alexsa.
"Apa?" Alexsa menjauh kan dirinya dari Gao.
Seorang bawahan yang sudah menunggu di depan pintu masuk.
"Ini tuan, saya permisi." Penjaga itu memberikan sebuah amplop tadi siang.
"Lihat lah, aku mendapat kan ini tanpa sengaja." Gao menyerah kan amplop itu pada Alexsa.
Alexsa membuka amplop dan mendapati foto-foto Helen dan Ahn sedang berpelukan di hotel, semakin ia melihat foto-foto itu dia merasa sangat hancur dan di khianati.
"Apa? Dia melakukan nya? Kapan foto ini di ambil?" Alexsa sedikit gematar terdengar dari suaranya.
"Ini saya ambil tadi siang di sebuah hotel nona, tadi tuan Gao menyuruhku menemui seorang klien kerja dan tak sengaja aku mendengar suara gaduh dari kamar itu, pintunya tidak di tutup jadi aku bisa melihat mereka, aku mengambil beberapa foto untuk di tunjukan pada mu." Bawahan itu juga sudah bekerja sama dengan Gao.
"Benarkah.. aku tak menyangka kalau dia akan seperti ini, pantas saja tak mencari ku." Alexsa lemah dan Ter duduk di atas kasur lalu menangis. Ia tak menyangka kalau Ahn akan seperti ini padanya.
"Tidak apa Alexsa, kau jangan terlalu mengharapkan dia, kau bisa disini sampai kapanpun kau mau." Gao tersenyum melihat Alexsa yang sangat terpukul dengan foto-foto di tangannya.
"Jangan menangis, jangan buang air matamu untuk pria tak berguna seperti dia. Aku masih ada di sini, aku akan menjagamu." Gao duduk di samping Alexsa dan memeluknya.
Ia senang kalau Alexsa sudah jatuh ke perangkap nya, ia memberi isyarat pada bawahan nya untuk meninggalkan mereka berdua di ruang itu.
__di tempat ahn__
Setelah menyelesaikan perdebatan dengan Helen, Ahn kembali ke Rumah Sakit untuk mengajak kai pulang.
"Kai? Apa siap untuk pulang?" Ahn datang dengan senyuman manis. Tak biasanya dia tersenyum seperti itu.
__ADS_1
"Papa..! Ayo pulang, kai ingin pulang." Anak itu sangat senang matanya cerah menatap sang ayah.
"Ayo kesini, aku akan menggendong mu pulang." Ahn menghampiri kai sambil menjulurkan tangannya.
Tiba-tiba seorang perawat masuk yang bertugas untuk mencatat kondisi akhir kai.
"Permisi tuan, saya harus melakukan pengecekan terakhir." Perawat itu melewati Ahn dan melakukan pemeriksaan pada kai.
"Bukan kah tadi sudah? Kai sudah mau pulang." Anak itu merengek lagi saat sang perawat melihat kepalanya.
"Tuan muda harus di pastikan baik sebelum keluar dari sini. Coba miringkan kepalanya." Perawat itu menyuruh kai memiringkan kepala ke kanan.
"Aaa,, tadi sudah begini juga. Ini tidak sakit, kai baik-baik saja." Anak itu terus berbicara dan membuat Ahn tersenyum.
"Apa tenggorokan tuan kai masih terasa sakit?"
"Tidak, semua sudah baik."
"Baiklah tuan kai sudah bisa pulang. Tolong jangan makan atau minum sesuatu yang panas, pedas dan usahakan juga untuk mengunyah sesering mungkin ya." Perawat itu sangat ramah dan menyentuh hidung kai.
"Baik, kai akan Mengingat nya. Terimakasih perawat cantik." Senyuman lebar anak itu membuat siapa saja akan sayang padanya.
"Pandai sekali kau melakukan ini, siapa yang mengajarkan kai bicara baik biasanya selalu kasar dan nakal?." Ahn menghampiri kai yang menyingkirkan selimut di kaki nya.
"Alexsa bilang harus sopan dan baik maka orang juga akan baik kepada kita. Dulu kai tidak baik dengan papa dan papa juga tidak baik dengan kai, sekarang kai sudah jadi anak baik dan papa juga sudah baik tadi papa tersenyum. Dan itu adalah hal baik." Kai sangat pintar dan mudah di ajarkan, jadi anak sekecil itu pasti akan menuruti perkataan orang yang dia suka.
"Baiklah, kita bisa pulang sekarang?" Ahn melebarkan tangannya untuk mengendong kai.
Kai langsung ke pangkuan Ahn dan mereka berjalan ke luar ruangan.
"Papa, saat papa tersenyum itu terlihat sangat tampan, apa bisa tersenyum sampai di luar?" Kai menekan pipi Ahn dengan telunjuk nya menyuruh Ahn senyum.
Ahn terkenal dengan sikapnya yang serius dan hampa, dia bahkan tak pernah mempedulikan siapapun di sekitar nya jika ia tidak mengenalinya. Sekarang putra nya meminta dia tersenyum dan Ahn mengikutinya.
Aura pria ini langsung berubah, dari seorang yang mengerikan sekarang terlihat seperti kehangatan.
"Astaga, tuan Ahn sangat tampan. Apa yang di pangkuan itu adalah putra nya?"
'tidak bisa, ini terlalu manis' terdengar suara pujian dimana-mana saat kai fan Ahn keluar dari Rumah Sakit.
__ADS_1
"Kita langsung ke Hera Gold ya, kakek sudah menunggu." Ahn langsung mengendarai mobil pulang ke apartemen nya.
Mereka makan malam bersama sesuai menu yang kai inginkan. Selesai makan mereka tidur lebih cepat karena harus pergi bekerja.
__di tempat gao__
"Sudah larut begini kau malah duduk di luar, ada apa?" Gao menghampiri Alexsa yang duduk di sofa ruang tamu.
"Tidak apa, aku hanya sedikit tertekan. Aku hanya tak menyangka ternyata ia bisa menikam ku segitu kejamnya, bahkan tak pernah mencari ku." Pandangan mata Alexsa lurus kedepan dan berkedip perlahan.
"Sudahlah, itu hanya sia-sia. Pikirkan dirimu saja, jika terjadi sesuatu padamu aku akan selalu melindungi mu. Mari aku antar ke kamar mu." Gao memegang bahu Alexsa
menyuruhnya ke kamar.
"Tidak, aku ingin disini. Kau pergilah, ketika sudah mengantuk aku akan ke kamar ku." Alexsa tetap ingin duduk di kursi panjang itu.
"Baiklah, tapi jangan tidur di luar. Malam akan sangat dingin, aku akan menyuruh bawahan ku memberimu selimut nanti. Aku harus tidur, kau juga tidurlah dengan cepat." Gao mengusap rambut Alexsa sebelum pergi.
Alexsa tak bisa tidur karena memikirkan nasib nya. 'huuh.. memang aku siapa kenapa harus marah padanya. Wajar saja dia kembali pada Helen, tapi aku istrinya sekarang .(menangis) apakah ia pantas bermain dengan wanita lain saat keadaan ku seperti ini?' Alexsa menangis memikirkan nasib nya, kenapa Ahn malah tega dengannya.
"Nona, ini selimut anda. Tidur lah cepat dan jangan tidur di sini, malam akan dingin." Seorang pria memberikan Alexsa selimut.
Alexsa menerima selimut, namun dia tak menjawab. Dia masih sedih dan matanya bengkak.
Larut dalam kesedihan membuat Alexsa tanpa sadar tertidur di atas sofa.
___di tempat ahn___
Pagi ini Ahn bersiap berangkat ke kantor dan istimewa nya dia akan membawa kai untuk pertama kali ke kantor.
"Sudah siap tuan muda kai?" Ahn membuka pintu mobil dan melihat kai yang berjalan menghampirinya.
"Siap, ayo kita pergi." Kai naik ke mobil dan mereka pergi ke kantor bersama.
Sampai di kantor, para pegawai melihat Ahn membawa seorang anak kecil. Seperti biasa saat memasuki kantor akan ada beberapa pengawal yang memberi hormat pada Ahn.
Memasuki ruangan kantor, banyak para wanita di kantor menatap kai.
"Astaga, tidak disangka tuan Ahn membawa putra nya ke sini, dia ternyata memang sudah memiliki anak."
__ADS_1
"Apa putra tuan Ahn mirip dengan nona Helen? Mereka berdua sangat manis." Para pegawai berbisik melihat Ahn menggendong kai.