
"Kau datang dengan isterimu kan..maksudku yang ke dua, benar? Pria itu memasukkan tangan nya kedalam saku dan mengeluarkan sebatang rokok dan korek lalu menyalakan nya."
Memangnya kenapa, apa kau ingin menjebak isreri ku kali ini?" Ahn menatap gerak-gerik pria yang mencurigakan itu.
"Tidak, tidak tuan.. aku hanya bertanya karena sekarang aku tidak sendirian lagi dalam menghadapi keluarga mu." Pria itu menghembuskan asap rokok nya."
Terdengar langka kaki dan hak tinggi mendekati ruangan dan suara itu semakin mendekat.
"Krmarilah sayang." Tuan Gao membentangkan tangan nya. Dan seorang wanita memasuki ruangan itu.
Ahn melihat wanita dengan topi hitam lebar dan sarung tangan hitam itu, gambaran dari belakang tubuh nya wanita itu sangat seksi dengan postur tubuh yang berisi. Rambut yang di warnai dengan merah tua langkah kaki nya terdengar sangat tenang.
Wanita itu datang ke pangkuan tuan Gao dan dia berbalik, separuh wajah yang cantik terlihat.
Ahn langsung terdiam, gambaran lama dalam memori otak nya kembali muncul. Senyuman itu dia sangat mengenali nya.
Wanita itu membuka topi lebar yang menutupi separu wajahnya. " Kita bertemu lagi, tuan Ahn." Wanita itu tersenyum dan menatap Ahn dengan pandangan yang sangat merayu.
Jantungan Ahn langsung berdebar cepat, antara kebencianan, kesedihan dan kerinduan bergejolak di hatinya. Tubuh Ahn terasa dingin, dia kembali melihat masalalu nya yang telah membuat nya hancur."
Alexsa tidak mengenali wanita itu namun ia menyadari Ahn terlihat sedikit aneh setelah wanita itu datang."
"Hee-len?" Suara Ahn langsung tersendat saat melihat pinggang wanita itu di rangkul tuan Gao."
"Kita bertemu lagi tuan Ahn, namun dalam masa yang berbeda." Wanita itu tersenyum dan mendekati Ahn.
Kedua mata mereka saling memandang. Ahn dan Helen akhirnya bertemu lagi setelah 5 tahun, Helen banyak berubah dari setelah dia meninggalkan Ahn. Mata Ahn tidak berkedip
melihat wanita itu, tangan Ahn gemetar seakan-akan ingin menampar wajah Helen."
__ADS_1
Apa yang terjadi setelah kedua pihak yang terbakar dendam dan amarah jika di paksa bersaing? Akankah persaingan kotor terulang lagi."
Mereka berempat berada di ruangan itu dengan rasa bersaing yang tinggi.
Tiba-tiba seorang penyelenggara masuk dan memegang sebuat proposal.
"Tuan dan nyonya, di tangan saya ada sebuah proposal milik tuan Gao. Jika tuan Ahn ingin maju ke babak selanjutnya tololong berikan proposal ajuan kedua anda." Penyelenggaraan berbicara pada Ahn dan memperlihatkan proposal milik Gao.
"Baik tuan, proposal kami akan menyusul besok." Alexsa menganguk kan kepala saat berbicara dengan penyelenggaraan itu.
"Anda harus cepat, besok pagi rapat akan dimulai jam 10 dan akan dihadiri pengusaha lain dalam memilih siapa yang akan menang. Jadi tolong di percepat." Penyelenggaraan itu membungkuk kan tubuh nya dan meninggalkan orang-orang ini.
"Bagaimana tuan Ahn, apa kau tidak menyiapkan proposal ke-dua" Helen menatap Ahn dengan pandangan remeh."
"Dengar, aku bukan seperti dulu. Jika kau akan bermain kotor lagi jangan salahkan aku jika permainan mu akan aku tiru." Ahn berbalik dan meninggalkan mereka.
Alexsa berjalan di belakang Ahn, dia melihat Ahn yang sangat marah berjalan keluar gedung hingga ke parkiran.
"Tenang pak, saya punya rencana. Bapak pulang dan susunlah proposal itu, dan saya akan tetap disini mengikuti pria itu." Alexsa menjelaskan dengan gerakan tangan agar Ahn lebih percaya.
"Tapi, bagaimana bisa aku meninggalkan mu di antara orang-orang ini." Itu sangat berbahaya." Ahn mengkhawatirkan Alexsa dengan rencananya.
"Saya tidak apa-apa pak. Saya bisa menjaga diri, saya disini hanya beberapa saat saja. Setelah pakta baru saya dapatkan, saya akan langsung pulang. Alexsa menyakinkan Ahn lagi."
"Jika kau pikir begitu, maka aku akan berhusaha mengawasi mu dari GPS. Jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi." Ahn dengan pandangan ragu tetap melepaskan Alexsa ke tugas yang cukup berbahaya ini.
Alexsa langsung tersenyum, dia langsung memakai jas hitam serta menutup wajahnya dengan masker. Alexsa kembali masuk ke gedung putih itu dan langsung menyalakan perekam suara. Sementara Ahn dia langsung bergegas kembali ke hotel karena harus menyelesaikan proposal nya."
"Alexsa kembali memasuki ruangan tempat mereka bertemu tadi dan masih melihat kalau Gao dan Helen masih disana namun mereka terlihat berbeda dari yang tadi."
__ADS_1
"Alexsa segera duduk di depan ruangan itu dan menyalakan perekam suara yang ada pada kacamata nya.
"Dari percakapan Alexsa mendengar kan hal yang tidak terduga.
"Bagaimana menurut mu apakah semua akan berjalan lancar esok?" Gao mengengam tangan nya dan berbicara serius dengan Helen."
"Aku rasa ini akan lebih sulit." Helen mendekat kan wajahnya pada sebuah majalah di atas meja."
"Jangan membaca hal yang tidak penting. Kita akan menghadapi putra Huang, kau mantan isterinya kan cepet katakan kelemahan nya." Gao langsung menampar wajah Helen."
"Maksud mu apa Gao, ingat aku membantu mu dalam proyek ini. Jika kau memukul ku lagi maka aku akan bongkar semua keburukan mu!" Helen langsung melempar majalah itu ke wajah Gao."
"Hahaha...maafkan aku, kau tahu kan aku sangat mudah marah. Santai lah sayang, begini maksudku keluarga itu pasti masih mempunyai harta kan?" Kita harus memeras harta mereka hingga habis lalu pergi dari kota dan perkumpulan bodoh ini." Gao tersenyum dan sikapnya langsung berubah."
"Aku tidak tahu apa masalah mu dengan Ahn, namun aku hanya ingin balas dendam pada Ahn dan ayahnya karena telah mengihnaku." Helen memukul meja dengan keras menggunakan tangan nya."
"Aku tidak ingat asal masalah ku, namun aku memilih mereka secara acak saja." Gao dengan rasa tidak bersalah tersenyum pada Helen."
"Kita harus menang, jika proyek mu yang ini di terima maka peluang mu dalam pasar gelap dunia akan berkembang."
"Sstt...jangan terlalu keras!" Gao membungkam mulut Helen dengan tangan nya.
Alexsa mendengar itu terkejut. Kenapa mereka membicarakan pasar gelap."
"Apa, bukankah hanya ada kita. Lagi pula bisnis mu hanya itu, kau tidak punya perusahaan. Bahkan kau tidak punya bangunan hasil mu sendiri." Helen melepaskan genggaman Gao di mulutnya dengan paksa."
"Aku juga tidak tertarik menjadi pengusaha. Rumah bordil ku saja sudah mampu membuat ku kaya raya."
"Apa rumah mu?" Ingat Gao, aku punya bagian 30% atas bangunan itu. Lagi pula bangunan itu adalah milik Ahn, kau hanya merampas nya!" Helen membongkar sebuah fakta yang belum di ketahui banyak orang."
__ADS_1
"Sat...mulut mu itu kenapa, tidak bisa diam dasar jal**g!" Gao sangat marah pada Helen.
"Jangan membentak ku!!!! Kau hanya lah orang yang tidak tahu apa-apa." Gao berbisik pada Helen."