
"Baiklah, cepatlah kembali, aku takut mereka akan mendobrak pintunya."
"Tidak akan, aku sudah memperingatkan mereka. Aku melakukan ini hanya untuk pengamanan ganda. Jangan tunggu aku, jika mengantuk tidur lah." Gao melepas tangan Alexsa dan pergi. Ia juga mengunci pintu ruang baca agar Alexsa tak dapat kabur.
Setelah Maslaah Alexsa beres, Gao dan BEI serta beberapa bawahan langsung menuju gedung tua dan mempersiapkan segalanya.
___di tempat ahn__
Setelah makan malam, Ahn membicarakan Masalah uang tebusan ini kepada pak Zhang.
"Bagaimana ayah, apakah sebaiknya aku menurutinya?"
"Aku tahu pria itu tidak berbohong, sebaiknya kau benar-benar membawa uang itu. Aku takut dia benar-benar akan melukai Alexsa."
"Uang itu cukup besar, apakah kita tidak akan rugi?" Ahn ragu dengan keputusan ayahnya.
"Rugi apanya? Kau mau dia terluka, setidaknya pikirkan kai. Dia sudah sangat Merindukan wanita itu, jika ini bukan karena kai aku juga tak ingin melakukan nya."
"Baiklah, tapi kita membutuhkan seseorang untuk membantu."Ahn mulai terlihat ragu karena orang yang di Maksud adalah Helen.
"Tak masalah, kita memang membutuhkan orang lain. Aku akan menyiapkan uang nya. Kita harus tidur sekarang, banyak tenaga yang di butuhkan esok." Pak Zhang bangkit dari kursi dan meninggalkan Ahn sendirian di ruang makan.
Malam berlalu, mereka semua tidur.
__skip pagi__
"Ayah, kita akan pergi kita harus meninggalkan kai, kita tidak bisa membawanya aku takut ada kekerasan yang akan melibatkan nya." Ahn mempersiapkan uang dan beberapa selimut untuk berjaga-jaga.
"Kita akan tinggalkan dia di Hera Gold ini, hubungi beberapa karyawan kepercayaan mu untuk menjaga kai selama kita pergi." Pak Zhang juga akan ikut ia tak bisa membiarkan Ahn pergi sendiri.
Ahn pergi ke kamarnya dan menelepon 3 orang karyawan wanita dan salah satunya adalah teman Alexsa yang memakai kaca mata. Ia juga menghubungi Helen.
"Helen, aku membutuhkan mu nanti."
"Ada apa Ahn? Apa terjadi sesuatu?"
__ADS_1
"Gao akan membebaskan Alexsa di gedung bekas di belakang bukit, aku ingin kau menunjukan lokasinya. Aku akan menjemput mu jam 8, kita harus cepat." Ahn mendesak Helen.
"Baiklah aku tahu lokasi nya aku akan membantu mu." Ahn mematikan panggilan Helen.
Ahn melihat ke laci lemari kecil di samping lemari baju, ia mengeluarkan sebuah senapan dan sabuknya lalu mengikatkan pada pinggangnya untuk berjaga-jaga.
Ia turun kebawah dan melihat persiapan, kebetulan kai terbangun dan melihat pak Zhang dan Ahn sudah bersiap-siap.
"Papa, ada apa? Kalian akan pergi kemana?" Kai baru bangun dan mengusap matanya.
"Kai, papa dan kakek akan pergi menjemput Alexsa Kai harus tinggal di sini tempat Alexsa sangat berbahaya, papa sudah memanggil teman kerja Alexsa untuk mengurus kai. Jadi tolong patuh ya." Ahn menghampiri kai.
"Menjemput Alexsa ya, baiklah tidak masalah kai akan tinggal dan patuh." Kai tersenyum dan melambaikan tangan.
Beberapa menit menunggu, 3 orang wanita karyawan Ahn datang.
"Aku serahkan semua pada kalian, tolong jaga putra ku selama aku pergi." Didepan pintu Ahn sudah memegang 4 buah koper bersama ayahnya.
"Baik pak, saya akan menjaga kai selama anda pergi. Kita semua akan menjaga nya." Karyawan berkaca mata tersenyum.
Sudah jam setengah 8, Ahn dan pak Zhang melaju ke hotel Helen tinggal.
Helen yang sudah menunggu langsung masuk ke mobil Ahn. Saat membuka pintu mobil pak Zhang terkejut ternyata yang di maksud Ahn adalah Helen.
"Kau.. kenapa wanita ini bisa disini? Ahn aku tak mau di mobil bersama nya!" Pak Zhang sangat tidak suka dengan Helen.
"Ayah, sudahlah jangan berdebat, kita butuh Helen untuk menunjukan lokasinya. Kita tak punya banyak waktu, jika ayah tak mau duduk bersama Helen biarkan Helen duduk di depan bersamaku." Ahn kesal karena ayahnya tidak bisa menerima bantuan dari Helen.
Kedua nya hanya diam, Aan langsung membuka pintu mobil dan menyuruh Helen di samping nya.
Mereka melaju langsung ke kota Dijin untuk menemui Gao.
__ADS_1
___di tempat Gao___
Pagi ini Gao akan mengantar Alexsa kembali pada Ahn, dia sedikit ragu saat akan melakukan nya, namun saat melihat mata BEI ia tetap harus melakukan nya.
Gao membuka pintu ruang baca dan melihat Alexsa
sudah terbangun duduk di kursi kayu menunggunya membuka pintu kamar.
"Tuan, terimakasih perlindungan dari anda membuat saya tidur dengan nyaman." Alexsa tersenyum dan menghampiri Gao di depan pintu.
Pandangan mata Gao pada Alexsa sangat berbeda hari ini, Alexsa dapat melihat mata Gao yang penuh beban. Gao mengusap pipi kanan Alexsa dengan tangannya yang terasa sedikit kasar.
" Hari ini kau akan kembali pada Ahn, seharusnya kau senang. Kau tak akan tinggal dengan binatang seperti ku lagi(tersenyum)." Baru kali ini Alexsa melihat sebuah senyuman tulus di bibir Gao, Alexsa
menyadari kalau Gao terlihat sedih.
"HM.. aku akan kembali, tapi aku senang disini. Aku bisa mendapat perhatian darimu walau terkadang kau membuat ku kesal, tapi sungguh semua ini sangat indah. Aku akan sangat berterimakasih pada mu, tuan jangan sedih." Alexsa memegang tangan Gao yang mengusap pipinya.
"Sedih? Apa maksud mu, aku akan mendapat uang tebusan, dan semua hutang Helen akan ku lunasi. Kau bersiaplah, aku akan segera mengantar mu menemuinya." Gao terlihat menyembunyikan perasaannya dari Alexsa.
Alexsa sangat paham dengan perasaan Gao, ia berbalik dan mengambil tas serta pakaian lama saat ia datang kesini, Alexsa mengingat semua saat ia pertama datang. Gao memang kasar saat pertama namun saat ini Alexsa sangat tak ingin meninggalkannya.
'apa ini, perasaan ini..kenapa bisa menyelimuti ku. Aku merasa gelisah saat menatap matanya, aku merasa tak ingin pergi.' Alexsa mengemas semua barang yang ia bawa di awal.
BEI melihat kakak nya menatap Alexsa seperti tatapan kesedihan, BEI meraih pundak kakaknya itu "tidak apa, lagi pula kau akan merasa lega setelah ini. Jangan lemah seperti ini hanya karena wanita kak, aku ingin kau menjadi Gao-Daijin yang dulu."
"Apa yang kau bicarakan, aku tak semenyedihkan itu. Hanya saja setelah dia datang ke rumah ini...duniaku yang berwarna abu-abu mulai berwarna, karena dia aku mengerti bagaimana rasanya memiliki tujuan hidup. Ruang hampa di hati ku seperti Ter isi, dan sekarang aku harus melepasnya rasa nya sedikit berat." Gao kembali membuat senyum palsu menutupi perasaannya.
"Baiklah jika kau berkata seperti itu, aku sudah menghubungi beberapa media tv yang akan meliput mu agar si Ahn itu tidak bisa berbuat banyak. Kalaupun polisi datang mereka tak akan berani mendekat. Aku harus naik ke atas mengambil beberapa obat untuk berjaga-jaga."BEI berbalik tapi sebelum itu ia sempat melihat kalau Gao menghapus sesuatu di matanya, 'apakah itu air mata? Cih dia lemah sekali.'
Apa yang terjadi, di satu sisi Alexsa ingin kembali pada Ahn, namun ia tak bisa berpisah dari Gao . Di sisi lain, Gao merasa berat ketika melepas Alexsa tapi itu memang sudah tujuannya saat menculik Alexsa. Perasaan apa yang ada didalam diri Gao?
Helen mengatakan Gao adalah pria yang kejam dan mengerikan, tapi saat ini dia menangis melepas Alexsa. Air matanya tulus, jadi siapa sebenar nya yang kejam dan tidak memiliki hati disini?
Ahn yang mencintai uang dan tak ada cinta untuk Alexsa, Gao dengan sikap tempramen dan emosi tinggi atau BEI pria dingin dengan hati yang beku?
__ADS_1