Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Kekesalan Alexsa


__ADS_3

Kaca di tangan Ahn terlepas dan tangan nya gemetaran terlihat darah menetes dari tangan nya itu, mungkin karena sangking erat nya memegang kaca itu.


"Kau siap? Kenapa terus memukul ku?" Nada suara Ahn rendah dan terdengar sedikit paru.


Alexsa turun dari kasur dan mendekati Ahn. Aku tidak akan menyakiti mu, aku bukan orang jahat." Alexsa mendekati Ahn dengan perlahan.


"Apa kau istri ku?" Apa kau Helen?" Ahn bertanya masih dengan suara paru nya dan kepalanya yang tertunda.


"Bukan, aku Alexsa." Aku bukan isteri mu Helen." Alexsa terdiam di depan Ahn.


...Tiba-tiba Ahn terjatuh dan menghantam tubuh Alexsa, Alexsa yang badan nya tidak siap juga terjatuh dan posisi Ahn mendidih badan...


...Alexsa....


"Dengan sekuat tenaga Alexsa menggeser badan Ahn dan berdiri. Badan nya sakit di timpah oleh badan besar Ahn lalu merapihkan rambut nya.


Dengan susah payah Alexsa membopong Ahn ke atas kasur yang membuat nya sangat kelelahan. Alexsa menghela nafas panjang dan mengikat rambut nya tinggi dengan pita ping yang ada di tas nya.


Ia merapihkan kamar Ahn dari sampah rokok dan pecahan botol anggur. Lalu merapihkan semua barang-barang yang berserekan tak lupa juga dia membersihkan kaca lemari yang di pukul Ahn hingga berserekan.


Selesai membereskan ruangan itu Alexsa merasa haus dan mengambil air di dapur. Saat minum ia merasa sakit di tenggorokan nya saat melihat nya di cermin ada bekas genggaman merah di leher nya dan itu sangat jelas.


"Haah, bagaimana aku menghilangkan nya? Ini terlihat sangat jelas." Alexsa menoleh kan kepala nya beberapa kali untuk melihat bekas cekikan Ahn.


Tak lupa Alexsa membawa es mangkok air hangat dan handuk kecil ke kamar Ahn.

__ADS_1


Sampai di kamar Ahn, air itu di gunakan Alexsa untuk mengelap badan Ahn yang lengket karena mungkin sudah tidak mandi beberapa hari ini dan karena banyak di tetesi anggur. Saat mengelap tangan kanan Ahn Alexsa melihat bekas luka karena menggenggam kaca tadi yang darah nya menetes ke seperi putih di kasur itu Alexsa mencari kotak P3k untuk membersihkan luka di tangan Ahn.


Saat melihat tangan kiri Ahn ternyata juga tergores karena memukul kaca lemari. Alexsa juga membersihkan nya tanpa merasa keberatan.


Semua sudah di bersihkan Alexsa melihat jam tangan nya ternyata sudah jam 3 pagi, tubuh nya juga lelah ia memutuskan untuk pulang. Tapi apa ada taksi jam segini?" Sebelum keluar dari kamar Ahn, Alexsa meletakkan kemeja putih di samping ranjang dan menutup pintu kamar perlahan.


Alexsa memutuskan untuk tidur di sofa yang berada di depan kamar Ahn.


Pagi hari jam 8, Ahn terbangun kepala nya sangat sakit dan juga tangan nya di perban ia mengerakan tangannya dan menyadari ke dua tangannya di perban. Saat bangun dari kasur ia menatap sekeliling nya dan kepalanya sangat berat dan pandangan nya berputar-putar, ia memegang pinggiran kasur dengan erat agar tidak terjatuh dan mengambil kemeja putih yang ada di dekat nya lalu memakai nya.


Saat akan bercermin ia tidak bisa melihat cermin nya karena sudah pecah. Ahn mengusap mata nya memastikan kalau dia sudah tidak mabuk, ia membuka mata nya lebar-lebar dan berkedip beberapa kali.


"Apa ini..? Apa aku terlalu minum banyak? Dimana kaca nya?" Ahn kebingungan dengan apa yang terjadi denga nya.


"Ia berjalan ke arah pintu kamar dan beberapa kali hampir terjatuh karena badannya yang tidak seimbang.


"Apa itu?" Mata ku tidak bisa melihat nya. Apa itu setumpuk kain atau manusia?" Ahn berjalan ke arah Alexsa dengan hati-hati karena langkah nya tidak seimbang.


Ahn menyentuh gaun biru Alexsa." Ini, ini mungkin hanya pakaian. Pasti pelayan lupa merapihkan nya." Ahn mengibasksn beberapa kali bagian bawah deres Alexsa yang membuat pahanya yang tidak tertutup setoking terlihat.


Ahn berjalan ke dapur dan mengambil sebuah gelas untuk minum, saat akan menaruh gelas di meja, Ahn tidak sengaja menjatuhkan nya ia pikir ia sudah meletakkan nya di atas meja tetapi karena mata nya yang berputar-putar ia malah menjatuhkan gelas itu.


Suara gelas itu pecah membuat Alexsa terbangun dan segera berdiri melihat kamar Ahn. Saat Alexsa membuka pintu tidak ada seorang pun di kamar itu. Alexsa bergegas menuju dapur dan benar saja Ahn ada di sana sedang meraba-raba gelas nya di atas meja.


"Pak Ahn apa yang anda lakukan?" Alexsa segera mengambil tekok keramik yang ada di tangan kira Ahn.

__ADS_1


"Ini, aku mencari gelasku. Apakah masih ada di meja?" Aku haus." Ahn berbicara dengan suara rendah dengan Alexsa dan badan nya yang tak berhenti bergerak ke kiri dan kekanan.


"HM, bapak duduk dulu biar saya ambilkan." Alexsa mendorong pelan rubah Ahn menjauhi pecahan kaca dan mendudukkannya di kursi.


Alexsa mengambil gelas yang baru dan mengisi air lalu mengarahkan nya pada mulut Ahn. Ini pak silakan di minum."


Iya, terima kasih." Ahn memegang tangan Alexsa yang memegang gelas untuk nya dan meminum air itu pandangan nya satu dan mata nya masih sedikit merah menatap lurus tidak menyadari siap yang ada di depan nya.


Alexsa sedikit terkejut dengan tingkah bos nya yang tiba-tiba menjadi lunak seperti ini.


Selesai minum Ahn mintak di antar ke kamar nya dan Alexsa membantu nya berjalan ke kamar. Samping di kamar Ahn duduk di tepi ranjang menghadap kaca jendela besar yang langsung mengarah ke taman belakang rumah nya.


"Tolong ambilkan aku air hangat." Ahn berbicara tanpa menatap Alexsa dan ekspresi wajah yang datar.


"Untuk apa bapak meminta air panas?" Alexsa berdiri menatap Ahn dari samping.


"Kenapa bertanya, aku bisanya mencuci kaki ku setiap pagi." Ahn sedikit mengerutkan kening nya.


"Baik pak." Alexsa segara ke dapur dan mengambil sebaskom kecil air panas dan dicampuri air dingin lalu kembali ke kamar Ahn, dan meletakkan nya dibawah kaki Ahn.


"Sekarang bersihkan." Ahn memasukan kaki nya kedalam air hangat itu.


"Apa?" Saya harus mencuci kaki anda.


"Tentu saja, kenapa kamu menolak?" Ahn mengarahkan pandangan nya pada Alexsa.

__ADS_1


Alexsa tidak tahu kalau mata Ahn masih buram jika melihat sesuatu. Alexsa segara menuruti nya walau dia tidak suka.


__ADS_2