Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Semangat Alexsa


__ADS_3

"Hei, Alexsa berapa bayaran mu untuk satu malam bersama ku?" Alexsa menepis tangan pria itu dan Ahn melihat nya. Ahn merasa sangat marah dan menampar pria itu. Tangan Ahn yang kuat dan besar membuat pria itu langsung terhempas ke lantai.


"Tolong mulut mu itu dijaga, apakah kau tidak pernah di ajarkan orang tua mu?" Pria itu bangun dan perlahan menunduk.


"Semuanya bubar!" Perintah Ahn membuat semua karyawan langsung lari.


"Kau ini kenapa?" Kenapa mencari masalah dengan orang lain?" Ahn menatap Alexsa yang memegang perutnya.


"Ini semua karena anda, anda yang membuat saya dalam kondisi seperti ini!" Alexsa berbicara gemetar sambil memegang perutnya.


"Maaf, maaf kan aku. Aku tidak akan membuat mu dalam kondisi ini lagi." Ahn mendekati Alexsa.


"Tidak. Jangan mendekati saya, kau hanya menyakiti saya." Alexsa mengangkat kepala nya dan Ahn melihat air mata membasahi wajah Alexsa dan rambut nya yang acak-acakan.


Alexsa segera pulang dan meninggalkan Ahn dengan perasan bersalah dalam diri Ahn.


Alexsa merasa tertekan dengan postingan negatif dari para pegawai kantor, mereka semua memandang Alexsa sebagai seorang wanita penghibur bagi Ahn.


Karena tertekan sosial Alexsa tidak masuk kerja sejak kejadian itu, dia mengurung diri dirumah selama 2 minggu dan tidak pernah keluar rumah. sebagai seorang wanita dia melampiaskan emosinya dengan makan sebanyak mungkin untuk melupakan kata-kata orang yang menunjuk nya sebagi penghibur.


Selama 2 minggu ini putra Ahn, yaitu Kai merasa rindu dengan kehadiran Alexsa dia juga sering bertanya sama ayah nya bagaimana Alexsa. Dan ini sudah kesekian kali Kai bertanya pada Ahn.


"Papa, dimana Alexsa?" Dia tidak kembali lagi yah? Apa Alexsa juga tidak suka Kai seperti mama?" Anak itu duduk di ayunan halaman belakang saat Ahn sedang bernang di taman belakang rumah yang luas.


"Kai, tolong jangan manja kepada nya. Dia berbeda, dia bukan mama untuk mu. Mama mu itu pergi karena dia tidak suka dengan mu dan Alexsa pergi karena bukan membenci mu tapi membenci papa." Ahn keluar dari kolam berenang untuk minum segelas susu protein.


"Apa yang papa lakukan sampai Alexsa semarah itu?" Apa papa memukul nya?" Anak itu menatap Ahn yang mengelap tubuh nya dengan handuk."


"Kai. Sudah jangan pikir kan Alexsa, mungkin saja dia sedang sakit sehingga tidak mau menemui papa." Ahn duduk di samping putranya.


Hari ini hari libur sekolah untuk Kai. Saat Ahn sudah pergi ke kantor, Kai menyuruh sopir pribadi nya untuk mengantar nya ke rumah Alexsa. Di perjalanan anak itu membelikan Alexsa kartu permintaan maaf dan menulis nama papa nya di atas kertas itu dengan tulisan tangan nya sendiri.

__ADS_1


Sampai diruamah Alexsa, Kai melihat tumbuhan yang sudah mulai layu. Dia khawatir dengan Alexsa. Anak 5 setengah tahun itu mengetuk pintu rumah Alexsa.


Tok...tok..tok.."


"Alexsa, apa Alexsa dirumah?" Ini kai!!!" Suara kecil memanggil dari luar pintu.


Alexsa mendengar suara itu saat sedang duduk di kamar memakan mei instan. Awalnya Alexsa mengabaikan suara itu karena ia benar-benar tidak ingin lagi punya hubungan dengan keluarga Huang. Tetapi suara Kai yang memanggil semakin keras dan membuat keheningan di rumah Alexsa pecah, Alexsa keluar dengan marah.


Dia sudah makan terus-menerus selama 2 minggu tanpa olahraga, dan sekarang badan nya yang langsing ideal berubah seperti wanita hamil dan perut yang sedikit membuncit serta ukuran dada, lengan dan pahanya juga bertambah.


Alexsa keluar dengan kaus putih lengan pendek yang sudah menyempit dan menampakkan dengan jelas perutnya yang membuncit dan dada nya yang tidak seperti dulu. Tapi wajah nya yang tirus tetap seperti sebelumnya, mata nya yang menghitam karena kurang tidur membuat diri nya semakin tidak terawat.


"Siapa?" Alexsa membuka pintu dan menatap kosong ke depan.


Alexsa, Kai ada di bawah." Anak itu menekan perut Alexsa dengan jari telunjuknya.


"Kai, ada apa?" Suara Alexsa kembali lembut karena anak itu sangat lucu mengenakan baju kuning dan celana biru serta rambut depan yang di ikat dengan ikat rambut merah."


"Ha, benarkah?" Apa aku menjadi jelek?" Alexsa langsung memegang wajahnya dan berjalan ke depan cermin.


Alexsa menatap tangan dan perut nya yang membesar.


"Aaaaaa..


...bagaimana ini apa aku terlalu banyak makan?" Alexsa sangat sedih dengan yang ia lakukan dan mengusap matanya yang hampir meneteskan air mata....


"Alexsa, jangan menangis. Yang Kai maksud bukan wajah Alexsa tapi tubuh?" Kenapa Alexsa bisa gendut?" Alexsa tidak makan sayur yah?" Kai juga ikut kedalam.


Alexsa terdiam dan memikirkan hal yang terjadi dengan nya.


"Bagaimana ini, aku sudah gemuk. Aku harus keluar dalam situasi ini." Alexsa mengikat rambut nya dan menganguk.

__ADS_1


Alexsa mau kemana?" Kai melihat Alexsa yang mengikat rambut.


Aku akan berubah, aku akan merawat diriku. Aku akan kembali berkerja. Alexsa berterik menyemangati diri nya sendiri.


"Yeeay, Alexsa semangat!!" Anak kecil itu ikut melompat dan gembira.


Alexsa mulai membereskan sampah makan yang dimakan nya selama 2 minggu terakhir, membersihkan peralatan, dan perabotan rumah. Tak lupa juga membersihkan lingkungan nya dan menyiram tanaman.


Saat hampir jam 3, Alexsa selesai dengan semua tugasnya, Kai yang dari tadi disana juga ikut membantu Alexsa.


"Haah..selesai juga. Terimakasih Kai, bantuan dan perkataan mu sudah menyadarkan ku." Alexsa tersenyum lebar dengan keringat membasahi baju nya.


"Hahaha..iya, Kai senang bisa melihat Alexsa tersenyum. Sebenarnya Kai rindu dengan Alexsa, kenapa Alexsa tidak menemui Kai lagi?" Alexsa marah dengan papa yah?" Anak itu bertanya dengan mata yang memelas.


Alexsa merasa tidak tega dengan anak itu lalu berjongkok mensejajarkan tingginya.


"Kai, Alexsa sibuk jadi Alexsa tidak bisa bermain dangan Kai beberapa minggu ini. Kalau soal marah dengan pak Ahn..." Alexsa terdiam menyebut nama Ahn.


"Tidak apa-apa jika Alexsa marah dengan papa, tapi jangan lama-lama yah. Papa itu orang nya aneh." Anak itu menaru diam-diam kertas permintaan maaf yang di tulis nya sendiri.


Alexsa tersenyum tipis dan berdiri lagi.


"Alexsa sudah siang, Kai mau pulang nantik kakek mencari. Dadah" anak itu meraih tangan Alexsa dan mencium pipi Alexsa lalu berlari keluar sambil melambai kan tangan.


Alexsa tersenyum dari jauh saat melihat Kai melambai.


Saat Kai pulang, Alexsa berjalan ke kamar untuk mandi dan membersihkan diri untuk pergi ke toko membeli kebutuhan memasak..


Di rumah keluarga Huang.


...Kakeek!..." Kai berteriak mencari kakek "...

__ADS_1


__ADS_2