
Ahn mengengam tangan Alexsa dan membawa Alexsa masuk kedalam mobil." Mata Ahn terlihat sangat jelas menyimpan kebencian pada pria itu.
Beberapa detik setelah meraka menutup pintu mobil, Ahn langsung berteriak dan terlihat urat leher Ahn yang sangat jelas timbul di leher nya.
"Aaaaaaaaa....!!!!" Nafas Ahn langsung cepat dan dia terlihat sangat marah dari sebelumnya.
"Kenapa bajingan itu harus ada di sini! Para pemain busuk itu akan mempermalukan ku! Tidak bisa di biarkan aku akan membunuhnya malam ini! Ahn berbicara dalam amarah, wajar jika ia merasa seperti itu sudah mempermalukan Ahn dan mengambil separu harta yang tersisa waktu dulu.
"Pak, jangan berbicara seperti itu. Kita tidak bisa gegabah, kita tidak harus memasuki lubang yang telah dia masuki." Alexsa mengusap bahu Ahn agar dia tenang.
"Maksud mu apa? Kenapa kau mengumpamakan hal ini dengan lubang?" Ahn melihat Alexsa dan mata Ahn marah merah karena sangat marah.
Itu hanya perumpamaan. Jika dia menjatuhkan mu dengan mencemari namamu, kita tidak boleh melakukan hal yang sama karen itu akan memperlihatkan kalau kita dendam terhadap nya, ikut saja cara bermain nya ketiaka dia lengah kita akan lebih cepat dari nya."
"Bagaimana, bagaimana caranya?" Ahn sedikit tenang setelah mendengar Alexsa.
"Kita tidak bisa membunuhnya karena akan semakin memperburuk situasi, kita bisa mencari ke lemahan nya. Dan menggunakan kelemahan nya itu sebagai senjata, untuk saat ini bapak jangan bertindak keras berusahalah tetap profesional.
__ADS_1
Kita akan bermain kotor dengan cara yang rapih." Alexsa menatap Ahn dengan wajah nya yang sangat serius dan sedikit senyuman membuat Alexsa seperti pemain handal dalam hal licik ini.
"Apa kau sudah mulai terbiasa dengan dunia pengusaha busuk ini?" Apa kau akan bergabung? Ahn juga mulai membuat wajah jahat yang dingin."
"Tentu, kita berdua akan mengusai para pemain lama ini dengan taktik yang baru. Aku tidak akan biarkan siapa pun menang selain anda, saya akan mencari cara untuk menjatuhkan musuh utama kita, tuan Gao." Alexsa menatap kedepan kaca mobil yang dapat melihat semua pengusaha yang sedang tertawa di luar gedung."
"Baiklah, aku akan mulai mengikuti cara bermain mu tapi ingat, semua yang ada di gedung ini mereka seperti di gambar di atas koin, sisi satu akan memperlihatkan senyuman sisi lain akan melihat kan kecurangan.
"Kita harus mengimbangi mereka dulu." Ahn membuka sedikit kaca mobil nya.
Entah bagaimana mereka akan melakukan penumbangan untuk setiap pengusaha curang ini, yang jelas di dalam kepala mereka sudah tertuang tujuan yang sama.
______Di kamar hotel.____
Alexsa menganti pakaian nya dengan pakaian biasa yang dipakai saat di rumah Ahn. Begitu juga dengan Ahn, mereka memilih memesan makanan untuk masuk ke dalam kamar karena tidak sempat makan diluar."
Saat sedang makan Alexsa masih penasaran dengan pria tadi, dan kenapa sikapnya sangat aneh."
__ADS_1
..."Pak, boleh saya menanyai tentang pria itu?" Alexsa mulai berbicara saat Ahn sedang memakan setengah makanan nya....
"Kenapa, kenapa ingin mengetahui nya?" Ahn berhenti makan dan menatap Alexsa.
"Itu...kenapa pria itu membuat mu marah, apakah pria itu melakukan sesuatu yang sangat membahayakan?" Alexsa sedikit takut membahas ini karena ia masih ingat dengan teriakan Ahn.
"Kau ingin tahu? Biar aku ceritakan.
Semua itu di mulai seperti saat ini juga, aku dan ayah pergi melakukan rapat ini dan semuanya baik-baik saja. Namun di saat-saat terakhir ayah ku memang dengan saham itu, sih Gao itu mengatakan sebuah kebohongan kalau aku menyiksa isteriku dan membuat aku menceraikan nya.
Aku sudah mengatakan kalau itu tidak benar, namun wanita jal*g itu menujukkan diri nya dengan beberapa bekas luka. Aku tidak mengerti dari mana luka itu berasal bahkan aku tidak pernah memukul nya. Dan karena hal itu ayah ku di permalukan, bahkan keluarga kami harus membayar karena berita kotor itu.
^^^"Keadan ekonomi sangat rendah sehingga membuat ayah terpaksa mengadaikan sebagian kantor nya. Hasil nya kami tetap bisa berdiri walau masih banyak cercaan, aku merasa sangat depresi karena ini.^^^
"Dan beberapa bulan aku mengalami sakit mental dan ayah ku sangat sedih, jadi aku mencoba lari ke alkohol dan itu sampai sekarang masih ada." Ahn menarik nafas panjang dan mengeluarkan nya lagi, suara nafas Ahn sangat berat.
"Apa wanita itu tidak pernah menemui bapak lagi?"
__ADS_1
"Tidak, setelah dia mempermalukan ku di rapat itu aku tidak bertemu lagi dengan nya. Bahkan aku tidak tahu apakah dia lebih bahagia atau tidak, aku heran apakah pria itu membayar Helen untuk menjatuhkan ku atau mereka berkerja sama." Ahn kembali melanjutkan makan nya.