Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Kebohongan


__ADS_3

Ahn memeluk Helen hingga sedikit tenang, Ahn mengerti kalau ini semua juga karena ulahnya yang tidak mempedulikan keluarga.


"Sudahlah, aku yang salah. Maafkan aku, aku tak akan menyalahkan mu lagi." Ahn melepas pelukan nya dari Helen


"Aku tahu.. aku salah saat memberi mu anak bukan dari ku, tapi sungguh kai adalah putra kandung mu. Kau yang melakukan hubungan dengan wanita malam itu. Tolong jangan hilangkan kasih sayang mu untuk nya, dia hanya anak kecil." Helen menenangkan diri nya dan melepas pelukan Ahn.


"Aku tahu, tapi apakah kau tahu siapa wanita itu?"


"Aku tidak tahu, tapi Gao sangat mengetahui wanita itu. Jika kau ingin mengetahui nya tanyakan saja pada Gao."


"Baiklah, aku tidak bisa berlama-lama disini jangan sampai ada yang melihat. Aku pergi dulu." Ahn langsung mengambil kertas yang berceceran dan pergi dari kamar hotel itu.


Helen masih merasa sedikit terguncang dengan tempramen Ahn yang sangat brutal. Bahkan ia tak ragu untuk membunuh nya saat itu, tapi dengan sekali penjelasan dia langsung mengerti.


'kenapa pria itu, dia langsung sangat marah besar tapi itu juga memang salah ku karena bukan ibu kandung kai. Tapi apakah tempramen nya yang kasar itu sudah lama begitu?' Helen menyentuh leher bekas di cekik Ahn dan memperhatikan pintu yang rusak di bagian gagangnya.


"Permisi nona, tuan Ahn tadi menyuruh ku memperbaiki pintunya." Seorang reparasi hotel datang membawa perkakas nya.


"Iya, silahkan." Helen mengambil segelas teh di meja dan mematikan tv nya.


Helen bertingkah seolah tak terjadi apa-apa, dan memperhatikan tukang memperbaiki pintu.


"Haa.. pintu ini cukup parah, memangnya apa yang terjadi nona hingga pintu ini bisa rusak?" Tukang itu membongkar bagian yang rusak dengan teliti.


Helen terdiam sebentar, tidak mungkin ia mengatakan kalau Ahn menendang nya.


"Tadi aku tidak sengaja mendobrak nya karena aku terkunci di luar." Helen sedikit tersenyum menutupi kebohongan.

__ADS_1


"Benarkah, kekuatan nona besar sekali. Bahkan besi di pintu ini juga bisa patah, hahaha.. tidak disangka ya." Tukang memperbaiki dengan sedikit candaan membuat Helen melupakan masalah nya dengan Ahn tadi.


Ahn memutuskan menyelesaikan pekerjaan nya di rumah karena libur untuk para pegawai akan segera datang. Takut ia tak sempat menyelesaikan tugasnya.


__di tempat gao___


Siang ini Gao tertidur di jalan belakang di sebuah ayunan. Alexsa juga ada di sana ia hanya duduk di pinggir kolam berenang yang berbentuk persegi panjang.


"Tuan, maaf menggangu waktu istirahat Anda. Saya sudah melakukan tugas saya." Seorang suruhan dari Gao datang ke halaman belakang.


"Kemari, coba aku lihat hasil kerjamu." Gao duduk dan memanggil bawahan itu dengan jari telunjuk dan tengah nya.


Penjaga memberikan sebuah amplop dan langsung meninggalkan Gao.


"Ada apa tuan Gao?" Alexsa mengeluarkan kaki nya dari air.


"Sudah jam 2 siang, aku mengantuk." Alexsa masuk ke dalam rumah untuk tidur.


Gao hanya mengangguk dan membiarkan Alexsa pergi.


"Tak ku sangka Ahn mampu bermain seperti ini. Aku pikir dia pria baik-baik, ternyata sama saja." Gao melihat foto-foto Helen dan Ahn berpelukan di hotel tadi.


Hari sudah malam, selesai makan malam Gao memanggil bawahannya yang mengambil foto Ahn tadi. Dia menyuruh bawahan itu menemui di kamar ruang baca.


"Alexsa, dengarkan aku. Aku ingin menceritakan kisah mu dengan rinci. Apa kau mau mendengar ku?" Gao kembali membuat Alexsa agar percaya dengannya.


"Baiklah, aku akan mendengarkan. Tolong kau jujur tanpa menutupi satu fakta pun." Alexsa duduk di atas kasur sementara Gao duduk di sofa kamar ruang baca itu.

__ADS_1


"Baiklah, aku tak akan menutupi apapun. Kau bisa menilai siapa yang salah dan benar disini."


Alexsa mengangguk dan mendengar dengan serius.


"Semuanya di mulai saat ayah tiri mu menemui ku di sebuah bar,dia sedang mabuk dan mengaku kalau dalam kesulitan pada masalah keuangan nya. Dia bercerita pada ku kalau dia akan menjual mu ke sebuah rumah bordil. Jadi aku bertanya apakah putri mu masih gadis? Dan ternyata iya. Aku tidak bisa melihat seorang ayah yang putus asa. Jadi aku menanyakan kenapa menjual mu dan itu karena kau adalah anak tiri dan hanya kau yang sudah dewasa sementara adik-adik mu saat itu masih 6 tahun.


Aku menerima mu, dan membeli mu untuk menyelamatkan masa depan mu, aku berencana membawamu ke tempat ku di saat selesai membeli mu, tapi aku hanya tinggal di sebuah tempat kecil jadi aku menitipkan mu pada Ahn untuk malam itu saja selagi aku mencari rumah yang lebih layak. Tapi di malam itu Ahn sedang mabuk berat aku tidak mengetahui itu. Dan kejadian itu terjadi, aku dan Helen datang bersamaan dan Helen menyaksikan langsung suaminya melakukan hubungan itu dengan mu, dia sangat marah dan ingin membunuh mu saat itu juga tapi aku menghentikan nya, aku yang akan mengurus mu apapun yang terjadi. Dan Helen setuju dengan itu tapi aku harus membayar nya atas kesalahan ku. Aku meminta waktu pada nya karena saat itu aku sudah kehabisan uang karena membeli mu dan saat itu aku belum menjadi orang besar." Gak berhenti sebentar meminum anggur di tangannya.


"Lalu apakah Helen tahu kalau wanita itu adalah aku? Tapi kenapa dia bersikap biasa saat bertemu dengan ku?" Alexsa langsung mengajukan pertanyaan.


"Tidak dia tidak mengetahui wajah mu karena saat itu aku masih menutup wajah mu dengan kain hitam. Bahkan Ahn juga tak tahu wajah mu. 2 bulan setelah itu, aku mengetahui kabar kalau kau hamil. Aku sangat sedih padahal aku belum menyentuh mu dan hal itu terjadi adalah karena Ahn. Aku memberi tahu Helen, dia menyuruh ku agar merawat mu hingga melahirkan, dia menginginkan anak mu dan mengganti bayaran yang harus ku bayar dengan anak mu. Jadi aku sekali lagi merawat mu, tapi saat hamil kau selalu ingin membunuh anak di perut mu jadi Helen menyuruhku untuk membius mu dan bius itu berlangsung terus menerus selama 8 bulan. Aku tak mau memberi mu bius lagi. Kau terlihat sangat menyedihkan dan karena bius yang di berikan Helen terlalu banyak kau mengalami overdosis dan mengakibatkan jantung mu sangat lemah jika menerima suatu kabar menyedihkan serta kau mengalami hilang ingatan atas beberapa kenangan. Lebih parah nya lagi anak mu juga mengalami hal yang sama tapi untung nya dia tidak terkena amnesia.


Kau melahirkan lebih cepat karena obat itu, dan anak mu lahir prematur dia sangat lemah saat itu. Tapi Helen langsung membawanya kerumah sakit untuk berpura-pura sudah melahirkan bayi dan membuang mu tanpa sepengetahuan ku. Aku tidak tahu kalau kau sudah melahirkan waktu itu, hanya bawahan yang memberi tahuku kalau Helen sudah membawamu. Dan sejak saat itu aku tak pernah menemui mu lagi." Gao membuat air mata palsu di matanya.


"Benarkah? Ternyata mereka sangat jahat. Pandai sekali berbohong, tapi.. apakah anak ku selamat? Dimana dia sekarang?" Alexsa sudah terlihat tegar dari sebelumnya.


"Aku tidak tahu, Helen tidak memberi kabar lagi setelah itu. Dan aku sangat senang bisa bertemu dengan mu lagi." Gao menutup wajah nya dengan tangan.


"Maafkan aku sudah menitipkan mu kepada pria itu. Aku tidak tahu kalau dia akan melakukan hal itu, maafkan aku." Gao meneteskan air mata palsu yang membuat Alexsa percaya.


"Tidak apa, kau sudah merawat ku hingga sekarang ini sehingga aku masih bisa hidup. Kau sudah membantu ku aku berhutang Budi pada mu tuan." Alexsa tersenyum dan berinisiatif mendekati Gao dan memeluk Gao yang sedang duduk di kursi dengan air mata palsunya.


Gao tak menyangka kalau Alexsa akan se percaya ini padanya, sampai memeluk nya. Gao senang karena rencana nya berhasil.



Sebenar nya yang di ceritakan Gao sudah benar, cuma ada beberapa fakta yang di balik. Yaitu saat mengatakan kalau ia harus membayar, namun yang sebenarnya membayar adalah Helen karena suaminya Ahn sudah merusak kesucian Alexsa l. Dan kata Helen yang mengambil bayinya sewaktu di lahir kan, sebenarnya Gao yang.

__ADS_1


__ADS_2