Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Bab 50 KMK


__ADS_3

"Ada apa ini? Alexsa ! Aku pulang, Alexsa .!?" Ahn sengaja menepuk pipi Alexsa pelan untuk membangunkan nya.


Alexsa tetap tidak bangun, Ahn mulai cemas karena biasa nya Alexsa akan terbangun walau hanya mendengar suara pintu di buka.


"Alexsa!! Hei, apa kau tertidur?" Ahn mengangkat tangan Alexsa dan tangan itu jatuh seperti tidak berdaya.


Tanpa pikir panjang Ahn langsung memakaikan Alexsa pakaian tidur nya dan menggendongnya ke mobil, segera Ahn menuju rumah sakit.


Dia sangat panik, dia takut kalau ini adalah penyakit yang sama di derita kai putranya.


Penyakit itu adalah trauma dari tubuh mereka, kai akan pingsan dan tak sadar kan diri jika dia terlarut dalam kesedihan, sedangkan Alexsa tak sadarkan diri karena trauma dengan perasaan kehilangan nya di masa lalu atas anaknya.


Sampai di rumah sakit, Ahn langsung mendesak perawat untuk memberikan perawatan pada Alexsa segera. Para perawat membawa Alexsa ke ruangan inap dan Alexsa langsung di pasangi tabung oksigen.


Ahn merasa sangat sedih, dia merasa sangat tersiksa melihat Alexsa yang tak bergerak dengan bantuak oksigen.


Saat sedang duduk di kursi tunggu, tubuh Ahn yang lemas tertidur sejenak. Beberapa menit Ahn tertidur, seorang dokter radang menghampiri Ahn.


"Tuan, tuan Ahn." Dokter wanita itu menepuk pundak Ahn yang tertidur dalam posisi duduk.


"A, iya kenapa?" Ahn tersentak dari tidurnya.


"Nona Alexsa sudah sadar, mungkin anda mau menemui nya." Dokter itu mempersilahkan Ahn masuk.


Ahn langsung berjalan ke arah pintu. Dari balik pintu kamar itu Ahn melihat Alexsa yang menolehkan kepalanya seperti mencari sesuatu.


Ahn masuk ke ruangan itu, mata Ahn sangat sayu karena kelelahan dan kesedihan. Ahn menghampiri Alexsa dan matanya berkaca-kaca.


"Alexsa, maafkan aku." Ahn langsung duduk di samping Yura dan menggenggam tangan Alexsa yang di infus.


"Tidak.. pak, saya tidak apa-apa. Bagaimana dengan kasus anda?" Alexsa dengan suara lirih menatap Ahn.


"Semuanya baik-baik saja, seperti yang aku katakan. Tolong jangan pikirkan apapun, aku disini sekarang." Ahn mendekatkan kepalanya ke tangan Alexsa dan menyembunyikan air matanya.


Alexsa hanya tersenyum, sekarang dia sudah bisa bersama dengan Ahn.


Karena sudah malam, Ahn memutuskan tidur di kamar rumah sakit yang sama dengan Alexsa.


Ada apa ini, kenapa mereka berdua lebih dekat sekarang? Apakah akan ada cinta di antara kedua nya?


Pagi hari sebelum Alexsa terbangun Ahn sudah kembali dari hotel dan mengambil pakaian Alexsa. Karena kondisi

__ADS_1


Alexsa sudah membaik, mereka keluar dari rumah sakit.


Di dalam perjalanan kembali ke hotel, Alexsa berbicara dalam mobil bersama Ahn.


"Pak, bagaimana perkembangan kasus itu. Bagaimana anda bisa bebas?" Yura melihat Ahn yang mengendarai mobil.


"Kenapa, apa kau tidak senang aku disini?"


"Bukan, tapi bukankah kasus itu besar. Bagaimana bisa anda di bebaskan dengan mudah?"


"Entah lah, aku tidak mengerti. Gao sedang di penjara sedangkan aku yang memukulnya bebas. Apa ada hal yang tidak ku ketahui?" Ahn melambatkan laju mobilnya karena ada kemacetan.


Alexsa melihat dari balik kaca mobil satu arah, dia menatap keluar seperti biasa di saat bosan.


Saat mobil bergerak beberapa meter, Alexsa terkejut dengan siapa yang ada di dalam mobil yang tepat ada di sebelah mobil mereka.


"Haa..?! Pak, lihat itu.. itu" Alexsa menepuk tangan Ahn dan menunjuk ke kaca mobil.


"Helen? Itu Haarin kan?" Ahn sedikit memajukan tubuhnya ke arah Alexsa untuk melihat apakah itu benar-benar Helen.


"Itu nyonya Helen, itu memang nyonya Helen pak!" Yura mengeluarkan ponsel untuk memfoto Helen sebagai bukti kalau Ahn tidak bersalah.


"Pak ikuti dia, kita akan minta kesaksiannya!" Yura memaksa Ahn untuk mengikuti Helen.


Ahn langsung berganti jalur dan mengambil jalur yang sama dengan Helen.


20 menit berkendara, Helen berhenti di pelabuhan kapal. Ia mengeluarkan beberapa tas besar dari bagasi mobil dan berjalan ke arah loket kapal.


Alexsa dan Ahn berlari mengejar Helen yang sedang membayar tiket.


"Nyonya Helen, tunggu!" Alexsa berlari ke arah Helen.


Helen ingin pergi namun tas yang di bawanya terlalu berat, jadi dia sedikit menjauh dari Alexsa.


"Ada apa kau mengikuti ku?" Wajah Helen sedikit panik.


"Anda akan kemana?"


"Kenapa? Bukankah tujuanmu sudah tercapai? Kenapa masih mengejar ku?" Helen


mengambil tas dan tiket nya dan langsung pergi.

__ADS_1


"Helen, tunggu. Kenapa kau pergi?" Ahn datang dan langsung menggenggam tangan Helen.


"Ahn, lepas kan! Kau sudah tidak menginginkan aku lagi kan? Lalu kenapa sekarang kau mendatangiku?" Helen menjatuhkan tasnya.


"Aku memang tidak menyukai mu, tapi apa semua ini? Kemarin kau.." Ahn belum sempat selesai berbicara Helen langsung memotongnya.


"Aku hanya bersandiwara, kau puas! Aku hanya membohongi mu tentang luka di kepalaku, aku tidak apa-apa. Sekarang aku boleh pergi?" Helen dengan marah menjelaskan hal singkat itu pada Ahn.


"Tidak maksud ku bukan itu. Tapi kenapa kau harus bersandiwara?" Ahn menatap Helen


dengan bingung.


Tiba-tiba Helen menangis dan memeluk Ahn, tindakan itu membuat Ahn terkejut. Alexsa menatap Helen yang memeluk Ahn sambil menangis, Ahn juga melihat ke arah Alexsa dan tangan nya tidak ingin memeluk Helen.


"A..ada apa?" Ahn bertanya setelah Helen


memeluknya.


"Maafkan aku Ahn, maafkan aku.." suara Helen langsung lembut seperti Ahn mengenal Helen 6 tahun lalu.


"Untuk apa?" Ahn melepaskan Helen yang memeluk erat tubuhnya.


"Maaf Alexsa (menyentuh tangan Alexsa ) aku minta maaf pada kalian berdua." Helen kembali menangis dan menghapus air matanya dengan saputangan putih di sakunya.


"Nona, kami ingin bertanya kenapa ini semua terjadi? Apa ini, apa kau mempermainkan kami?" Alexsa baru kali ini melihat Helen menangis dan menampakkan sisi lemahnya.


"Sebenarnya aku terpaksa membuat mu marah Ahn, aku terpaksa ( menangis dan menghapus air mata nya) aku melakukan ini karena aku ingin pergi dari kota ini. Aku tidak ingin tinggal dengan pria gila itu." Halen dengan nafas tersendat karena air mata berusaha menjelaskan.


Ahn menarik tangan Helen dan Alexsa duduk di sebuah tempat teduh.


"Ada apa, jelaskan semuanya dari awal Helen!" Ahn mendesak Helen yang masih Ter Isak.


"Semua itu di mulai setelah aku meninggalkan mu. Aku terpaksa meninggalkan mu karna saat itu kau tidak kaya, aku sangat ingin uang mu Ahn. Jadi saat itu aku memutuskan untuk pergi meninggalkan mu dan kai, dan aku pergi dengan Gao karena dia lebih kaya, aku terpaksa meminta uang mu saat itu karena Gao tidak mau memberi ku uang setelah aku meninggalkan mu." Helen menghentikan ceritanya.


"Maksud mu apa? Semuanya tidak jelas bagiku!" Ahn masih tidak mengerti dengan yang Helen katakan.


"Kau memang bodoh, aku meninggalkan mu dan memilih pergi dengan Gao karna kau miskin saat itu!" Helen meninggikan suaranya.


"Lalu apa hubungan nya dengan kau yang sekarang?"


" Aku tinggal dengan Gao, aku pikir aku akan lebih bahagia jika bersamanya. Ternyata aku lebih tersiksa, kau ingat rapat tahun lalu aku mempunyai bekas kekerasan? Itu adalah kekerasan yang aku dapat dari bersama Gao dan dia memaksa ku untuk meminta semua uang mu, dia tidak pernah puas dengan.

__ADS_1


__ADS_2